Awas Bahaya NII Terhadap Keutuhan NKRI!

Awas Bahaya NII Terhadap Keutuhan NKRI!

- in Suara Kita
518
0
Awas Bahaya NII Terhadap Keutuhan NKRI!

Beberapa waktu lalu, publik sempat dihebohkan kembali dengan kemunculan gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Itu setelah NII diduga tengah membaiat sebanyak 59 anak di Garut untuk mengikuti keyakinan mereka. Kabar ini mencuat ke permukaan pasca salah satu orang tua anak yang dibaiat melaporkan ihwal perubahan akan perilaku atau sikap anaknya yang “mengkafirkan keberadaan kelompok lain”, dan bahkan menuduh pemerintah sah sekarang sebagai thogut yang wajib diperangi. (Kompas, 9/10/21)

Fakta ini menunjukkan bahwa; gerakan radikalisme atas-nama agama semakin masif di negeri ini. Itu artinya, bangsa Indonesia masih berada dalam bayang-bayang kelompok yang sedari awal berupaya untuk merongrong dan mengubah konsensus nasional (Pancasila dan NKRI), dengan bermaksud menggantinya kepada sistem pemerintahan ala Islam (Daulah Islamiyah) sesuai dengan paham mereka.

Pada awal kemunculan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) ini, sekurang-kurangnya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor: pertama, pemahaman akan ajaran Islam yang tidak komprehensif, kedua, sosio-kondisi masyarakat kala itu menurut mereka dianggap penuh dengan ketidakadilan, dan ketiga, adanya indikasi bahwa terdapat kelompok tertentu yang secara sengaja tidak ingin melihat perkembangan Islam berjalan dengan baik. (Furqon Syarif Hidayatullah, Strategi Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Aliran Sesat di Indonesia, hlm. 511)

Tidak heran, apabila NII dianggap bukanlah persoalan kebangsaan yang terbilang baru. Sebab, sejak kali pertama didirikannya oleh Sukarmadji Maridjan Kartosoewiryo pergerakan dari kelompok ini sempat dibendung pemerintah. Namun demikian, sebagai sebuah ideologi pergerakan mereka tidak mati dan bahkan sepak terjang serta pemikirannya yang dikenal radikal dan anti NKRI seakan menemukan momentumnya kembali kiwari.

Yang tidak kalah ironisnya, gerakan NII kerap memanfaatkan agama sebagai “power” untuk memantik masyarakat supaya mengikutinya. Apalagi bagi masyarakat kelas bawah yang dikenal sebagai orang awam, sangat mudah sekali untuk merekrutnya. Tak ayal, mereka selalu menjadikan pengajian baik di level pendidikan maupun masyarakat sebagai instrumen guna mewujudkan agenda-agendanya.

Dengan demikian, jelaslah eksistensi NII di negeri ini merupakan ancaman nyata bagi bangsa Indonesia yang patut diwaspadai dan dibendung, baik oleh pihak yang berwajib maupun seluruh elemen bangsa. Karena, bukan sekadar mengancam terhadap keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia melainkan juga terhadap kesatuan dan keutuhan NKRI dibawa naungan Pancasila.

Oleh karenanya, pelbagai upaya perlu dilakukan untuk membendung laju gerakan NII secara khusus dan kelompok-kelompok lainnya secara umum. Diantara yang patut dilakukan dan digalakkan serta disosialisasikan kepada seluruh masyarakat adalah: Pertama, pentingnya sikap moderasi beragama. Hal ini menjadi urgen karena, moderasi beragama merupakan suatu sikap dan model praktik beragama secara tidak berlebihan. Dengan kata lain, sikap ini tidak melahirkan adanya klaim kebenaran tunggal dengan menganggap diri atau kelompoknya paling benar dan tidak menjadikan teks kitab suci sebagai justifikasi atas tindakan anarkisnya.

Kedua, penguatan dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam kelima sila, mengandung nilai universal yang mencakup terhadap segala aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara tidak terkecuali sistem pemerintahan dan tata-kelola negara Indonesia harus berlandaskan pada Pancasila. Pun, Pancasila mengamanatkan kepada seluruh warganegara Indonesia tanpa melihat suku, agama, ras dan budaya untuk selalu memiliki sikap toleran, adil, saling menghargai antar seluruh umat dan lain sebagainya.

Dengan demikian, sudah menjadi tugas dan tanggung-jawab bersama untuk menjaga terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia dari gempuran pelbagai kelompok-kelompok yang sedari awal berupaya memecah-belah dan menghancurkan bangsa ini. Bahkan, keberadaan kelompok tersebut (NII dan lain-lain) merupakan musuh bersama yang harus diberantas sampai ke-akar-akarnya. Mengingat dampak yang ditimbulkan begitu besar pengaruhnya bagi negeri ini. Wallahu A’lam

Facebook Comments