Bersaudara adalah Fitrah, Berbeda adalah Sunnatullah

Bersaudara adalah Fitrah, Berbeda adalah Sunnatullah

- in Suara Kita
1152
0
Bersaudara adalah Fitrah, Berbeda adalah Sunnatullah

Fitrah secara sederhana dimaknai sebagai hal yang melekat dalam diri manusia sejak diciptakan dan dilahirkan. Fitrah manusia adalah beragama karena sebelum dilahirkan sudah ada perjanjian dan persaksian manusia dengan Tuhannya. Ketika dilahirkan ia diingatkan kembali perjanjian dan kesaksian itu melalui para Nabi dan utusan tentang fitrahnya.

Demikian pula, fitrah manusia adalah bersaudara. Manusia sejak awal diciptakan oleh Tuhan melalui satu jiwa dan keturunan. Semua manusia dari segala ras, suku, bangsa, etnik dan keyakinan berasal dari dzat yang sama. Semua berasal dari yang sama dan memiliki jalinan persaudaraan.

Fitrah manusia yang bersaudara ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah :  Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS An-Nisa : 1).

Manusia memiliki kesamaan nasab dari asal yang satu dengan fitrah pula untuk berpasangan agar semakin tumbuh dan berkembang. Terbentukalh satu keluarga, klan, suku, bangsa dan peradaban yang besar. Namun, keragaman itu tidak boleh menafikan bahwa pada mulanya manusia berasal dari satu dan saling bersaudara.

Sebagai satu keluarga besar manusia, Allah telah mengajarkan untuk saling tolong menolong dan memelihara hubungan kekeluargaan tidak hanya pada unit keluarga kecil, tetapi keluarga kemanusiaan secara luas. Karena itulah, pola perilaku yang bertikai dan bermusuhan adalah tindakan yang menyalahi fitrah manusia. Perang, konflik, kekerasan dan pertikaian adalah anomali dari fitrah manusia yang saling bersaudara.

Ketika sebaran manusia tumbuh kembang ke berbagai ras, suku dan bangsa persoalan muncul. Ego dan kepentingan pribadi dan kelompok menjadi dasar yang meruntuhkan nilai kekeluargaan dan fitrah manusia. Tuhan lalu mengingatkan tentang asal usul manusia yang diciptakan dari asal yang sama yang berpasangan, tetapi dijadikan secara beragam dalam berbagai kelompok, suku, dan bangsa.

Fitrah manusia diciptakan secara bersaudara. Tuhan kemudian menjadikan mereka secara berbeda-beda sebagai bagian dari sunnatullah. Allah mengingatkan dalam firmannya : Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti (Al-Hujurat : 13).

Bersaudara adalah fitrah dan berbeda adalah sunnatullah. Manusia yang memilih jalan bermusuhan berarti menentang fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah. Begitu pula bermusuhan dengan dasar perbedaan juga bagian dari menentang sunnatullah yang menjadikan manusia secara beragam. 

Bagaimana menjaga fitrah dan menjalankan sunnatullah tersebut? Saling mengenal antar satu dengan yang lainnya melalui sliaturrahmi dan dialog merupakan cara untuk memupuk rasa persaudaraan. Meskipun berbeda manusia harus tahu dan saling mengenal. Karena ketidaktahuan itulah yang kerap kali menjadikan manusia ingkar terhadap fitrah dan sunnatullah.

Manusia harus membuka diri dan tidak menutup hanya bersaudara dengan mereka yang sama secara identitas. Saling mengenal dimaksudkan adanya komunikasi lintas keragaman. Tidak ada yang boleh merendahkan kelompok lain berdasarkan keragaman. Sesungguhnya kemuliaan tertinggi bukan berdasarkan perbedaan latarbelakang yang beragam tersebut, tetapi diukur karena ketakwaannya.

Inilah prinsip persaudaraan universal yang diajarkan oleh Islam. Bahwa bersaudara adalah fitrah manusia yang diciptakan dari asal usul yang sama. Bahwa berbeda adalah sunnatulullah agar semua manusia saling mengenal, bukan saling bertikai karena perbedaan.

Facebook Comments