5 Inspirasi Kepahlawanan yang Perlu Diidolakan Generasi Millennial

5 Inspirasi Kepahlawanan yang Perlu Diidolakan Generasi Millennial

- in Suara Kita
713
0
5 Inspirasi Kepahlawanan yang Perlu Diidolakan Generasi Millennial

Ada 5 inspirasi kepahlawanan yang saya kira, perlu diidolakan oleh generasi millennial. Sebagaimana, tahun ini kita merayakan hari pahlawan dengan spirit yang cukup paradigmatis. Yaitu “Pahlawanku Inspirasiku”. Tema ini sebetulnya menjadi satu dobrakan penting. Bahwa, bangsa ini tidak hanya sekadar butuh seorang narrator sejarah kepahlawanan. Melainkan, juga perlu seorang ‘aktor’ kepahlawanan yang mampu menjaga NKRI.

Misalnya yang pertama, (kepalan tangan). Para pahlawan memiliki simbol kepalan tangan sebagai bentuk dari keteguhan diri yang eksotis dan revolutif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Karena, sampai kapan-pun, mereka tidak mau tunduk dan patuh kepada para penjajah.

Sebagaimana tragedi 10 November tahun 1945 di Surabaya. Di mana, (kepalan tangan) para pahlawan bangsa tidak serta-merta menyerah kepada tentara Inggris. Namun, mereka justru terus berjuang melawan. Hingga, membuat tentara Inggris seperti berada dalam “kegentingan” karena kegigihan para pahlawan terus mengepalkan tangan untuk tidak tunduk dan patuh.

Kedua, (bambu runcing). Ini merupakan simbol dari keberanian yang begitu organik meskipun menggunakan alat sederhana di dalam melawan para penjajah. Senjata ini, sebetulnya membangun semacam (simbolisasi). Bahwa, perjuangan para pahlawan di dalam melawan segala musuh itu tidak dinilai dari seberapa canggih alat tempur yang mereka miliki. Mereka tidak mudah bertekuk-lutut dengan kondisi yang semacam itu. Karena, bambu runcing adalah penanda bahwa keberanian adalah modal yang sejati untuk menang.

Ketiga, (menolong). Tipe karakteristik para pahlawan di masa lalu yang patut diidolakan oleh generasi millennial adalah (kepedulian). Dalam maksud, mereka begitu eksotis merelakan atau mengorbankan nyawanya sendiri, demi kenyamanan dan keamanan orang lain. Sebagaimana, nilai penting dari kepahlawanan ini, adalah kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan semua rakyat Indonesia dari segala ancaman yang ada.

Keempat, (Kesatuan dan kebersamaan). Wilayah yang semacam ini, sebetulnya menjadi titik kunci para pahlawan mampu menopang kekuatan di dalam melawan para penjajah. Sebab, tanpa kesatuan dan kebersamaan, saya rasa bangsa ini mungkin tidak akan bisa merdeka. Karena, yang menjadi titik kekuatan tersebar bangsa ini adalah kesatuan dan kebersamaan.

Maka, kesatuan dan kebersamaan itu merupakan alat vital dari bangsa ini. Jadi, mengidolakan pahlawan di masa lalu, adalah jalan bagi generasi millennial untuk mencerminkan sikap persatuan dan kebersamaan itu di dalam melawan paham atau kelompok perusak bangsa layaknya radikalisme-terorisme itu. Karena, dengan persatuan, niscaya kelompok tersebut akan benar-benar terpuruk.

Kelima, simbol (bendera merah putih berkibar). Merupakan satu bahasa simbolis yang mengingatkan terhadap para pahlawan yang berjuang dengan darah dan kesucian hati untuk ikhlas berjuang membela bangsa ini dari para penjajah. Di mana, para pahlawan berjuang untuk mewujudkan hidup berbangsa dan bernegara yang aman, nyaman dan damai.

Sehingga, dari ke-lima inspirasi kepahlawanan ini, patut untuk dijadikan (cerminan) para generasi millennial. Di dalam berjuang untuk memerangi segala paham-paham yang ingin memecah-belah bangsa. Layaknya kelompok radikalisme-terorisme itu. Jadikan lima inspirasi kepahlawanan itu sebagai modal penting untuk bertindak secara reflektif untuk menjaga NKRI.            

Sebagaimana, simbol (menolong) adalah bentuk (keikhlasan diri) untuk berjuang demi kemaslahatan umat. Juga, simbol (bambu runcing) yang mengajarkan bagaimana generasi millennial bisa melawan kelompok perusak bangsa itu dengan cara apa-pun. Begitu juga dengan dimensi (persatuan dan kebersamaan). Mengajarkan kepada generasi millennial. Bahwa kekuatan vital dari bangsa ini adalah (persatuan dan kebersamaan). Maka, tancap-kan keberanian diri dan kesucian hati untuk mengibarkan (bendera merah putih) untuk selalu jaya, aman, nyaman dan damai. Terbebas dari ideologi perusak dan pemecah-belah bangsa yang kita cintai ini.

Facebook Comments