Akankah Abu Bakar Ba’asyir Bisa Merangkul “Anak Buahnya” untuk Hijrah?

Akankah Abu Bakar Ba’asyir Bisa Merangkul “Anak Buahnya” untuk Hijrah?

- in Narasi
233
0
Akankah Abu Bakar Ba’asyir Bisa Merangkul “Anak Buahnya” untuk Hijrah?

Persoalan antara agama dan Pancasila yang selalu dipertentangkan oleh kelompok radikal akhirnya menemukan titik terang. Karena kini, Abu Bakar Ba’asyir sang tokoh yang sangat berpengaruh sejak orde baru di dalam membangun gerakan radikal anti-Pancasila dan menganggap Pancasila bertentangan dengan agama. Akhirnya kini menerima Pancasila sebagai falsafah bangsa dan sebagai pemahaman akhir.

Lantas, bisakah Abu Bakar Ba’asyir mengajak “anak buahnya” yang kini masih berwawasan ideologi radikal anti-Pancasila? Untuk hijrah bersamanya. Dengan membangun penegasan ideologis. Bahwa, nilai Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama. Bahkan, konsep ketuhanan di dalam Pancasila adalah basis ketauhidan dalam ajaran Islam.

Tentu, banyak gerakan-gerakan radikal yang telah didirikan oleh Abu Bakar Ba’asyir. Seperti gerakan Jamaah Islamiyah (JI), Majelis Mujahidin Indonesia (MJI) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Ketiganya ini jelas masih tergolong aktif secara organisir walau-pun bergerak secara tertutup dan transparan.

Lantas, bisakah Abu Bakar Ba’asyir mampu membujuk mantan anak buahnya dalam tiga gerakan ini. Untuk membangun semacam kepercayaan yang transformatif. Agar, tiga gerakan yang anti-Pancasila dan anti-NKRI ini bisa sadar dan hijrah kembali ke pangkuan NKRI dan menerima Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Saya rasa, ini merupakan langkah penting yang harus dibangun oleh sosok Abu Bakar Ba’asyir itu. Sebab, jika dirinya sebagai tokoh yang sangat berpengaruh. Dalam segi gerakan anti-Pancasila. Maka, di momentum ini seharusnya Abu Bakar Ba’asyir mampu mengampanyekan kebenaran etis Pancasila yang sama-sekali tidak bertentangan dengan agama.

Peran Abu Bakar Ba’asyir dalam Menegaskan Kebenaran Pancasila Terhadap mantan Anak Buahnya

Peran Abu Bakar Ba’asyir ini sangatlah penting. Untuk bisa menegaskan perihal kebenaran Pancasila terhadap mantan anak buahnya yang masih berada dalam pemahaman radikal. Karena, dari dulu dirinya memprovokasi anak-buahnya untuk anti Pancasila. Menganggap Pancasila syirik dan tidak sesuai dengan ajaran agama.

Jadi, saat ini perannya juga membawa anak buahnya ke jalan hijrah yang benar. Yaitu menegaskan bahwa Pancasila dengan segenap nilai-nilai yang ada di dalamnya itu memiliki korelasi etis dengan prinsip Islam yang rahmat. Dan point ketuhanan di dalam Pancasila itu adalah sublimasi dari nilai ketauhidan. Jadi, tidak ada satu-pun nilai Pancasila itu bertentangan dengan agama.

Selain itu, peran Abu Bakar Ba’asyir juga sangatlah penting. Untuk membentuk para santrinya (generasi bangsa) agar berwawasan Pancasila. Sebagaimana, dia adalah pendiri PP Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo. Untuk bisa melapisi lembaga pendidikan pesantrennya dengan nilai-nilai keagamaan yang pro-kebangsaan dan pro-Pancasila.

Karena pada dasarnya, peran Abu Bakar Ba’asyir ini di dalam merangkul mantan anak buahnya untuk hijrah menerima Pancasila sangatlah penting sekali. Apalagi, segala ucapan dan arahan dirinya sangatlah diikuti dan disegani. Dia adalah tokoh yang sangat berpengaruh besar di dalam gerakan anti-Pancasila dan anti-NKRI yang dianggap bukan ajaran agama.

Sehingga, kesempatan besar yang harus dibangun. Untuk bisa mengakhiri segala gerakan ideologis yang mempertentangkan antar agama dan Pancasila. Agar tereliminasi dengan pemahaman yang diambil oleh Abu Bakar Ba’asyir. Untuk mengajak mantan anak buahnya. Agar, hijrah dan memiliki prinsip pemahaman bahwa tidak ada sedikit-pun nilai Pancasila yang bertentangan dengan nilai agama.

Facebook Comments