Bersama Siap-Siaga Online dan Offline Mencegah Kaum Perusak Bangsa!

Bersama Siap-Siaga Online dan Offline Mencegah Kaum Perusak Bangsa!

- in Suara Kita
196
0
Bersama Siap-Siaga Online dan Offline Mencegah Kaum Perusak Bangsa!

Disadari atau tidak, saat ini kita sebagai (bangsa Indonesia) sedang dilanda oleh ancaman disentegritas. Yaitu maraknya gerakan-gerakan yang berupaya untuk merusak NKRI. Baik secara ideologis, gerakan ormas, gerakan separatis radikal atau-pun gerakan narasi provokatif perpecahan di tengah kemajemukan.

Mereka bergerak dengan jalur yang berbeda. Ada yang berperan untuk memunculkan konflik. Juga berperan untuk memecah-belah, membuat orang anti-pemerintahan yang sah dan merusak keharmonisan. Bahkan, ada yang berperan, membuat orang menjadi beringas, intolerant dan tidak ber-moral. Jadi, di sinilah butuh kesiap-siagaan secara nasional. Untuk bersama mencegah dan memberantas kaum perusak bangsa itu.

Peran Sentral Masyarakat untuk Siaga Secara Online dan Offline

Lantas, Jika ada yang bertanya, apakah masyarakat biasa/rakyat kecil itu bisa, berkontribusi (ikut andil). Mencegah dan memberantas kaum perusak bangsa? Tentu jawabannya sangat bisa sekali. Bahkan, peran andil semua lapisan masyarakat (ber-profesi apa-pun) sangatlah dibutuhkan sekali. Jadi, jangan sekali-kali pesimis. Lalu berpikir bahwa yang pantas dan berhak mencegah kaum perusak bangsa, layaknya (kelompok radikal) itu hanyalah orang-orang yang berpendidikan tinggi atau pemerintah saja.

Sebab, sasaran sentral kaum perusak bangsa ini adalah (masyarakat). Entah dari kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah. Jadi, ketika masyarakat memiliki semangat dan komitmen. Untuk berjuang mencegah dan memberantas kaum perusak bangsa layaknya kelompok radikal. Maka, ini sudah masuk dalam bagian pembentukan (imun) dan masuk dalam kategori (pencegahan).

Karena, bagaimana mungkin masyarakat itu terpengaruh dengan hasutan kaum radikal misalnya. Jika, di dalam dirinya dan pikirannya ada semacam niatan untuk menyelamatkan tanah airnya dari mereka-mereka ini. Maka, di sinilah peran masyarakat bersama-sama. Baik secara offline. Untuk menjaga lingkungan-nya baik di rumah ibadah mau-pun di lingkungan sosial-nya. Agar, terhindar dari penyebaran virus kaum perusak bangsa itu sendiri.

Apa Saja Peran Masyarakat di ranah Online atau Offline?

Misalnya di ruang online. Tentu masyarakat yang notabene (awam pengetahuan) itu tidak perlu menulis, menyampaikan argumentasi teoretis atau-pun menjadi seorang yang kompeten untuk meretas dll. Sebab, itu adalah beban bagi mereka. Karena, ranah pencegahan atau kesiapan masyarakat di dalam mencegah dan memberantas kaum radikal itu sangatlah bervariasi dan beragam cara yang dimiliki.   

Maka, di ruang online masyarakat cukup mengambil sikap; Jika ada narasi provokatif yang bisa mengajak masyarakat membenci, memusuhi apalagi menebar fitnah tentang pemerintahan yang sah. Maka, masyarakat cukup mengambil sikap. Untuk tidak terpengaruh dan kalau bisa melaporkan konten yang demikian. Jadi, peran masyarakat yang pertama adalah menghindari dan melaporkan konten-konten yang saya sebutkan tadi.

Selain itu, masyarakat juga bisa aktif di ruang offline. Tentu di lingkungan-nya sendiri. Dalam arti pemahaman, masyarakat memiliki tiga peran. Pertama, menjaga dirinya agar tidak terpengaruh hasutan kaum radikal. Kedua, menjaga lingkungan sosial-nya agar tetap harmonis dan jangan biarkan dipecah-belah oleh kelompok radikal. Juga, menjaga segala yang berkaitan dengan skala nasional. Seperti menjauhi narasi atau ajakan untuk merusak NKRI.

Maka, setelah masyarakat kuat secara komitmen perihal bahayanya kaum perusak bangsa. Serta, bisa ikut andil berjuang mencegah dan memberantas kelompok radikal. Dengan kemampuan yang dimiliki tiap masing-masing. Maka, langkah ini juga perlu dikuatkan kembali dengan hadirnya pemerintah. Dengan berbagai macam strategi dan teknis yang akan dibangun.

Karena, yang paling penting terlebih dahulu adalah menjaga (sasaran) kaum perusak bangsa, yaitu masyarakat. Jadi, ketika masyarakat memiliki semangat untuk mencegah kaum radikal, maka ini masuk dalam dua kategori. Yaitu sebagai sistem imun dan basis pencegahan sejak dalam diri masing-masing di tiap-tiap masyarakat.

Facebook Comments