Senin, 24 Juli, 2017
Informasi Damai
Archives by: Muhammadun

Muhammadun

Muhammadun Posts

Ormas dan Masa Depan Kebhinekaan

Suara Kita
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas). Perppu ini mengundang pro-kontra, padahal Perppu ini ditujukan untuk mengantisipasi kegiatan ormas yang dinilai mengancam eksistensi bangsa dan menimbulkan konflik. Negara jangan sampai dikalahkan sekelompok manusia yang mempermainkan ideologi negara. Perppu ini membangun organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi penjaga gawang ...
Read more 0

Kebhinekaan dan Toleransi sebagai Pondasi Indonesia Raya

Suara Kita
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. al-Hujurat, ayat 13) Ayat ini sangat penting menjadi refleksi hari lahir BNPT ke-7. Tantangan berat ihwal kebhinekaan akhir-akhir ini mengalami pergolakan ...
Read more 0

Idul Fitri, Persaudaraan, dan Visi Peradaban Bangsa

Suara Kita
Idul Fitri mempunyai makna penting dalam gerak kebangsaan kita. Terlebih di tengah persaudaraan kebangsaan yang terkoyak akibat nilai-nilai luhur ajaran agama semakin diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sampai kekerasan, terorisme, dan bom bunuh diri dilakukan: bukti bahwa sebagian dari kita Islam kehilangan kasih sayang. Prof. Quraish Shihab (2015) menegaskan bahwa dalam beragama manusia mesti menggali makna terdalamnya, yakni akhlaq. Semua ritual ibadah yang dijalankan manusia tersimpan makna akhlaq yang sangat ...
Read more 0

Keislaman dan Keindonesiaan: Mengakar ke Bumi, Menjulang ke Langit

Suara Kita
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim, ayat 24). Ayat ini sangat inspiratif untuk menggambarkan sinergi keislaman dan keindonesiaan. Islam rahmatan lil’alamin dapat digambarkan, salah satunya, dengan Islam yang mengakar kuat di bumi Nusantara, sementara berkah dan tampilannya berwarna-warni memberikan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seluruh bangunan wajah Islam Nusantara menjadi bukti nyata ...
Read more 0

Ramadan, Membumikan Pancasila sebagai Etos Bernegara

Suara Kita
Bulan ramadan merupakan momentum istimewa untuk membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai etos bernegara. Keseharian ramadan adalah keutamaan yang mengantarkan umat Islam sebagai individu yang berkomitmen menegakkan Pancasila. Momen sejarah sudah mengabarkan bahwa komitmen menegakkan Pancasila digaungkan dalam Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, yang juga terjadi di bulan ramadan. 18 Agustus 1945, Pancasila disahkan sebagai dasar negara, juga dalam momentum ramadan. Atas prakarsa Bung Karno tradisi halal bi halal atau syawalan dimulai ...
Read more 0

Ramadan, Teror, dan Jihad Umat Islam Indonesia

Suara Kita
Rasulullah SAW pada suatu waktu kembali dari peperangan, kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kita kembali dari jihad kecil kepada jihad besar.” Para sahabat bertanya, “Apa itu jihad besar?” Nabi menjawab, “Yaitu jihad melawan hawa nafsu.” (HR. Al-Baihaqi). Hadits Nabi ini sangat penting untuk direfleksikan semua umat Islam Indonesia. Selepas perang yang penuh kecamuk, Nabi justru menegaskan itu sebagai jihad kecil. Ini disampaikan Nabi ketika perang Badar, padahal umat Islam saat ...
Read more 0

Bom dan Masa Depan Kebhinekaan

Suara Kita
Usaha serius terus dilakukan semua elemen bangsa kita dalam menjaga kebhinekaan. Pemerintah sendiri juga terus menggalakkan program untuk menguatkan tekad NKRI dalam membangun masa depan dengan penuh warna-warni, alias kebhinekaan. Tetapi, ada saja ulah sebagian masyarakat yang terus mengoyak wajah kebhinekaan kita. Salah satunya adalah bom. Bom bukan saja membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain, tetapi bom juga membunuh masa depan kebhinekaan kita. Bom telah merobek wajah harmoni dan ...
Read more 0

Dokter Sutomo dan Akar Kebangkitan Kaum Muda Bangsa

Suara Kita
“Berhasil dan tidaknya usaha ini hanya bergantung pada kesungguhan hati kita, bergantung pada kesanggupan kita bekerja. Saya yakin bahwa nasib tanah air di masa depan terletak di tangan kita” (Dokter Sutomo, 1908) Kalimat itu diucapkan Dokter Sutomo pada Minggu, 20 Mei 1908, di hadapan para anak muda / mahasiswa yang masih belajar di STOVIA Jakarta. Dokter Sutomo kalau bicara biasa-biasa saja, tetapi ketika menyangkut nasib bangsanya, ia tampil dengan sepenuh ...
Read more 0

Ideologi Transnasional dan Khittah Indonesia 1945

Suara Kita
“Dalam upaya memperbaiki kehidupan berbangsa di tengah kegalauan globalisasi ini, kita harus kembali membangun karakter dan jati diri bangsa ini, kembali ke khittah Indonesia 1945.  Yaitu kembali ke semangat Proklamasi, kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan berpegang pada amanat pembukaan UUD 1945. Ini semua untuk menciptakan Negara yang berdaulat, adil dan makmur” Pernyataan ini ditegaskan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj dalam Munas Alim Ulama’ NU di Cirebon, 2012. Kang Said, ...
Read more 0

Ahmad Wahib, Inspirasi Mahasiswa, dan Pergolakan Radikalisme

Tokoh
“Siapa dapat mengatakan menjadi muslim bergolak dan pemberontak seperti Ahmad Wahib ini lebih rendah kadar dari ‘kemusliman’ mereka yang tidak pernah mempertanyakan kebenaran agama mereka sekalipun?” Ini pernyataan Gus Dur memberikan komentar terhadap buku “Pergolakan Pemikiran Islam” karya Ahmad Wahib yang disunting oleh Djohan Efendi dan Ismed Natsir, terbitan LP3ES tahun 1993. Gus Dur memberikan apresiasi tinggi kepada Wahib atas naluri pembaharuannya dalam pergolakan pemikiran Islam. Wahib sosok anak muda ...
Read more 0
Translate »