Minggu, 18 November, 2018
Informasi Damai
Archives by: Muhammad Itsbatun Najih

Muhammad Itsbatun Najih

Muhammad Itsbatun Najih Posts

Berbagi Tanpa Pilih-pilih Lahirkan Solidaritas Universal

Berbagi Tanpa Pilih-pilih Lahirkan Solidaritas Universal
Suara Kita
Dalam setiap agama, ada ajaran untuk memberikan sebagian harta kepada yang sangat membutuhkan. Agama, tidak memperbolehkan  jurang si kaya dan si miskin terlalu lebar. Dalam Islam, secara sarih dinyatakan, perintah berderma merupakan kewajiban. Harta yang diperoleh dengan jerih payah itu, tetap ada hak untuk si fakir yang mesti dibayar. Agama hakikatnya melarang konsentrasi penumpukan modal yang berkisar pada segelintir orang. Dalam aspek sosiologis, fenomena tersebut melahirkan kecemburuan sosial dan ketimpangan ...
Read more 0

Puasa Mengakrabkan Pergaulan Siber

https://jalandamai.org/memupuk-solidaritas-virtual-hindari-perpecahan.html
Suara Kita
Sebagaimana termaktub dalam Alquran, tujuan berpuasa tidak lain untuk membentuk pribadi bertakwa. Yakni, adanya kesantunan dan perangai luhur melakoni kehidupan sehari-hari. Imbas ketakwaan mesti berjalan dua arah. Selain makin akrabnya bersinggungan hubungan vertikal, juga tak kalah penting, adanya kebaikan horizontal. Terutama sekali, ritus agama ini menghendaki adanya pemupukan rasa solidaritas/kepekaan terhadap sesama. Dalam suatu hari di bulan Ramadan, Nabi Saw menjumpai seseorang yang menghardik hamba sahayanya. Melihat hal itu, baginda ...
Read more 1

Cinta sejak dalam Pikiran

Cinta sejak dalam Pikiran
Suara Kita
Car Free Day merupakan simbolitas bahwa dalam satu hari itu, di pagi itu, sejenak masyarakat kota yang sehari-hari terliputi kebisingan kendaraan dan polusi udara, dapat mengehela udara segar. Seremonial macam itu menjadi pengingat pentingnya udara bersih dan timbul hasrat untuk meninggalkan kendaraan pribadi. Kiranya spirit yang sama kita dapatkan dari terminologi adagium Hate Free Day pada editorial Jalan Damai (7/5). Pada hari-hari ini, kita pun terliputi aneka kebisingan dan kegaduhan ...
Read more 0

Perempuan dan Literasi Kemajuan Bangsa

Suara Kita
Dalam sebuah adagium Arab teruar: al-umm madrasatul ula, Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Pada fase 0-5 tahun yang oleh para pakar parenting disebut golden age itu, peran seorang Ibu teramat urgen. Dekapan, sentuhan, dan pola asuh seorang Ibu merupakan fitrah di mana bakal berimbas pada tumbuhkembang seorang anak hingga membekas di usia dewasa kelak. Karena itu, kiprah Ibu dalam konteks domestik macam itu, justru di samping berderajat mulia, juga ...
Read more 0

Akar Musyawarah dalam Demokrasi Pancasila

Akar Musyawarah dalam Demokrasi Pancasila
Suara Kita
Dalam pelbagai hikayat tempo dulu, lakon musyawarah telah tertampil sebagai identitas asasi para leluhur kita. Dalam amatan seksama, meski berbentuk kerajaan alias monarki, raja-raja Nusantara tak bisa melepaskan titahnya begitu saja tanpa terlebih dahulu bermusyawarah dengan para menteri dan mahapatih. Padahal, sistem bentuk kerajaan  secara leluasa menghasratkan keluasan penuh apapun perintah sang raja. Raja bisa saja bertindak otoritarian. Kerajaan Demak bahkan mempunyai semacam dewan yang berperan sebagai penasihat khusus; terdiri ...
Read more 0

Kembali ke Pancasila

Suara Kita
Lima sila Pancasila merupakan perasan dari laku luhur dan identitas masyarakat Nusantara yang telah menubuh, mendaging, dan diwariskan hingga saat sekarang. Apalagi, menurut Budiman Sujatmiko (2016), Pancasila juga disaripatikan dari pergumulan umat manusia di pelbagai belahan dunia. Ide dan gagasan yang menguar dalam rentang berabad-abad macam sekular dan sosialis, diambil yang baik-baik dan dibuang yang buruk-buruk; lantas disesuaikan kultur masyarakat Indonesia. Kita memafhumi  hal itu lantaran para pendiri bangsa Indonesia ...
Read more 0

Kiai Nyentrik Membela Pemerintah

Kiai Nyentrik Membela Pemerintah
Suara Kita
Judul di atas saya cuplik dari buku karangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur secara mendalam mengisahkan relasi para kiai kharismatik dengan pemerintahan saat itu, Orde Baru. Gus Dur memotret sisi lain penyikapan kiai atas lika-liku kebijakan Orba. Para kiai disebut nyentrik oleh Gus Dur, boleh jadi memberikan artian kepada kita bahwa kiai tidak melulu berurusan dengan santri dan pengajian (ukhrawi). Para kiai “diam-diam” juga berkecimpung di ranah politik ...
Read more 1

Pesantren, Kearifan Indonesia yang Mengglobal

Pesantren, Kearifan Indonesia yang Mengglobal
Suara Kita
Moderatisme keislaman masyarakat Indonesia tidak tumbuh tiba-tiba. Ada variabel di mana inklusivitas keberagamaan tidak bisa dilepaskan dari peran pesantren. Sebagian pesantren berumur jauh lebih tua ketimbang usia negeri ini. Bahkan kelahiran republik ini, pesantren turut membidani. Diktum Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim Asyari dan ikhtiar lahir-batin para kiai dan santri membuka lebar sudut pandang sejarah bahwa pesantren dan Indonesia/Nusantara merupakan tali-temali yang erat. Pesantren adalah kekhasan dan mutiara bagi Indonesia. ...
Read more 0

Maaf “Boleh”, Lupa “Jangan”

Maaf “Boleh”, Lupa “Jangan”
Suara Kita
Dalam sebuah wawancara di televisi beberapa tempo silam, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah merumuskan cara terbaik menyelesaikan sengkarut konflik-dendam yang dikemasnya secara manusiawi dan berkeadilan. Dalam konteks ketika ditanya perihal terhadap pihak-pihak yang pernah memperlakukannya dengan tidak patut, Guru Bangsa itu dengan jiwa besarnya sudah memaafkan. Namun, tidak bisa melupakan perilaku mereka: “Maaf, ya. Lupa, tidak,” ujarnya. Kesalahan dan kealpaan merupakan sisi lain manusia. Namun, oleh Gus Dur, beliau ...
Read more 1

Rekonsiliasi Kembalikan Harmonisasi Kehidupan Berbangsa

Suara Kita
Acara bertajuk Silaturahmi Kebangsaan NKRI itu sukses dihelat, akhir Februari 2018. Diadakan BNPT, gelaran ini menghadirkan komitmen rekonsiliasi antara para korban dan mantan pelaku aksi teror. Ada permaafan dan kerelaan hati mengubur masa lalu yang kelam. Menyingsingkan dendam, meredam amarah yang terpendam. Kita bisa menyebut para korban oleh serangkaian aksi teror di Indonesia tersebut sebagai pahlawan kemanusiaan dan pelopor perdamaian. Tidak mudah mengambil sikap sedemikian mulia itu. Betapa pedih penderitaan ...
Read more 0
Translate »