Minggu, 22 September, 2019
Informasi Damai
Archives by: Muchlas Jaelani

Muchlas Jaelani

Muchlas Jaelani Posts

Kontra Propaganda Melalui Pendidikan Interreligius

Suara Kita
Jaringan kelompok radikal di Indonesia terus berdiaspora. Melalui propaganda, banyak WNI yang terhasut menjadi partisan mereka. Sementara, pemerintah tidak memiliki aksesibiltas yang cukup untuk menggalang “ide damai” ke setiap sudut pelosok daerah. Meski internet telah memangkas batas teritori yang memungkinkan setiap pengguna bertatap muka secara virtual, tetapi, seperti disebut James Brook dalam Resisting the Virtual Life, komunikasi virtual selalu bersifat destruktif. Kabar terakhir, Datasemen Khusus 88 Antiteror bersama Kemensos memulangkan ...
Read more 0

Menjadi Netizen yang Saleh

Suara Kita
Kuasa media—terutama media sosial—seperti telah menyibak integrasi warga. Masyarakat seperti terpecah pada kungkungan polarisasi opini yang terbangun dari informasi elektronik. Media sosial seperti dua mata pedang: selain satu sisi memiliki kontribusi positif bagi masyarakat, pada sisi lain juga begitu mudah disalahgunakan. Seperti fenomena mutakhir yang nyaris mendekte keutuhan NKRI. Keterlibatan media daring di setiap segi kehidupan memang menjadi penanda peralihan etos dan budi masyarakat. Tentu saja, media sosial bisa secara ...
Read more 0

Patriotisme Santri Melawan Propaganda

Suara Kita
Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, kiranya telah memacu spirit publik. Penetapan itu bukan sekadar mengkristalkan kaleidoskop siklik, tetapi lebih substantif, ia menjadi bukti sejarah bahwa santri memiliki kontribusi riil dalam mempertahankan NKRI. Secara sederhana, Hari Santri adalah justifikasi historis atas prinsip patriotisme kalangan tradisionalis Muslim (kiai-santri) tempo dulu. Mereka menanggalkan ‘nafsu personal’ untuk secara integral-masif merebut kedaulatan dari para koloni. Merekalah yang ...
Read more 0

Puasa dan Nostalgia Atas Surga

Suara Kita
Dalam The Myth of the Eternal Return, Mircea Eliade menelisik dengan detail perilaku keberagamaan seseorang. Pemaknaan final atas teks dan wahyu, bagi Eliade, akan berindikasi pada praktik ‘tak elok’ penganut agama. Buktinya, respon sempit yang tak jarang menelurkan anarki, kekerasan, dan konflik, memang banyak ditampakkan oleh mereka yang mendaku diri sebagai ‘jihadis’. Populerlah istilah ‘terorisme’—terutama sejak serangan 11 Septermber 2011 silam di New York—yang mafhum dikait-identikkan dengan doktrinasi agama. Kronik ...
Read more 0
Translate »