Agar Toleransi Terjaga, Bacalah Ayat Ini!

Agar Toleransi Terjaga, Bacalah Ayat Ini!

- in Suara Kita
426
0
Agar Toleransi Terjaga, Bacalah Ayat Ini!

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, disebutkan jika Nabi pernah menjenguk orang non-muslim. Dalam hadits itu diceritakan jika ada seorang anak non-muslim sedang menemani bapaknya yang sakit. Ketika anak tersebut ditawari Nabi untuk masuk Islam, sebentar ia menatap wajah ayahnya. Sang ayah yang tau maksud anaknya, akhirnya memperbolehkan anaknya masuk ke dalam agama Islam.  

Hadits tersebut merupakan sebuah teladan agar umat Islam menjalin hubungan sosial dengan non-muslim. Dalam hadits tersebut, kita dicontohkan untuk berperilaku lemah lembut dan penuh kehangatan pada mereka yang berbeda agama. Suri tauladan yang ditampilkan Nabi, mampu menembus hati paling dalam sang ayah, sehingga mengizinkan anaknya untuk masuk Islam.

Pentingnya berperilaku baik kepada non-muslim merupakan sebuah ikhtiyar untuk mendakwahkan bagaimana praktik keislaman yang sesungguhnya.  Bagaimana kesejatian rupa agama yang dijuluki sebagai rahmatan lil alamin, yaitu pintu dari semua kemuliaan umat manusia. Tidak peduli orang tersebut memeluk agama yang sama ataupun berbeda, terpenting adalah mewujudkan lingkungan sosial yang baik.

Bahkan di lingkup sosial, seorang muslim tidak diperbolehkan mengolok-olok keyakinan umat lainnya. Hal ini disebabkan agar tidak terjadi hubungan timbal balik yang buruk. Apabila umat Islam mengolok-olok keyakinan umat beragama lainnya, tentulah mereka tidak terima dan akan membalas dengan perlakukan yang sama. Saling olok dan saling menjatuhkan, dikhawatirkan akan menjadi budaya baru apabila kata hinaan terus menerus dilancarkan.

Perintah seperti ini digunakan sebagai wadah perdamaian umat manusia. Karena walau bagaimanapun, umat Islam akan selalu bergandengan dengan umat lainnya. Dan perdamaian menjadi hal yang mutlak dilakukan, apabila menginginkan kehidupan yang penuh ketentraman. Dalam sebuah ayat Q.S. Al-An’am ayat 108 dijelaskan larangan mengolok-olok agama lain.

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, bahwa dulu orang Islam ada yang menghina berhala milik orang non-muslim. Yang terjadi, mereka tidak terima dan membalas dengan perlakuan yang sama. Parahnya, pembalasan mereka lebih kejam dan tidak didasari ilmu pengetahuan. Iklim seperti ini sedari dulu sudah diperingatkan oleh Allah, karena buntut dari tindakannya yang berlarut lama.

Oleh karena itu, dalam Tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi Al Bantani melarang keras tindakan penghinaan kepercayaan non-muslim. Hal ini lebih dikarenakan hakikat sesungguhnya dari hinaan yang diberikan bisa berbalik ke arah agama sendiri. Karena saat seseorang menghina suatu agama, berarti dirinya telah menjadi penyebab atas terhinanya agamanya sendiri.

Meskipun tujuan mengolok-olok adalah sebagai dakwah, namun dirinya harus berulang kali memikirkan hal itu. Karena jika menimbang secara keseluruhan, efek yang ditimbulkan dari tindakan tersebut, lebih condong ke arah negatif daripada positif. Dengan begitu, dengan mengutip salah satu qoidah yang melarang tentang menjalankan ketaatan dengan efek negatif yang besar.

              الطَّاعَةُ إِذَا أَدَّتْ إِلَى مَعْصِيَةٍ رَاجِحَةٍ وُجِبَ تَرْكُهَا فَإِنَّ مَا يُؤَدِّي إِلى الشَّرِّ شَرٌّّ 

Artinya: apabila ada suatu ketaatan akan tetapi menimbulkan nilai kemaksiatan yang banyak, maka wajib ditinggalkan. Karena sesuatu yang mengarahkan pada hal negatif merupakan sebuah larangan.   

Maka dari itu, apabila seseorang ingin mencela agama lain, terlebih dahulu bisa melihat dan memahami apa yang terkandung dalam Q.S. Al An’am ayat 108. Dengan begitu, seseorang akan berpikir ribuan kali untuk melakukannya. Karena siapa tahu bukan mereka yang terhina, namun dirinya sendiri yang berbalik terkena hinaan tersebut.

Facebook Comments