Bukti Rasulullah Toleran : Bukan Sekedar Menghormati, Tetapi Melindungi

Bukti Rasulullah Toleran : Bukan Sekedar Menghormati, Tetapi Melindungi

- in Suara Kita
874
0
Bukti Rasulullah Toleran : Bukan Sekedar Menghormati, Tetapi Melindungi

Dalam kehidupan bermasyarakat kita pasti banyak menjumpai perbedaan. Pentingnya sikap toleran untuk menghadirkan perdamaian dalam keberagaman adalah sebuah keniscayaan. Toleransi tidak sekedar menyadari adanya perbedaan atau menghormati perbedaan, tetapi hal penting lainnya adalah memberikan jaminan terhadap yang berbeda untuk hidup Bersama dengan setara. 

Toleransi ternyata bukanlah hal yang baru walupaun istilahnya sangat asing didengar. Pada zaman Rasulullah sikap toleran ini sudah diajarkan oleh Beliau kepada umatnya. Sikap toleran yang diajarkan Rasulullah bukan hanya dalam hal saling memberikan penghormatan, bahkan Beliau melindungi kaum yang berbeda keyakinan.

Rasulullah merupakan contoh toleransi terbaik bagi pengikutnya. Toleransi bukan sekedar teori dalam teks, tetapi praktek nyata Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan. Rasulullah merupakan utusan Allah yang sagat menyukai perdamaian, memang ada kalanya Rasulullah berperang melawan kaum musrikin, namun kita harus mengetahui mengapa Rasulullah sampai memutuskan untuk berperang dan melawan, padahal Nabi terkenal akan kasih sayangnya.

Tentu sudah dimafhumi bersama bahwa alasan Rasulullah berperang karena semata untuk melindungi umat Islam dan komunitas Madinah dari gangguan keamanan kaum musyrik. Karena itulah Rasulullah mengambil jalan perang dan perang diizinkan kala itu untuk menyelematkan umat muslim dizalimi.

Perang adalah jalan terakhir. Jika ada perjanjian dan negosiasi Rasulullah akan memilih keduanya sebagai jalan keluar. Dalam kondisi damai, Rasulullah mengajarkan toleransi tingkat tinggi yang patut dipelajari umat Islam saat ini. Ada beberapa praktek nyata Rasulullah dalam mewujudkan toleransi :

1. Larangan Menyakiti dan Mendzailimi Non Muslim

Dalam sebuah hadist Nabi pernah memberikan ketegasan untuk melindungi non muslim dan ancaman bagi mereka yang menyakiti non muslim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ingatlah siapa yang menzalimi kafir mu‘ahid, mengurangi haknya, membebani di luar batas kemampuannya, atau menjarah hak miliknya tanpa perkenan darinya, maka akulah musuhnya di hari Kiamat.” (H.R. Abu Dawud).

Hadist ini merupakan ketegasan toleransi yang maha tinggi dari Rasulullah. Toleransi berarti melindungi hak yang berbeda dan memperlakukan sama yang berbeda dengan baik. Rasulullah menjadi pelindung, pengayom dan penjamin bagi yang berbeda untuk memiliki hak yang sama. 

2. Larangan Membunuh Non Muslim 

Tidak ada ajaran Islam yang memperbolehkan membunuh karena perbedaan keyakinan. Bahkan Rasulullah justru memberikan ancaman keras kepada umat Islam yang membunuh non muslim yang telah mengikat perjanjian damai dengan umat Islam. 

Dalam sebuah hadist dari Abu Bakrah, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapa yang membunuh orang kafir mu‘ahid tanpa alasan yang dibenarkan maka dia diharamkan masuk surga.” (H.R. Abu Dawud dan an-Nasa’i). 

Dalam hadist yang lain dengan redaksi yang berbeda dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Rasulullah s.a.w. yang bersabda: “Siapa yang membunuh kafir mu‘ahid (kafir yang mengikat perjanjian damai dengan kaum muslimin), maka dia tidak akan mencium bau surga. Padalah, bau surga itu sudah tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (H.R. al-Bukhari).

3. Larangan Mengolok-olok Non Muslim  

Bukan hanya larangan kekerasan fisik, kekerasan verbal pun yang dapat menyakiti perasaan non muslim dilarang. Rasulullah melarang keras bahkan akan memberikan sangsi keras kepada mereka yang mengolok-olok non muslim. 

Dari Ibnu ‘Abbas: “Kalau ada seorang laki-laki yang mengolok orang lain dengan sebutan: “Wahai Yahudi,” maka Rasulullah s.a.w. menderanya sebanyak dua puluh kali cambukan.” (H.R. ath-Thabrani). Ancaman sangsi yang berat ini membuktikan komitmen Rasulullah untuk menjaga dan melindungi non muslim. 

4. Larangan Memfitnah non muslim

Selain melakukan kekerasan verbal secara langsung, Rasulullah juga melarang untuk mengadu domba dan memfitnah non muslim. Tidak hanya larangan untuk fitnah terhadap sesama muslim, Rasulullah memperlakukan hal sama untuk melindungi non muslim sebagai korban fitnah. 

Dalam sebuah hadist dari Watsilah yang berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapa yang memfitnah orang Yahudi maka dia didera pada hari Kiamat dengan cambuk dari neraka.” (H.R. ath-Thabrani).

Itulah bagian kecil dari praktek toleransi Rasulullah terhadap non muslim. Toleransi bukan sekedar basa basi, tetapi praktek nyata untuk saling melindungi. Praktek toleransi yang dilakukan Rasulullah menunjukkan bahwa toleransi bukan sekedar akhlak Nabi, tetapi bagian dari Sunnah yang selayaknya diteladani oleh umat.

Facebook Comments