Sabtu, 16 Februari, 2019
Informasi Damai
Archives by: Ach Fawaid

Ach Fawaid

Ach Fawaid Posts

Debat Itu Mendamaikan, Bukan Memecah Belah!

Debat Itu Mendamaikan, Bukan Memecah Belah!
Suara Kita
Di zaman millennial ini, ladang untuk berdebat tentu bukan hanya di dunia nyata saja. Hadirnya sosial media, ternyata memberikan wadah baru yang lebih luas untuk beradu argumen, pemahaman, dan cara berpikir. Sehingga, kita pun tidak hanya berdiskusi dengan orang-orang sekitar, tetapi lebih luas, bisa antar kota, provinsi, dan bahkan antar negara. Sayangnya, ada begitu banyak orang yang salah dalam menggunakan bentuk kebebasan berkomunikasi ini. Jangan heran bila kemudian kita sering ...
Read more 1

Jangan Ada Kebencian di Antara Kita! Mari Sebar Cinta dan Damai

Jangan Ada Kebencian di Antara Kita! Mari Sebar Cinta dan Damai
Suara Kita
Demi kemaslahatan, demi mekarnya bunga kedamaian, demi abadinya kerukunan, maka jangan biarkan di antara kita ada kebencian. Kita jangan mudah terbuai dengan adanya provokasi dan hasutan-hasutan. Jangan mudah teperdaya dan tertipu. Mari kita tindih berita-berita tak benar dengan nasihat-nasihat cinta damai Mari kita taburi medsos dengan kebaikan-kebaikan. Ingatlah, bahwa kita mempunyai tanggung jawab yang sama, yaitu menjaga ruang medsos agar tetap sehat, damai, mendidik, dan mencerdaskan. Sebab, konten-konten yang mengajak ...
Read more 1

Resolusi 2019: Tutup Hate Speech Buka Hate Free Day

Resolusi 2019: Tutup Hate Speech Buka Hate Free Day
Suara Kita
Selamat Tahun Baru, semoga hidup kita lebih damai, lebih tenteram, dan lebih toleran. Hanya saja, semua itu tidak akan bisa terjadi selama kita tidak menutup hate speech (ujaran kebencian) dan membuka hate free day (hari tanpa kebencian). Menjadi lebih baik di tahun 2019 ini, merupakan tugas setiap individu yang tidak boleh diabaikan. Kalau di tahun 2018 kita masih sering melakukan hal-hal yang membuat terjadinya suatu kebencian, pertikaian dan permusuhan, maka ...
Read more 1

Relawan Melenial: Menggerakkan Literasi Damai di Sosial Media

Relawan Melenial: Menggerakkan Literasi Damai di Sosial Media
Suara Kita
Setiap orang berpotensi untuk bisa menulis dengan baik, meski hanya satu paragraf. Andai, setiap orang menulis lima belas kata saja di dinding atau status sosial medianya tentang perdamaian, maka kemungkinan besar umat manusia merasakan betapa indahnya kedamaian. Pun sebaliknya, ketika di sosial media banyak status atau tulisan yang berisi cacian, hinaan, pertengkaran, maka dunia serasa berantakan tak karuan, kacau. Inilah alasannya, penting adanya relawan literasi damai demi menjaga keutuhan NKRI ...
Read more 2

Mengubur Radikalisme di Kampus dengan Pancasila

Mengubur Radikalisme di Kampus dengan Pancasila
Suara Kita
Kesaktian luar bisa pada Pancasila tidak boleh kita sia-siakan terlebih diabaikan. Lima jurus yang melekat pada tiap Sila-nya wajib kita kuasai, kemudian kita praktikkan. Terlebih, jika kita seorang mahasiswa yang telah dikabarkan sebagai pembawa agen perubahan. Karenanya, mengubah cara pandang yang berbau radikalisme dan terorisme juga merupakan tugas mahasiswa. Masalahnya, kekhawatiran yang paling ditakutkan, ketika kita–mahasiswa–tidak menguasai jurus-jurus sakti Pancasila dan tak mau berlatih untuk menguasainya. Sedangkan, kekerasan dan kebejatan ...
Read more 0

Sosial Media: Wadah Menambah Amal Kebaikan, Bukan untuk Menambah Dosa

Sosial Media: Wadah Menambah Amal Kebaikan, Bukan untuk Menambah Dosa
Suara Kita
“Di dunia maya, kita pun perlu selalu ingat firman-Nya: Dan, jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.5:2).” (Gus Mus) Pentingnya cerdas bermedia sosial di zaman yang serba paket data ini, tentu harus diutamakan. Mengingat, telah seabrek pelanggaran terjadi seperti; provokasi, hoax, hasutan, hinaan, tipuan, cemooh, ancaman, dan bahkan ujaran kebencian demi kebencian. Mengapa suasana sosmed seakan-akan sangat kejam? Bahkan, hampir tak menemukan kesejukan, ketenteraman. Hancur berantakan lantaran tingkah yang ...
Read more 1

Pendamai Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Dicintai Tuhan

Pendamai Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Dicintai Tuhan
Suara Kita
Ketika seseorang melihat sesuatu yang tidak ia disukai, biasanya reaksi yang dialaminya adalah perasaan mangkel, caremmet, jengkel, dan bahkan marah. Tetapi, berbeda dengan pendamai atau orang yang mencintai perdamaian. Ia akan santai dan rileks, jiwanya diselimuti dengan kasih sayang. Tingkahnya tak memihak kepada siapapun. Ia menjadi pencerah. Menjadi pencegah adanya permusuhan yang bisa berkepanjangan. Bagaimana dengan kita, ketika dihadapkan dengan suasana yang menjengkelkan atau dihadapkan dengan perbedaan pendapat, keyakinan dan ...
Read more 0

Palu, Donggala, dan Pancasila

Palu, Donggala, dan Pancasila
Suara Kita
Kejadian menyedihkan yang menimpa Palu dan Donggala berupa gempa bumi yang kemudian diikuti tsunami, menyemangatkan kita untuk benar-benar ber-Pancasila. Sila kelima, menjadi bagian penting untuk dibuktikan. Butir-butir pengalaman pada sila terakhir harus kita tunjukkan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Gempa magnitudo yang menjadi perantara rusaknya Kota Palu, Sulawesi Tengah, seharusnya menjadi bahan pertanyaan apakah kita siap untuk ber-Pancasila? Bukti konkret yang harus ada, yaitu suka memberi pertolongan kepada orang ...
Read more 0

Pendidikan Anak: Jika yang Masuk Kekerasan, Maka yang Keluar Kekerasan

Pendidikan Anak: Jika yang Masuk Kekerasan, Maka yang Keluar Kekerasan
Suara Kita
“Anak ibarat kertas putih, tinggal orang tualah nantinya yang akan memberikan warna.” Tentunya kalimat tersebut sudah familiar di telinga kita, dan bahkan sudah menjadi suatu pegangan untuk membentuk karakter anak itu sendiri. Artinya, terserah bagaimana orang tua, keluarga, lingkungan, dan guru yang akan mewarnai hidupnya. Entah dijadikan baik atau buruk, hitam atau putih, benar atau salah, toleransi atau intoleransi, dan seterusnya. Intinya, anak akan menjadi sesuai dengan apa yang dituliskan ...
Read more 0

Merawat Pancasila dan Agama dengan Menolak Rasisme

Suara Kita
Awal mulanya Sila pertama tertulis, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Lalu, kita mungkin bertanya-tanya, kenapa bisa diganti dengan, “Ketuhanan Yang Maha Esa?” Jawabannya adalah supaya adil dan damai. Seandainya pada Sila pertama tidak diganti, tentu tidak mungkin orang Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan Konghucu mau memakai Pancasila. Sebab, mereka akan beranggapan bahwa Pancasila hanya milik orang Islam. Bisa jadi mereka akan membuat Pancasila sendiri, keluar dari Negara ...
Read more 0
Translate »