Belajar dari Akhlak Mulia Para Pahlawan Bangsa

Belajar dari Akhlak Mulia Para Pahlawan Bangsa

- in Suara Kita
1005
0
Belajar dari Akhlak Mulia Para Pahlawan Bangsa

Seandainya, para pahlawan bangsa di masa lalu mengedepankan egoisme, penuh sentiment keagamaan, membeda-bedakan ras, suku dan bahasa. Niscaya kemerdekaan bangsa ini tidak akan pernah tercapai. Sebab, kemerdekaan bangsa ini mampu tercapai, karena para pahlawan bangsa memiliki (kesadaran kolektif). Mampu meluweskan egonya untuk bisa bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Maka, kesadaran yang semacam ini, saya kira tidak terlepas dari (akhlak mulia) yang menjembataninya. Hingga, kesadaran itu mampu membuat sebuah keputusan yang bijaksana dan mempertimbangkan kepentingan banyak orang. Sebab, akhlak mulia itu tidak akan pernah menjadikan manusia egois, individualis atau-pun penuh dengan kebencian dan tidak mau bersaudara dengan yang lain demi sebuah tujuan yang mulia yaitu sebuah negara yang merdeka.  

Sehingga, dari sini kita sebetulnya perlu belajar. Yaitu belajar dari akhlak mulai para pahlawan bangsa untuk (membangun) dan (menjaga) bangsa ini agar tetap benar-benar merdeka. Dalam arti pemahaman, menjaga keutuhan, kedamaian, keharmonisan dan kebersamaan tanpa perpecahan satu sama lain. Yaitu dengan menjadikan (akhlak mulai) kita sebagai jalan untuk mengabdi bagi bangsa ini.

Karena, kita harus paham. Bahwa, kemerdekaan bangsa ini bisa terbangun karena tidak terlepas dari (akhlak mulia) yang menjembatani kesadaran para pahlawan bangsa. Di mana, mereka yang lahir dari latar-belakang suku, agama dan ras serta bahasa yang berbeda-beda. Namun, mereka (melepaskan) perbedaan itu untuk (menyatu) bersama dalam perjuangan demi kemerdekaan bangsa ini.

Tetapi bagaimana jika mereka masih mengedepankan egoisme, individual dan penuh sentiment perbedaan. Termasuk sentiment keagamaan. Masih mempertimbangkan hukum bersaudara dengan mereka yang berbeda boleh atau tidak atau masih merasa “najis” untuk bersatu dengan mereka yang berbeda prinsip keyakinan. Lantas, semua sikap yang semacam itu, sejatinya tidak akan membawa kemerdekaan bangsa ini bisa terbangun.

Jadi, dari sini kita paham betul. Bahwa yang membuat kesadaran para pahlawan bangsa mampu bersatu di tengah perbedaan itu adalah (akhlak mulia) yang menjadikan spirit. Sehingga, dengan persatuan itu-lah mereka mampu membangun kekuatan besar untuk berjuang melawan para penjajah demi memerdekakan bangsa ini.

Sehingga, sangat wajar jika setelah kemerdekaan bangsa ini tegak, maka di situlah para pahlawan bangsa merumuskan konsep hidup berbangsa dan bernegara yang kita kenal Bhinneka Tunggal Ika. Yaitu kita hidup dengan latar-belakang yang berbeda tetapi tidak menjadi penghalang bagi kita untuk bersatu.

Sebagaimana, mereka mampu membuat prinsip hidup berbangsa dan bernegara yang demikian, itu tidak terlepas dari (akhlak mulia) yang mereka miliki. Jadi, komitmen hidup damai, saling terbuka, jangan saling mengusik, selalu dalam kedamaian, keharmonisan dan persatuan adalah prinsip (akhlak mulia) yang sejatinya kita perlu teruskan dan pertahankan sampai detik ini.

Maka, sangat relevan jika menjaga bangsa ini adalah dengan mengoptimalkan (akhlak mulia) kita. Artinya, ini tidak terlepas dari jejak sejarah yang membuktikan. Bahwa, para pahlawan bangsa di masa lalu mampu berjuang-bersatu di tengah perbedaan untuk kemerdekaan bangsa ini karena (akhlak mulia) yang membuat mereka sadar betapa pentingnya persatuan.            

Jadi dari sini kita paham. Bahwa menjaga bangsa ini harus dengan akhlak mulia kita. Bukan akhlak tercela kita. Karena, terbangunnya bangsa ini yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa tidak terlepas dari (akhlak mulia) yang ada dalam diri mereka masing-masing. Maka, cobalah untuk belajar terhadap para pahlawan bangsa. Sebagaimana, perjuangan mereka untuk kemerdekaan bangsa ini tidak terlepas dari (akhlak mulai) yang mereka miliki.

Facebook Comments