Dakwah Santun, Dakwah yang Bagaimana?

Dakwah Santun, Dakwah yang Bagaimana?

- in Suara Kita
343
0
Dakwah Santun, Dakwah yang Bagaimana?

Dakwah berarti mengajak, memanggil atau menyeru. Juga dapat diartikan sebagai upaya agar manusia dapat berkumpul dalam suatu lingkup kebaikan dan menunjukkan mereka pada jalan yang benar. Dakwah merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Kewajiban ini merupakan suatu konsep amar ma’ruf dan nahi munkar, sebuah perintah kepada masyarakat untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk dan hukumnya wajib. Merujuk pada firman Allah pada Surah Ali Imran ayat 104 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung,”

Menurut Farid Ma’ruf Noor, dakwah adalah suatu perjuangan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi kekuasaan Tuhan dari seluruh aspek kehidupan masyarakat sehingga ajaran Islam dapat difungsikan sebagai dasar, penjiwaan, dan dapat mewarnai segala tingkah laku dalam kehidupan manusia. Karena tugas dakwah bukan hanya kewajiban para ulama, akan tetapi merupakan sesuatu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim tanpa terkecuali.

Maka, Dalam penyampaiannya dakwah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Diantaranya dalam bentuk lisan, perbuatan, sikap dan sebagainya. Setiap muslim sebagai pendakwah, penyeru, dan pengajak dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya harus senantiasa berpegang teguh kepada ketentuan dan tata cara yang ada dalam al-Qur’an dan Sunnah. Karena tujuan dakwah ialah untuk memperbaiki situasi agar lebih baik, yaitu dengan mengajak manusia untuk kembali dan selalu berada di jalan Allah SWT.

Berbicara tentang dakwah, juga berarti berbicara tentang komunikasi, karena komunikasi sifatnya informatif, yakni bertujuan agar orang lain mengetahui, mengerti, dan juga bersedia menerima suatu ajakan atau keyakinan terhadap apa yang disampaikan oleh pendakwah. Karena itulah, dakwah dan komunikasi merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Karena apabila dilihat dari prosesnya, dakwah ialah bentuk komunikasi ajaran Islam.

Hal ini tentu erat kaitannya dengan bagaimana dakwah tersebut dilakukan, yaitu dengan al-hikmah, mau’idzotil hasanah, mujadalah bil latii hiya ahsan. Menurut Ibnu Jarir, bahwa yang diserukan kepada manusia ialah wahyu yang diturunkan kepadanya berupa Al-Qur’an, Sunnah, dan pelajaran yang baik.

Baca Juga : Spirit Dakwah Kultural Ala Wali Songo

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. An-Nahl:125).

Salah satunya ialah dengan lisan (bil lisan), dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan. Maksudnya dengan kata-kata yang lemah lembut, yang dapat difahami oleh objek dakwah, bukan dengan kata-kata yang keras dan menyakitkan hati. Dibutuhkan kelembutan dan juga kearifan agar ajakan pendakwah dapat diikuti. Maka, pendekatan dakwah ialah dengan cara kesantunan, keramahan, lemah lembut, dan keramahan. Tidak dengan paksaan, ancaman, cara-cara yang ekstrem, apalagi dengan cara teror.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ali Imran ayat 159, Allah berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

Dengan demikian, yang harus diperhatikan ketika berdakwah ialah metode dakwah seperti apa yang diterapkan karena metode dakwah adalah cara-cara menyampaikan pesan kepada objek dakwah, baik itu kepada individu, kelompok maupun masyarakat yang bertujuan agar pesan-pesan tersebut bisa sepenuhnya tersampaikan, mudah diterima, diyakini dan bisa diamalkan oleh umat Islam. Sebagaimana yang telah tertulis dalam al-Qur’an dalam surat An-Nahl ayat 125:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dibutuhkannya dakwah yang didalamnya fokus terhadap aspek hati dan menggerakan perasaan atau batin. Sebagai contoh, pemberian nasihat yang mengesankan, memanggil dengan kelembutan serta memberikan pelayanan yang memuaskan merupakan beberapa metode yang dikembangkan dari strategi ini. Karena, semua itu merupakan bagian dari akhlak dan harus diterapkan dalam berdakwah. Apalagi akhlak merupakan bagian dari misi umat Islam. Maka dakwah harus menempatkan atau mengedepankan akhlak dalam pelaksaannya. Dakwah mempunyai tujuan menyampaikan kebenaran ajaran yang ada dalam Al-Qur’an ataupun Sunnah dan mengajak manusia untuk mengamalkanya. Sehingga manusia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Tentunya dengan cara-cara yang santun dan damai.

Facebook Comments