Senin, 23 September, 2019
Informasi Damai
Archives by: Muhammadun

Muhammadun

Muhammadun Posts

Hijrah, Intoleransi dan Persaudaraan Berbangsa

Hijrah, Intoleransi dan Persaudaraan Berbangsa
Suara Kita
Hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah pada usianya ke-52 tahun merupakan salah satu fenomena paling bersejarah dalam Islam. Tahun baru 1340 hijriyah sekarang ini sangat tepat menjadi refleksi di tengah gejolak media sosial dan isu intoleransi. Masyarakat saat ini mudah sekali terprovokasi hoax dan fitnah, bahkan tidak sedikit yang memainkan isu SARA untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Akhirnya, banyak tragedi intoleransi antar sesama yang mengakibatkan konflik horisontal ...
Read more 1

KH Achmad Siddiq, Pancasila, dan Konsep “Amanu wa ‘Amilus Sholihat”

Suara Kita
“Kyai, bagaimana hukumnya Pancasila di Indonesia.” Pertanyaan ini disampaikan KH Achmad Siddiq, Rais Aam PBNU 1984-1991. Pertanyaan iniah yang mengawali lahirnya konsep hubungan Islam dan Pancasila dalam Munas Alim Ulama’ NU di Situbondo tahun 1983. Bagaimana jawaban KH Achmad Siddiq atas pertanyaan itu? “NU menerima Pancasila berdasar pandangan syari’ah. Bukan semata-mata berdasar pandangan politik. Dan NU tetap berpegang pada ajaran aqidah dan syariat Islam. Ibarat makanan, Pancasila itu sudah kita ...
Read more 0

Mengorbankan Egoisme, Meneguhkan Kepedulian Sosial

Suara Kita
Hari Raya Idul Adha merupakan momentum mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam membuktikan keimanannya. Keduanya sosok hamba terpilih, seimbang nafsu dalam diri langsung tunduk di hadapan wahyu Allah SWT. Nabi Ibrahim benar-benar ta’at kepada wahyu yang sampai kepadanya. Sementara Ismail juga ta’at atas wahyu yang diterima ayahnya, sekaligus wujud baktinya kepada orang tua. Nabi Ibrahim mengajarkan kepada umat manusia untuk tulus dalam mengorbankan jiwa dan raganya untuk kepentingan ...
Read more 2

Haji dan Jihad Menegakkan Spirit Kebangsaan

Haji dan Jihad Menegakkan Spirit Kebangsaan
Suara Kita
Menjelajah latar kesejarahan haji di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari latar kesejarahan haji di Arab sendiri. Haji telah dijalankan oleh Nabi Adam. Beliau membangun sendiri Ka’bah: rumah ibadah pertama di dunia. Nabi Ibrahim melanjutkan ajaran tersebut setelah membangun kembali Ka’bah bersama putranya, Ismail. Sedangkan Nabi Muhammad, sebelum menjadi rasul, juga berperan dalam restorasi rumah Tuhan, sehingga disebut al-Amin (yang terpercaya), juga diperintahkan haji di Ka’bah. Jejak-jejak haji Nabi Muhammad merupakan ...
Read more 1

Membumikan Toleransi dengan Meneguhkan Pancasila di Dunia Maya

Membumikan Toleransi dengan Meneguhkan Pancasila di Dunia Maya
Suara Kita
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya setiap musim, dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpaan-perumpaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tegak sedikit pun.” (Q.S. Ibrahim: 24-26) Pancasila, akhir-akhir ini semakin tidak ...
Read more 3

Ulama’ Guru Bangsa: Meneguhkan Pancasila untuk NKRI Tercinta

Ulama’ Guru Bangsa: Meneguhkan Pancasila untuk NKRI Tercinta
Suara Kita
Salah satu yang memberikan kontribusi dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah para ulama. Mereka di berbagai pelosok desa dan juga di berbagai belahan kota melakukan perlawanan sengit terhadap penjajah. Usai penjajah “minggat” dari bumi Nusantara, mayoritas ulama’ kemudian mendirikan pondok pesantren untuk mendidik anak bangsanya. Para ulama’ tak bisa dilepaskan dari jama’ahnya. Pola pergerakan dan pelayanan kepada publik selalu menyesuaikan apa saja kebutuhan dan keinginan masyarakat setempat. Jangan ...
Read more 1

Menginternalisasikan Nilai Pancasila dalam Khutbah Jum’at

Menginternalisasikan Nilai Pancasila dalam Khutbah Jum’at
Suara Kita
Momentum hari Jum’at memang sangat istimewa. Sampai Imam Al-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, dua ulama’ besar pendiri mazhab, meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits Rasulullah yang menegaskan bahwa “rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jum’at. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya fitri.” Penegasan Rasulullah ini sangat penting untuk digarisbawahi. Bukan semata memang ada nilai ruhaniyah yang sangat tinggi di hari Jum’at, tetapi ...
Read more 1

Maulid Nabi, Nilai Kepemimpinan, dan Persaudaraan Kebangsaan

Maulid Nabi, Nilai Kepemimpinan, dan Persaudaraan Kebangsaan
Suara Kita
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi refleksi penting bangsa ini dalam menegakkan etos kepemimpinan bangsa. Kepemimpinan bukan sekedar atribut dan pangkat dalam birokrasi atau partai politik. Kepemimpinan merupakan gerak hidup manusia untuk selalu berdiri tegak membangun diri sendiri dan bangsa. Dalam kepemimpinan, tak ada kepentingan sesaat, karena kepentingan jangka panjang dan kepentingan bangsa harus selalu di depan. Bangsa Indonesia membutuhkan referensi etos kepemimpinan. Semangat kerja yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo ...
Read more 1

Kontekstualisasi Makna Hijrah untuk Persatuan Bangsa

Kontekstualisasi Makna Hijrah untuk Persatuan Bangsa
Suara Kita
Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah menuju Madinah merupakan babak baru perjuangan dan kehidupan. Mereformasi masyarakat Madinah menjadi sebuah masyarakat yang penuh keadilan, kedamaian, dan kemajuan merupakan capaian besar Rasulullah dalam membangun sebuah peradaban yang mampu menjadi referensi bagi masyarakat global. Hasilnya, Rasulullah sukses besar, mampu menjadikan Madinah sebagai prototype pemerintahan yang maju dan modern, bahkan terlalu modern untuk ukuran jaman saat itu. Momentum hijrah ini sangat tepat dijadikan refleksi di tengah ...
Read more 0

Piagam Madinah dan Pancasila: Pribumisasi Nilai Agama dalam Persatuan Bangsa

Piagam Madinah dan Pancasila: Pribumisasi Nilai Agama dalam Persatuan Bangsa
Suara Kita
“Proses penerimaan terhadap Pancasila bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bernegara. Pancasila bukan bermaksud menggusur Islam, malah menyuburkan.” (KH Abdurrahman Wahid) Pernyataan itu ditegaskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam buku “Islamku, Islam Anda, Islam Kita.” Di sini, sangat tegas bahwa Pancasila itu adalah kesadaran masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Umat Islam justru yang menjadi pelopor lahirnya Pancasila, makanya Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. “Malah menyuburkan,” kata ...
Read more 0
Translate »