Akselerasi Rekonsiliasi Melalui Dumay

Akselerasi Rekonsiliasi Melalui Dumay

- in Suara Kita
239
1
Akselerasi Rekonsiliasi Melalui Dumay

Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 resmi final. Mahkamah Konstitusi memutuskan perkara sengketa Pilpres dengan menolak seluruh gugatan  pasangan Prabowo-Sandi pada 27 Juni 2019. Selanjutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menindaklanjuti dengan menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Makrif Amin sebagai pemenang. Tahap akhir nanti adalah pelantikan yang rencananya dijadwalkan pada 20 Oktober 2019.

Suasana kondusif terjaga di babak akhir kontestasi ini. Apresiasi patut diberikan kepada Prabowo-Sandi atas sikap negarawannya menerima hasil keputusan MK. Keteladanan sudah diberikan dari elit politik. Kini saatnya spirit rekonsiliasi diaktualisasikan ke seluruh pelosok negeri. Jokowi-Makruf nantinya adalah milik bangsa bukan pendukung 01 saja. Demikian pula pendukung 01 mesti siap bersama membangun bangsa dalam posisi apapun, termasuk sebagai oposisi yang kritis dan konstruktif.

Salah satu media yang penting dioptimalkan mengakselerasi rekonsiliasi adalah dunia maya (dumay). Di era inforasi seperti sekarang, dumay sudah menjadi media keseharian yang melibatkan interaksi masif  anak negeri. Gaung rekonsiliasi mesti digaungkan dan dibumikan melalui dumay. Cebong dan kampret saatnya dinarasikan dalam spirit rekonsiliasi. Adapun adu argument, debat, saling kritik dan lainnya tidak masalah dan justru dibutuhkan ke depan guna menyeimbangkan demokrasi dan mengevaluasi jalannya pemerintahan.

Rekonsiliasi Politik

Pemenang sejati dalam kontestasi demokrasi adalah seluruh rakyat. Peserta dan pendukung yang kalah pun jika menyikapi kekalahan secara bijaksana, legawa, dan mengikuti regulasi, maka sesungguhnya mereka telah memenangkan dirinya. Polarisasi politik penting untuk tidak dilanjutkan dan berlarut-larut. Pascapilkada mesti segera bergandengan tangan.

Baca juga : Konten Kreatif sebagai Wahana Merajut Perdamaian Digital

Pasangan peserta, parpol, dan tim sukses mesti memberikan keteladanan. Silaturahmi politik yang mengarah pada rekonsiliasi mesti segera dilaksanakan. Koordinasi intens dapat diinisiasi untuk membangun sinergi. Program kampanye pihak yang kalah penting didalami dan diadopsi yang sesuai. Kepentingan bangsa mesti ditempatkan paling atas. Bahkan tidak menutup kemungkinan merekrut tim sukses pihak yang kalah oleh pemenang untuk menguatkan barisan pemerintahan ke depan. Pilihan sebagai oposan, meskipun tidak ada dalam kamus politik Indonesia, mesti dihormati dan apresiasi.

Oposisi dilaksanan secara konstruktif demi kepentingan pembangunan. Sebaliknya, pihak penguasa kelak mesti tidak jumawa dan arogan. Apalagi menggunakan kekuasaan secara ilegal dengan mengintervensi lembaga-lembaga lain untuk mereduksi peran hingga menghabisi lawan politiknya.

Pemimpin terpilih akan menjadi milik seluruh rakyat bukan hanya milik pendukungnya. Pemfasilitasan dapat dilakukan pemerintah pusat, ormas, atau pihak ketiga untuk mewujudkan harapan di atas. Gerakan dari akar rumput justru penting didorong agar elitnya tersadar untuk mengikutinya. Tercapainya rekonsiliasi dan sinergi pascakontestasi merupakan preseden baik bagi demokrasi dan perpolitikan Indonesia yang bermartabat.

Strategi Akselerasi

Narasi dan spirit rekonsiliasi mesti dimulai dan dimasifkan melalui dumay. Media ini mesti perhatikan serius oleh semua komponen yang berkepentingan. Tulisan-tulisan yang mengandung tema sejuk mesti diperbanyak dan diviralkan. Terutama yang disampaikan oleh tokoh elit politik.

Konten-konten damai bahkan penting diproduksi dan disebarkan berkala. Semua media di dumay mesti dioptimalkan, baik situs website, media sosial, dan lainnya. Rencana Polri yang akan melakukan patroli di grup WA dapat diselipkan misi ini. Misinya tidak sekadar menindak ajaran kebencian dan hoaks. Namun ditambahkan tugas melakukan kampanye perdamaian dan rekonsiliasi.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi mesti menjadi garda terdepan dalam kampanye rekonsiliasi. Partai politik dan tim sukses juga mesti memberikan pendidikan politik kepada kader, simpatisan dan pendukungnya agar memprioritaskan segera melakukan rekonsiliasi dari tingkat bawah.

Rekonsiliasi demi NKRI mesti jadi harga mati. Ego politik penting dikesampingkan. Pemenang juga mesti menggandeng dan memperhatikan tim sukses lawannya. Dunia maya menjadi media utama yang dapat diharapkan mengakselerasi upaya rekonsiliasi. Meskipun demikian media dan strategi lain mesti tetap diupayakan. Hal yang menjadi momentum ditungu-tunggu adalah pertemuan langsung Jokowi-Prabowo. Semua elit mesti mempertimbangkan agar segera terealisasi.

Facebook Comments