Minggu, 21 Januari, 2018
Informasi Damai
Archives by: Nurul H Maarif

Nurul H Maarif

Nurul H Maarif Posts

Bagaimana Alquran Merespon Hoax?

Suara Kita
Suatu ketika, al-Harits bin Dhirar al-Khuza’i, pimpinan Bani Musthaliq, menghadap Rasulullah Saw untuk mengikrarkan keislamannya. Iapun mengucap dua kalimah syahadat. Rasulullah Saw lalu mengajaknya membayar zakat. Ia menyanggupinya seraya berkata: “Ya Rasul, aku akan pulang ke kampungku untuk mengajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Orang-orang yang mengikuti ajakanku, aku akan kumpulkan zakatnya. Apabila telah tiba waktunya, kirimlah utusan untuk mengambil dana zakat yang telah aku kumpulkan.” Sesuai waktu yang ...
Read more 0

Peran Agama Mendialogkan Perbedaan

Suara Kita
Secara fitrah, agama apapun yang ada di muka bumi ini niscaya mengajarkan kebaikan dan cinta kasih pada seluruh alam. Jika nyatanya pemeluk agama justru mengajarkan berbagai kekerasan atau kebencian, dengan aneka kepentingan pragmatis di baliknya, maka sejatinya ia telah keluar dari ruh dan jiwa utama agama. Peran agama untuk menyatukan sesama menjadi hilang. Dalam konteks inilah, ketika berada dalam genggaman orang-orang yang salah dan memiliki kepentingan pragmatis, agama yang semestinya ...
Read more 0

Yang Muda, Yang Membela Bangsanya

Suara Kita
Pujangga asal Mesir, Syeikh Musthafa al-Ghulayaini, menyatakan: “Inna fi yadd al-syubban amr al-ummah wa fi aqdamihim hayataha / Sungguh, di tangan para pemudalah urusan umat ini. Dan di bawah kaki pemudalah hidup mereka.” Sebab, syubban al-yaum rijal al-ghadd / the young today is the leader tomorrow. Pemuda hari ini adalah pemimpin esok hari yang menentukan arah bangsa. Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah menyatakan dengan lantang: “Beri aku 1000 orang ...
Read more 0

Komitmen Santri Bela NKRI

Suara Kita
Sejak tiga tahun lalu, secara resmi Pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan ini tentu bukan tanpa alasan, apalagi sekedar main-main untuk menyenangkan hati kalangan pesantren. Penetapan ini telah melalui kajian yang serius nan mendalam terkait peran penting pesantren membela NKRI, khususnya terkait Resolusi Jihad yang digemakan oleh Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Tak heran, sejak tiga tahun itu, di setiap momen 22 Oktober, komunitas pesantren tiada absen menggelar berbagai ...
Read more 0

Bela Negara Perspektif Alquran-Hadis

Suara Kita
Hubb al-wathan min al-iman (cinta tanah air sebagian dari iman), menjadi jargon yang terus menggema di kalangan warga nahdhiyyin, yang menjadi warna tersendrii bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri – yang oleh Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Indonesia (2017) disebut sebagai – “zamrud toleransi” ini. Jargon yang bermuara pada KH. Muhammad Hasyim Asy’ari ini benar-benar menjadi pemicu dan pemancik kecintaan yang mendalam pada diri kaum sarungan khususnya dan ...
Read more 0

Siapa Menyembah Pancasila?

Suara Kita
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Ini mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Juga setelah melalui berbagai rumusan dan perdebatan. Dan dalam perkembangannya, 1 Oktober senantiasa diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, karena ia dinilai mampu “menyelamatkan” situasi horor peristiwa G 30 S PKI, 1965. Dilihat dari waktu ...
Read more 0

Jihad Mempertahankan Kebhinnekaan

Suara Kita
Ini menarik! Ramadan sejatinya tidak mengajarkan kemalasan. Juga tidak menganjurkan mengurangi aktivitas keseharian, kecuali jika sangat diperlukan. Ramadan tidak ubahnya bulan-bulan yang lain. Perbedaannya hanya terletak pada puasa. Coba tengok histori ke belakang! Rasulullah Saw bersama para shahabat menjalani Perang Badar pada Ramadan. Ini perang pertama sekaligus terberat dan melelahkan. Pasukan muslim tak lebih 313 personil, sementara pasukan musuh lebih 1000 personil. Persenjataan kaum muslim sangat terbatas, jauh dari lengkap. ...
Read more 0

Beragama Namun Terpecah-belah?

Suara Kita
Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang terdiri dari aneka keragaman yang sungguh mengagumkan: agama, suku, ras, ormas keagamaan, afiliasi politik dan sebagainya. Dengan keragaman yang ada, potensi terjadinya konflik tentu terbuka lebar. Dan nyatanya, beberapa konflik yang dilatari oleh perbedaan itu masih saja terjadi. Bahkan akhir-akhir ini, keretakan kecil muncul karena perbedaan ideologi keagamaan. Yang ngebet mendirikan negara impian khilafah berseteru dengan yang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ...
Read more 0

Negeri Khayalan Bernama Khilafah

Suara Kita
Beberapa waktu lalu, di Stasiun Tanah Abang Jakarta, saya melihat serombongan wanita berjilbab panjang membawa spanduk seruan penegakan khilafah. Mereka membagi-bagikan bendera kecil yang disebutnya Liwa’ al-Nabi (bendera Nabi) pada anak-anak kecil yang tak tahu apa-apa. Bendera bertuliskan la ilaha illa Allah, itu dibagikan sembari berpoto selfi di dalam kereta dan di beberapa tempat di sekitaran stasiun. Fenomena itu sesungguhnya juga terjadi di banyak tempat, termasuk di kampus-kampus Islam maupun ...
Read more 0

Mengerikannya Teror Pemikiran

Suara Kita
Akhir-akhir ini, energi kaum muslim benar-benar terkuras menghadapi Pilkada DKI Jakarta. Yang terbaru tentu saja hiruk-pikuk kesaksian Kiai Ahmad Ishomuddin (intelektual muda Nahdhatul Ulama asal Lampung), terkait pandangannya atas Qs. al-Maidah: 51 yang dinilai sebagian kalangan telah melawan, melabrak dan bahkan menentang pandangan mainstream para kiai sepuh di lingkungan Nahdhatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI); dua ormas keagamaan besar yang menjadi tempatnya beraktivitas. Tidak hanya pandangannya yang dinilai ...
Read more 0
Translate »