Minggu, 24 September, 2017
Informasi Damai
Archives by: Ahmad Dicky Sofyan

Ahmad Dicky Sofyan

Ahmad Dicky Sofyan Posts

Syariat itu Bernama Pancasila

Keindonesiaan
Sejak masih berada dalam konsep pikiran para founding fathers, Indonesia diarahkan sebagai negeri yang nyaman bagi kehidupan beragama. Puncak cita-cita itu terwujud dalam bentuk sila pertama dasar negara Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini merupakan kesadaran alam bawah sadar kolektif bangsa yang sudah ada sejak zaman nenek moyang ratusan tahun yang lalu. Di masa silam sejarah masuknya Islam di bumi Nusantara, tak bisa dipungkiri merupakan kebijaksanaan Majapahit yang membebaskan keragaman ...
Read more 0

Ramadhan dan Indonesia

Keindonesiaan
Ramadhan punya tempat tersendiri di hati umat muslim di penjuru jagat raya. Di bulan penuh kasih sayang dan ampunan ini, sejumlah peristiwa penting dan bersejarah umat Islam pernah terjadi. Awal dilantiknya Rasulullah bersama dengan turunnya wahyu pertama berlangsung saat sedang ber-khalwat di Gua Hira di salah satu malam Ramadhan di tahun ke-13 Sebelum Hijrah. Pun jelang akhir masa kenabian, penaklukan Kota Mekah dan tumbangnya rezim paganisme di tahun ke-8 Hijrah ...
Read more 0

Sok Keras Beragama = Khawarij

Keagamaan
Kalimatun Haqqun Yuriidu bihaa al-Baathil merupakan ungkapan yang dipopulerkan Amirul Mukminin Khalifah Ali bin Abi Thalib di masa perang Shiffin. Kalimat itu digunakan Khalifah untuk menyindir sejumlah orang yang menafsirkan seenak udele dalil agama dengan mempersalahkan kebijakan berunding dengan pasukan pemberontak Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Mereka yang menolak perundingan itu dalam sejarah Islam dikenal sebagai Khawarij. Khawarij dalam literatur umat Islam merujuk pada sekelompok ‘begundal’ yang dikenal sering melakukan aksi kekerasan ...
Read more 0

Kibar Merah Putih: Sejak Masa Nabi Sampai Indonesia

Keindonesiaan
“Innallaha zawaliyal ardha masyaariqahaa wa maghaaribahaa wa a’thoonil kanzaini al-Ahmar wa al-Abyadh, (Allah telah menunjukkan kepadaku dunia dari Timur ke Barat dan menganugrerahkan padaku dua pusaka: Merah-Putih).” Demikian sabda yang pernah disampaikan Rasulullah Muhammad kepada para sahabatnya. Sabda ini masuk kategori hadits shahih (dapat dipertanggungjawabkan otentisitasnya) yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Al-Qusayri An-Naisaburi atau yang biasa dikenal dengan nama Imam Muslim (wafat 261 H). Dalam buku ...
Read more 0

Siapa Bilang Negara Indonesia Anti Jihad?!

Keindonesiaan
Secara de facto nama Indonesia memang baru dipergunakan secara sah sebagai nama sebuah bangsa dan negara pada 17 Agustus 1945. Meski demikian, penggunaan nama tersebut secarade jure sudah digunakan berpuluh-puluh tahun lamanya. Bahkan, naskah ‘Soempah Pemoeda’ pada 1928 telah mencantumkan nama Indonesia sebagai penunjuk kesatuan bangsa, tanah air, dan bahasa. Demikian pula dengan gerakan perjuangan nasional bangsa Indonesia melawan penjajahan. Revolusi fisik dan pertumpahan darah bukan saja terjadi rangkaian mempertahankan kemerdekaan saja. Jauh ...
Read more 0

Nusantara: Sebuah Identitas Kekhasan

Pustaka
Istilah Nusantara menempati posisi istimewa di alam bawah sadar bangsa Indonesia. Dari sisi linguistik, Nusantara pada dasarnya bermakna kumpulan gugusan kepulauan yang dalam bahasa Inggris disebut Archipelago. Dalam bahasa Sanksekerta Nusa bermakna Pulau dan antara dimaknai sebagai penghubung. Dengan begitu, kata ini merujuk pada satu wilayah kedaulatan negara yang terdiri dari gugusan pulau yang kini dikenal dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara dari sudut pandang sejarah, Istilah Nusantara sendiri ...
Read more 0

Inilah Cara Leluhur Islam Berdakwah!

Budaya
Berbeda dengan wilayah lain, kawasan Asia Tenggara yang di masa lalu dikenal dengan sebutan Nusantara memiliki pola dakwah yang khas. Sejak di tanah kelahirannya hingga di belahan Afrika dan Eropa dakwah Islam dilancarkan lewat pola kekuasaan. Dakwah disebarkan bersamaan dengan penaklukan wilayah, meskipun prinsip kebebasan berkeyakinan tetap menjadi dasar. Sementara di Nusantara, dakwah disampaikan lewat pola dan relasi yang ‘manusiawi’, yaitu lewat pendekatan kebudayaan. Cara-cara simpatik perlu dilakukan agar dakwah ...
Read more 0

Setia NKRI Watak Asli Pesantren

Keindonesiaan
Peran Pesantren (yang direpresentasikan oleh golongan ulama dan santri) tak pernah terpisahkan dalam sejarah Nusantara. Kontribusi Islam tidak hanya bisa dirunut di zaman kemerdekaan saja, tapi sudah ada jauh di masa-masa kerajaan dan kesultanan di Nusantara. Sumber-sumber sejarah yang menyebutkan soal ini bisa ditelesuri hingga sekitar abad 15 Masehi, sejak zaman Majapahit di pulau Jawa dan Samudera Pasai di Sumatera. Loyalitas Pesantren terhadap tanah air di bumi Nusantara beberapa kali ...
Read more 0

Akibat Nila Setitik, Rusak Pesantren Sebelangga

Keindonesiaan
Dalam kesusasteraan Nusantara, peribahasa menduduki nilai yang sangat penting. Peribahasa memuat ajaran moral dan nilai pendidikan yang patut dijadikan pegangan bagi masyarakat. Ia merupakan sebuah kata yang mudah diingat yang berisi perumpamaan tertentu yang terkait dengan perilaku sosial. Bagi masyarakat Nusantara, peribahasa “Akibat Nila Setitik Rusak Susu Sebelangga” sangatlah populer. Saya dan pasti juga anda mungkin pertama kali mendengar peribahasa itu semenjak duduk di bangku SD. Peribahasa tersebut ingin menggambarkan ...
Read more 0

Urusan Radikalisme Serahkan Pada Pemuda

Editorial
Pemuda adalah aset nasional sebuah bangsa. Di tangan kaum muda masa depan sebuah bangsa dipertaruhkan. Di belahan dunia manapun peran pemuda dinanti dan menjadi simbol perubahan. Anak muda menjadi harapan dunia. Tak terkecuali di Indonesia, anak muda mendapat posisi terhormat dan sering disebut sebagai calon penerus bangsa. Sejarah perjuangan republik mencatat hal itu. Sejak awal jelang kemerdekaan hingga saat ini anak muda Indonesia selalu urun rembug mewarnai kehidupan berbangsa dan ...
Read more 0
Translate »