4 Contoh Akhlak Mulai Nabi di dalam Menjaga Bangsa

4 Contoh Akhlak Mulai Nabi di dalam Menjaga Bangsa

- in Suara Kita
864
0
4 Contoh Akhlak Mulai Nabi di dalam Menjaga Bangsa

Dalam konteks kebangsaan, Nabi Muhammad SAW selalu memberikan contoh yang terbaik kepada kita semua. Mengajarkan, bagaimana cara kita bersyukur atas tanah air yang kita tempati. Yaitu dengan cara menjaga, bukan dengan cara merusaknya. Sebagaimana, ada 4 (empat) contoh akhlak mulai beliau yang patut dan layak untuk kita teladani. Sebagai wasilah untuk menjaga negeri yang seharusnya kita cintai ini.

Pertama, Nabi Muhammad SAW condong membawa perdamaian terhadap seluruh umat beragama di Madinah pada saat itu. Di mana, beliau menitik-berat-kan sikap untuk terbuka, memberi hak kebebasan dan membangun etika sosial agar saling menghargai satu sama lain. Bahkan, beliau menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan semua umat beragama yang ada di kota Madinah.

Tentu, ini adalah contoh akhlak Nabi Muhammad SAW di dalam (menjaga kota Madinah). Agar terhindar dari pertumpahan darah, perselisihan, konflik antar suku dan kekacauan. Karena, ketika segala perbedaan tidak dibungkus dalam wadah perdamaian, niscaya kota Madinah tidak akan pernah terbangun gemilang. Karena, orang-orang di dalamnya akan sibuk konflik dan bertikai. Tanpa memikirkan bagaimana membangun kota Madinah yang lebih baik.

Kedua, Nabi condong menyatukan dan mempersaudarakan satu sama lain. Tentu, akhlak Nabi di dalam menjaga kota Madinah sangat sukses ketika semua masyarakat pada saat itu disatukan dan dipersaudarakan. Mereka diarahkan untuk hidup dalam satu wadah (nasionalisme) kota Madinah. Jadi, siapa-pun yang mengancam kota Madinah, maka semua wajib membela dan bersatu untuk itu semua.

Sebab, tidak akan terbentuk sebuah bangsa atau negara yang mapan jika orang-orang yang ada di dalamnya masih bermusuhan dan berpecah-belah. Karena, hakikat dari sebuah bangsa yang mapan adalah terbentuknya satu konsep kehidupan sosial-masyarakat yang bersaudara dan bersatu. Yaitu berjuang bersama untuk menjaga dan melindungi bangsa tersebut. Maka, sangat wajar jika Nabi merupakan sosok pemimpin yang membawa perdamaian. Tentu dengan akhlak-akhlak beliau yang ber-orientasi dalam menjaga kota Madinah tersebut.

Ketiga, Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan sopan santun dalam berucap dan bertindak. Sebagaimana, ucapan merupakan hal penting yang sering-kali memicu permusuhan, pertikaian dan bahkan perpecahan. Karena, ketika kita sembarangan berucap, menyinggung perasaan dan bahkan bisa melukai hati seseorang. Maka di situlah terhadap akan menjadi petaka.

Sebagaimana yang kita alami. Ada begitu banyak hate speech dan sentiment yang selalu lahir dari ucapan. Hingga, permusuhan dan pertikaian antar masyarakat bangsa terjadi. Hal itu tidak lain karena kurangnya dalam menjaga ucapan yang kurang sopan. Sehingga, akan memunculkan petaka bagi tatanan sosial masyarakat yang ada di negeri ini.

Maka, sangat wajar mengapa Nabi Muhammad SAW selalu berucap dan bersikap sopan-santun dalam bertindak. Karena pertimbangan-pertimbangan etis yang diperhatikan betul oleh Nabi adalah terjaganya keharmonisan satu sama lain. Agar tidak berpecah-belah dan tetap bersatu serta bersaudara dalam wadah kebangsaan.            

Keempat, Nabi Muhammad SAW sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. Tentu, ini adalah satu akhlak Nabi Muhammad SAW yang sangat perlu kita perhatikan betul. Sebagaimana, Nabi Muhammad SAW tidak hanya membatasi kebersamaan dan persaudaraan itu hanya pada wilayah keagamaan saja. Melainkan juga mengikat persaudaraan dan kebersamaan dalam wilayah kemanusiaan.

Artinya, Nabi Muhammad SAW mengikat semua perbedaan itu ke dalam satu prinsip yaitu (kemanusiaan). Beliau sangat menjunjung hal demikian. Karena, salah satu jalan paling etis dalam menjaga sebuah bangsa, adalah menjaga kemanusiaan di dalamnya. Agar, tidak terjadi permusuhan, perpecahan dan pertikaian lalu membawa embel-embel identitas agama atau etnis. Sebab, di atas kemanusiaan, semua sama-sama bersaudara.

Facebook Comments