Al-Qur’an Mewajibkan Umara Memberantas Ideologi Perusak Bangsa!

Al-Qur’an Mewajibkan Umara Memberantas Ideologi Perusak Bangsa!

- in Suara Kita
158
0
Al-Qur’an Mewajibkan Umara Memberantas Ideologi Perusak Bangsa!

Tugas paling fundamental dari seorang umara atau pemerintah yang sah, adalah menjaga stabilitas masyarakat dan tatanan sosial-nya, yaitu (NKRI). Sehingga, ketika ada gerakan atau ideologi dengan motif apa-pun, yang secara orientasi mengancam dimensi keduanya, maka kewajiban seorang umara atau pemerintah, adalah memberantas keberadaannya.

Sebagaimana yang dijelaskan di dalam (QS. Al-An’am;48) dalam potongan ayat “Faman aamana wa ashlaha fala khoufun alaihim walahum yakhzanun” bahwasanya, siapa-pun orang yang beriman dan berbuat kemaslahatan, maka bagi mereka tidak akan takut dan sedih. Ayat ini kalau kita pahami betul, memang berkaitan dengan basis tujuan atau peran para rasul yang diutus untuk membawa maslahat, kegembiraan atau dalam bahasa sederhana membawa kenyamanan bagi tatanan.

Sehingga, ini juga menjadi bagian dari tugas seorang umara atau pemerintah yang sah. Mengapa? karena, tugas seorang umara atau pemerintah, sejatinya juga berkaitan dengan kewajiban untuk menjaga, mengayomi dan terus merangkul masyarakatnya agar berada dalam kegembiraan, kemaslahatan dan selalu memberi (peringatan).

Sebagaimana, kata (peringatan) di sini secara fungsi dan substansi, khususnya dalam konteks (pemerintahan negara) adalah sifatnya, regulasi atau kebijakan. Berperan untuk terbentuknya kemaslahatan dan agar tidak kekacauan atau tidak terjadi praktik kemungkaran. Maka, di sinilah titik benderang paling utama. Mengapa pemerintah wajib memberantas ideologi perusak NKRI.

Karena, ayat ini menjadi satu acuan hukum, mengapa tugas seorang pemimpin harus mengutamakan kepentingan banyak umat dan menghilangkan segala kemungkaran dan kekacauan. Maka, di sinilah titik relevansinya. Untuk melarang ideologi-ideologi kontemporer yang hidup, lalu bersembunyi di balik agama atau kebebasan. Lalu dijadikan dalih untuk menguasai atau menghancurkan tatanan yang ada.

Maka, tidak ada istilah kebencian atau membungkam kebebasan. Apalagi dianggap anti negara yang sesuai dengan ajaran Islam. Ketika, pemerintah menangkap aktor intelektual gerakan khilafatul muslimin. Sebab, ini mengacu ke dalam dasar hukum yang utama. Yaitu demi menjaga kemaslahatan atau tatanan tadi. Karena ini tugas utama seorang umara atau pemeimpin yang sah.

Bahkan, cobalah pahami (QS. An-Nisaa:59). Bahwasanya; “Yaa ayyuhal ladzinah amanu atiullaha, wa ati’urrasul, waulil amri mingkum”. Yaitu, kita harus taat pada Allah, Rasul dan umara (pemimpin) atau taat terhadap sistem pemerintahan yang sah. Artinya apa? ini sebagai satu regulasi hukum, bagaimana kebijakan pemerintah atau sistem pemerintahan yang ada adalah bagian dari prinsip-prinsip yang harus ditaati. Karena jelas dan mutlak, semua sistem pemerintahan yang ada di negeri ini mengacu ke dalam kepentingan banyak umat dan berperan untuk kemaslahatan semua umat.  

Maka, dari sini kita bisa memahami satu prinsip hukum. Untuk memberantas ideologi atau gerakan yang sifatnya “membangkang” atas pemerintahan yang sah. Seperti bergerak secara ideologis untuk merebut kekuasaan dengan membawa embel-embel agama sebagai pemanisnya. Layaknya gerakan khilafatul muslimin. Maka, dengan berpacu pada ayat tersebut, tentunya kelompok khilafatul muslimin sebagai bagian dari pembangkangan.

Karena, di satu sisi berkhianat atau membangkang terhadap aturan atau sistem pemerintahan yang sah, juga ideologi khilafatul muslimin membawa ajaran ideologis yang bisa merobek kemaslahatan umat di NKRI ini. Maka, di sinilah tugas dan kewajiban seorang umara atau pemerintah yang sah perlu, memberantas atau memiliki otoritas penuh melarang gerakan atau ideologi yang berkaitan.

Jadi, di sinilah letak kebenaran Al-Qur’an yang mengharuskan atau mewajibkan seorang umara atau pemerintah. Untuk memberantas gerakan atau ideologi apa-pun yang bisa merobek kemaslahatan umat di NKRI ini. Karena, seorang umara atau pemerintah yang sah memiliki tanggungjawab menjaga dan melindungi tatanannya. Sehingga, ketika ada ancaman baik gerakan atau ideologis, wajib seorang umara atau pemerintah yang sah memberantas-nya demi kepentingan kemaslahatan tadi.

Facebook Comments