Anarkisme Hanya Akan Menguntungkan Kelompok Radikal!

Anarkisme Hanya Akan Menguntungkan Kelompok Radikal!

- in Narasi
437
0
Anarkisme Hanya Akan Menguntungkan Kelompok Radikal!

Sejumlah mahasiswa dan para buruh di berbagai daerah tengah menggelar aksi demo. Terkait kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah pada 3 September 2022 kemarin. Tentu, kita memahami bahwa fungsi dan tujuannya demo adalah (menyampaikan aspirasi). Seperti ketidaksetujuan perihal kenaikan BBM itu. Dengan harapan pemerintah bisa memberikan solusi terbaik perihal kenaikan harga BBM ini.

Tetapi, yang menjadi problem di sini, ketika aksi demo keluar dari fungsi dan tujuannya. Yaitu melakukan tindakan anarkisme layaknya bertindak premanisme jalanan. Merusak fasilitas publik dan melakukan aksi-aksi yang berujung konflik. Maka, segala tindakan yang demikian sejatinya tidak akan menguntungkan bagi kita. Melainkan hanya akan (menguntungkan) bagi kelompok radikal.

Sebab, kelompok radikal sejak dulu menginginkan bangsa ini penuh dengan konflik dan kekacauan. Sebagaimana, kelompok radikal sangat menginginkan rakyat Indonesia chaos. Karena, dengan cara inilah mereka (kelompok radikal) dengan mudah menghancurkan bangsa ini. Sebagaimana, praktik anarkisme dalam sebuah demo hanya akan menguntungkan kelompok radikal.

Sebab, momentum ini akan dimanfaatkan oleh kelompok radikal (ditunggangi). Agar masyarakat bisa benci terhadap pemerintah lalu kelompok radikal mulai “pasang wajah”. Untuk memprovokasi masyarakat agar bergabung dalam misinya. Seperti menawarkan negara Islam atau negara khilafah. Dengan sebuah janji-janji palsu seperti kesejahteraan dan pro-rakyat.

Jauhi Anarkisme dan Sampaikan Aspirasi dengan Santun

Sebagaimana yang saya sebutkan di awal. Bahwa, anarkisme dalam segala hal seperti demo itu tidak akan menguntungkan kita. Melainkan menguntungkan kelompok radikal untuk merusak tatanan ini. Dengan memanfaatkan momentum demo aksi tolak kenaikan BBM sebagai alat untuk memisahkan antara rakyat dan pemerintah. Agar, bermusuhan dan rakyat bertindak anarkisme melawan pemerintah yang dianggap zhalim.

Tentu, ini adalah moment yang sangat menguntungkan kelompok radikal. Ketika aksi demo yang seharusnya tetap berada dalam jalur fungsi dan tujuannya. Namun, justru keluar menjajal menjadi semacam tindakan anarkisme atau premanisme yang berujung konflik. Maka, di situlah kelompok radikal diuntungkan dan dengan mudah mendapatkan point untuk bisa mengacaukan keadaan.

Karena, praktik anarkisme ini akan dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Agar, rasa kepercayaan rakyat terhadap pemerintah semakin dihilangkan dan bahkan sikap kebencian terhadap pemerintah itu semakin dibumbui oleh kelompok radikal. Agar, kekacauan, kerusakan dan konflik semakin terbangun. Maka, di situlah kelompok radikal semakin mudah menghancurkan bangsa ini.

Waspada, Kelompok Radikal Sangat Menginginkan Bangsa ini Hancur          

Dalam demo, generasi bangsa sering-kali merasa puas setelah membakar ban sebagai bentuk protes. Berbondong-bondong ingin merobohkan tembok (fasilitas publik) yang dianggap sebagai jalan keluar mereka. Dengan bangganya bertindak anarkisme dan merusak fasilitas umum. Semua emosi dan egoisme yang dimiliki seakan “terbayarkan” dengan perbuatan-perbuatan yang sangat tercela dan jauh dari fungsi dan tujuan demo itu.

Tanpa berpikir bahwa semua tindakan itu tidak lain hanya akan membuat kelompok radikal senang-gembira. Melihat perilaku generasi bangsa yang seakan-akan kelompok radikal “diwakili” oleh perilaku-perilaku anarkisme dalam demo. Seperti yang kita lihat. Terkait aksi tolak kenaikan harga BBM. Ini adalah momentum kita yang seharusnya menyampaikan aspirasi untuk kemaslahatan umat justru dirusak dengan perilaku anarkisme yang akan membawa dampak mudharat bagi tatanan umat.

Karena, sekali lagi saya ingin mengatakan. Bahwa, sikap anarkisme dalam segala hal seperti dalam demo. Sejatinya yang diuntungkan adalah kelompok radikal. Karena, dari sinilah kelompok radikal akan masuk dan “menyetir” persoalan ini. Agar, semakin terjadi kekacauan dan memprovokasi masyarakat agar benci dan jauh dari pemerintah. Sehingga, dari sinilah kelompok radikal akan lebih mudah menghancurkan bangsa ini dengan perilaku anarkisme itu.

Facebook Comments