Bersatu dalam Balutan Kain Ihram di Arafah

Bersatu dalam Balutan Kain Ihram di Arafah

- in Suara Kita
203
0
Bersatu dalam Balutan Kain Ihram di Arafah

Arafah merupakan sebuah tempat yang digunakan pada puncak penyelenggaraan ibadah haji. Daerah tersebut 23 km dari Makkah yang merupakan tempat terbatas 8 km namun digunakan banyak jamaah yang mencapai jutaan orang dalam setiap tahunnya. Dengan demikian, sebagai sebuah tenpat khusus mengisyararkan seluruh jamaah yang melaksanakan ibadah haji berada di dalamnya.

Sebelum memasuki Arafah, seluruh jamaah haji berada di Makkah. Hal ini setidaknya seluruh jamaah haji Indonesia gelombang pertama yang langsung ke Madinah dan gelombang kedua yang di Jeddah harus memasuki kota Makkah untuk memulai ibadah haji. Mereka ini memulai ibadah haji menuju Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah sehari sebelum pelaksanaannya. Hal tersebut dilaksanakan karena transportasi yang memakan waktu lama sehinga sore hari atau malam sudah berada di Arafah. Demikian juga dengan mereka yang sakit akan disafariwukufkan ke Arafah. Mereka yang tidak dapat hadir karena sakit yang parah maka akan dibadalkan. Dengan demikian, mereka yang berangkat haji dapat melaksanakan wukuf yang merupakan rukun haji.

Sebelum berangkat ke Arafah, seluruh jamaah menggunakan pakaian ihram yang serba putih. Hal tersebut dilakukan bagi laki-laki dengan hanya memakai dua helai kain putih yang tidak berjahit. Mereka tidak boleh memakai pakaian lain dan penutup kepala. Sedangkan jamaah perempuan memakai pakaian ihram dengan menutup auratnya. Tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Mereka memakai ihram setidaknya selama tiga hari yakni tanggal 8, 9 dan 10 Dzulhijjah. Pakaian ini baru bisa ditanggalkan jika telah melakukan lempar jumrah aqabah. Dengan demikian, seluruh jamah bergerak dari tempat-tempat ritus pelaksanaan haji dengan memakai baju ihram.

Seluruh ummat Islam yang melaksanakan haji bergerak menuju Arafah dengan kumandang talbiyah. Mereka berniat untuk berhaji dan setelah itu memulai membaca talbiyah:

labbaikallahumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmulka la syarika laka.

Baca Juga : Setelah Haji Jangan Merasa Paling Suci!

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekitu bagi-Mu.

Seluruh jamaah yang sudah berniat haji membaca bacaan talbiah di atas dan diiringi shalawat serta doa kebaikan. Hal tersebut menandakan kebesaran Allah swt. Ketika membaca tersebut tubuh merasa bergetar dan tidak terasa tetesan air mata pun berlinang memenuhi muka jamaah.

Doa keberangkatan menuju Arafah memberikan spirit yang luar biasa. Hal ini sebagaimana perintah haji yang hanya kepada Allah swt., maka doa menuju pelaksanaan puncaknya dengan berdoa penuh harap:

Ya Allah hanya kepada-Mu aku menghadap  dan hanya kepada-Mu yabg maha murah aku mengharapkan, maka ampunilah dosa-dosaku dan jadikanlah hajiku yang mabrur serta kasihinilah aku dan jangan abaikan aku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Doa di atas biasanya dipanjatkan di atas kendaraan atau Bus yang membawa jamaah ke Arafah. Setelah doa tersebut, jamaah haji silih berganti membaca talbiyah, sholawat dan berdoa.

Sesampai di Arafaha mereka pun khusu’ dan bermunajad kepada Samg Khaliq. Setidaknya dimulai dalam perjalanan dan kemudian ketika sampai di Arafah serta dilanjutkan pada acara  puncaknya setelah khutbah wukuf. Untuk doa ketika datang mereka membaca:

Ya Allah hanya kepada Engkaulah aku menghadap, dengan Engkaulah aku berpegang teguh, pada Engkaulah aku yang menyerahkan diri. Ya Allah jadikan aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan dihadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Doa di atas dan beragam doa yang dipanjatkan dalam kebersamaan sesama manusia. Hal tersebut setidaknya dengan pakaian yang sama dan sederhana mereka mampu muhasabah atas kehidupan keseharian sebelumnya. Sehingga spiritual di Arafah ini menjadi bagian pengubah kehidupan manusia ke hal yang baik. Lembah Arafah adalah lembah keterbukaan di mana semua perbuatan manusia dapat diketahui sehinngga pada waktu ini adalah waktu dan tempat yang doa mudah dikabulkan oleh Tuhan. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan dalam hadis yang menyatakan bawwa sepulang dari wukuf semua dosa-dosa mereka yang bermunajat dikabulkan. Dengan demikian, arafah sebagai tempat kebersamaan dalam rangka menjalin kebersamaan dengan Tuhan.

Manusia diciptakan dengan beragam bentuk dan karakteristik lainnya. Hal inilah yang menjadikan bergamnya manusia satu dengan lainnya walaupun lahir dari satu rahim atau seorang ibu yang sama. Dalam kehidupan sosial pun juga ditemukan yang sangat beragam yang tercermin dalam aktivitas, kecenderungan sesuai dengan lingkungan dan budaya masing-masing. Dengan demikian, ragam manusia sebagai makhluk sosial sangat beragam.

Dinamika kehidupan manusia menjadikan episode di dalamnya beragam. Hal tersebut terkadang melahirkan  konflik yang dapat derajar menjadikan kemanusiaanya turun. Gesekan-gesekan yang menjadikan perpecahan tersebut semakin berkembang  di era kekinian terutama di media sosial. Dengan demikian, diperlukan adanya perekat dalam mempersatukan termasuk melalui ajaran agama.

Melalui haji dan khususnya pelaksanaan puncal wukuf Arafah menjadikan jalinan kebersamaan semakin meningkat. Hal tersebut dimulai dengan niat baik semua yang hadir hanya ditujukam kepada Allah swt. dan selanjutkan dengan pakaian yang dipakai semuanya seragam dan setara serta hanya tujuan satu kehidupan yang lebih baik menjadikan mereka bersatu dalam balutan spiritual haji. Oleh karenanya diperlukan selalu menumbuhkan spritual tersebut bagi mereka yang sudah pernah haji dalam setiap gerak langkahnya. Dengan demikian akan lahir kedamaian di antara ummat manusia.

Facebook Comments