Dakwah : Seni Mengajak Umat dalam Kebaikan

Dakwah : Seni Mengajak Umat dalam Kebaikan

- in Suara Kita
195
0

Dakwah adalah seni menyampaikan ajaran yang mampu memikat hati umat. Tidak sekedar butuh kualitas keilmuan yang memumpuni, tetapi kecakapan sosial-kultural dengan sikap yang bijak. Keberhasilan seorang seniman ketika karyanya mampu dinikmati dan mempengaruhi perubahan sosial. Begitu pula dai, keberhasilannya diukur dari sejauhmana masyarakat memahami dan menjalankan materi dakwah.

Sebagai sebuah seni, dakwah harus mempunyai strategi yang bersifat universal dan fleksibel. Dua konsep tersebut mampu membawa dakwah tetap menjaga nilai yang universal, tetapi bisa berpijak kepada lokalitas. Dakwah mampu berkembang sesuai ritme perkembangan zaman dan budaya di suatu tempat yang menyertainya. Itulah sejatinya makna rahmatan lil alamin bahwa Islam akan menjadi relevan sebagai rahmat di manapun tempatnya dan siapapun objeknya.

Inilah sejatinya kunci keberhasilan islamisasi nusantara yang mengagetkan dunia. Dalam waktu yang cukup singkat Islam berhasil menjadi budaya dan nilai masyarakat Indonesia. Keragaman yang luar biasa dimiliki oleh masyarakat nusantara tidak hilang dengan kedatangan Islam. Islam disebarkan di nusantara dengan tetap menggunakan metode dakwah yang mengusung kearifan lokal. Seperti halnya Sunan Kalijaga yang merupakan salah seorang dari Walisongo yang melakukan Islamisasi Jawa melalui pendekatan seni dan kebudayaan.

Salah satu kesenian yang digunakan sebagai metode dakwah Sunan kalijaga ialah ketoprak. Seni tradisional ketoprak merupakan seni yang berbentuk hiburan yang sekilas berfungsi sebagai suatu kegiatan menghibur masyarakat. Namun di dalam seni ini terdapat muatan-muatan dakwah.

Materi yang disajikan dalam ketoprakpun ringan. Kalimat-kalimat dialognya terdapat materi yang mampu memupuk akidah dengan menampilkan beberapa rukun iman, serta akhlak kepada Sang Pencipta serta sesama manusia.Terdapat beberapa unsur yang diterapkan dalam kethoprak, di antaranya dialog, tembang, tata busana dan tata panggung.

Pertama, unsur dialog

Dialog merupakan bahan untuk mengetahui muatan dakwah dalam percakapan pemain kethoprak. Unsur dialog disajikan dengan kalimat-kalimat yang mengandung kata perintah, nasehat, amanah serta permintaan yang mengarah kepada kebaikan.

Kedua, unsur tembang

Lagu Jawa memiliki makna kehidupan manusia yang nyata. Lagu daerah banyak yang bertemakan kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami dan mudah diterima dalam berbagai kegiatan yang di lakukan masyarakat setempat. Biasanya lagu daerah berisikan tentang, keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang sangat dipengaruhi oleh adat istiadat. Serta mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar.

Ketiga, unsur tata busana

Dalam tatanan busana yang digunakan dalam ketoprak memiliki gambaran sebagai acuan norma dalam etika sosial dan budaya. Tata Busana yang digunakan pemain umumnya menggunakan pakaian yang biasa digunakan masyarakatnya saat itu. Namun ada juga kostum yang dibuat khusus yang bermakna simbolis dalam cerita, misalnya lewat warna simbolis pakaian yang tokoh yang bijaksana menggunakan warna hitam, tokoh yang suci menggunakan warna putih, tokoh pemberani warna pakaiannya merah.

Keempat, unsur tata panggung

Merupakan unsur pendukung dalam menggambarkan suatu pementasan yang dimainkan agar penonton memahami dari suatu cerita yang sedang dibawakan dalam naskah cerita kethoprak.

Seni ketoprak yang di sajikan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat mengandung muatan dakwah. Sehingga ketoprak bukan hanya sebatas hiburan tetapi juga sebagai media dakwah. Isi dari dakwah yang disampaikanpun juga berisikan tentang aqidah dan akhlak.

Dakwah dan seni pada hakikatnya merupakan upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan berperilaku. Keberhasilan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam merupakan kemampuannya dalam berdakwah dengan pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat setempat.

Dakwah tidak dimulai dengan dalil dan argumentasi. Tetapi dimulai dengan hal yang mudah dipahami dan dicerna oleh masyarakat. Dakwah adalah seni mengajak umat dalam kebaikan. Bukan dengan dakwah orang menjadi benci dan antipati terhadap Islam. Kesimpulannya berdakwah tidak perlu berhadapan secara dikotomik dengan budaya dan tradisi. Dakwah juga bukan untuk menghilangkan kebudayaan, hanya perlu meluruskannya, supaya toleransi mampu terwujud dalam bingkai kebhinekaan. Dakwah harus mampu menanamkan semangat Islam rahmatan lil alamin yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.

Facebook Comments