Kamis, 27 Juli, 2017
Informasi Damai
Archives by: Imam Malik

Imam Malik

Imam Malik Posts

Antara Islam, Pancasila, dan Indonesia

Keindonesiaan
Sudah sepatutnya bagi kita untuk bersyukur, karena sebagai Muslim kita tinggal dan hidup di negara bernama Indonesia. Meskipun negara ini dipenuhi dengan penganut agama Islam terbesar di dunia, namun negara ini menggunakan ideologi pancasila, bukan ideologi berdasar pada tafsiran atas ajaran agama tertentu (formalisasi agama). Beberapa negara dengan basis penduduk Muslim yang kuat telah ‘mencoba’ melakukan formalisasi ajaran agama yang mereka sebut “syariat” itu, hasilnya justru diluar dugaan. Alih-alih memunculkan ...
Read more 0

Kembali ke Islam Nusantara

Video Damai
Laju radikalisme Islam yang kelompok radikal pertontonkan selama ini tidak bisa dihadang hanya dengan perdebatan pada ranah pemikiran saja, karenanya diperlukan sebuah upaya nyata untuk menggerakan seluruh lapisan masyarakat muslim di Indonesia untuk kembali pada Islam Nusantara. Ketika kelompok radikal mengusung semangat untuk meng-Arab-kan (Arabisasi) Islam, kita menghadangnya dengan wajah Islam yang telah mengakar dalam kebudayaan di Indonesia, yakni Islam Nusantara. Islam Nusantara adalah Islam yang telah menyatu dengan budaya, ...
Read more 0

Antara Cultural Unity dan Political Unity (2)

Keindonesiaan
Sementara itu, Political unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik yaitu bangsa yang telah bernegara. Negara baru perlu menciptakan identitas yang baru pula untuk bangsanya. Identitas itu merupakan identitas kebangsaan atau nasional negara yang bersangkutan. Identitas kebangsaan itu merupakan kesepakatan dari banyak bangsa (suku) didalamnya. Identitas itu bersifat buatan, sekunder, etis dan nasional. Identitas nasional itu dapat saja berasal dari identitas sebuah bangsa didalamnya yang selanjutnya disepakati sebagai identitas nasionalnya. ...
Read more 0

Antara Cultural Unity dan Political Unity (1)

Keindonesiaan
Pada Sabtu, 23 Juli 2011 lalu, saya menghadiri diskusi mingguan PMII Korp Pembebasan Fakutlas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga yang mengusung tema “Membumikan Bhineka Tunggal Ika” di Toman Caffe. Satu hal yang menarik adalah pertanyaan dari salah satu peserta diskusi asal Ponorogo. “Mas, pada dasarnya masyarakat Indonesia itu bingung menempatkan dirinya. Sebagai contoh, saya orang Jawa tulen sekaligus warga negara bangsa Indonesia. Satu sisi, saya memiliki stempel kesukuan saya, yakni Jawa. ...
Read more 0

Identitas Sebagai Konsekuensi Kultural-Politik (Bagian 2)

Keindonesiaan
Sekali lagi ditarik ke dalam konteks Indonesia: kedatangan kaum kolonial telah merebut kedaulatan Tuhan dari wakil-wakil-Nya di ranah dinasti-dinasi Nusantara. Lalu kesadaran kebangsaan (Indonesia) merebut kedaulatan tersebut dari tangan kaum kolonial, hingga Belanda secara harfiah menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia (1949). Tetapi, meskipun telah diserahkan, kedaulatan sebuah bangsa —bangsa baru bernama Indonesia— tetap tidak utuh, tidak tunggal, tidak pula homogen, sama tidak utuhnya dengan identitas kebangsaan. Pengalaman Indonesia khususnya di bawah ...
Read more 0

Identitas Sebagai Konsekuensi Kultural-Politik (Bagian 1)

Keindonesiaan
Sebagai makhluk budaya (Soerjono Soekanto, 1982, 46), manusia mencoba membangun identitas mereka dalam relasi sosial dan kultural mereka, untuk menegaskan posisi individual dan sosial suatu komunitas di hadapan orang atau komunitas lain. Identitas adalah representasi diri dimana seseorang atau masyarakat berupaya melihat dirinya sendiri, serta bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk budaya yang dalam praktik sosialnya berlangsung demikian kompleks, namun terkadang atau ...
Read more 0

Yang Kafir, Yang Menafikan Nilai Kemanusiaan

Keagamaan
Selama ini sebagian masyarakat—muslim—masih memahami term kafir sebagai sifat yang dilabelkan kepada orang-orang non-muslim, bahkan terhadap muslim yang dinilai sesat dan bertentangan dengan mainstream. Pemahaman tersebut tentu tak lepas dari cara atau metode dalam memahami suatu doktrin, dalam hal ini adalah doktrin Islam yang terkandung dalam al-Quran dan al-Hadis/al-Sunnah. Ketika cara memahaminya saja keliru, maka secara otomatis hasil pemahamannya pun keliru. Kondisi seperti inilah yang terjadi di negara kita. Diakui ...
Read more 0

Resolusi Konflik Perspektif al-Quran

Keagamaan
Konflik dan manusia, keduanya tidak dapat dipisahkan. Oleh karena konflik merupakan bagian dari keniscayaan dalam kehidupan (min lawazim al-hayat) manusia. Maka tidak berlebihan jika sebagian pakar mengatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah konflik. Namun bukan berarti bahwa konflik dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya untuk mengelola dan meredamnya. Maka tulisan ini mencoba menggali spirit dalam mengelola dan meredam konflik tinjauan al-Quran. Pandangan Ontologis al-Quran Dalam al-Qur’an ada beberapa term yang ...
Read more 0

Agar Tidak Salah Memaknai Hijrah

Keagamaan
Malam itu ketika kami sedang duduk santai di Masjid Raya Bogor, tiba-tiba datang seorang pemuda menghampiri kami, tanpa basa-basi ia langsung berkata; “Saya sudah siap berhijrah”. Kami sempat termenung sejenak sambil mengamati pemuda itu, dari sekilas pandang tampak bahwa pemuda ini memiliki fisik tegap dan tampak ideal sebagai seorang anggota pasukan tempur. Belakangan kami baru tahu alasan pemuda itu mendatangi kami adalah karena Ia beranggapan kami bisa membawanya ke Filipina ...
Read more 0

Spekulasi Menjauhkan Persoalan dari Solusi

Keindonesiaan
Minggu ini publik Indonesia dikejutkan oleh dua aksi kekerasan. Aksi pertama adalah penembakan dan peledakan di beberapa tempat penting di Paris Perancis pada Jumat 13 November lalu, sementara aksi kedua terjadi pagi ini 16 Nopember 2015 sekitar pukul 4.20 pagi tadi di pos gedung Multi Piranti Graha yang berlokasi di Jalan Radin Inten II Kav 8 No.2, Duren Sawit, Jakarta timur. Keduanya sangat mengagetkan, mengerikan dan menebar ketakutan. Sampai saat ...
Read more 0
Translate »