Dari Manakah Asal-Muasal Para ASN Bisa Terkontaminasi Virus Radikalisme?

Dari Manakah Asal-Muasal Para ASN Bisa Terkontaminasi Virus Radikalisme?

- in Suara Kita
662
0
Dari Manakah Asal-Muasal Para ASN Bisa Terkontaminasi Virus Radikalisme?

Mungkin, logika berpikir kita selalu mengatakan bahwa orang yang sudah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah mereka yang telah luluh tes wawasan kebangsaan, sudah berikrar untuk setia pada NKRI, meyakini Pancasila sebagai simbol hidup berbangsa dan bernegara. Tentunya juga telah memenuhi segala prasyarat yang telah ditetapkan.

Tetapi pertanyaannya sekarang, mengapa masih begitu banyak anggota ASN yang terkontaminasi oleh virus radikalisme? Lantas, dari manakah asalnya? Apakah mereka berkhianat atas segala ikrar perjanjiannya? Atau memang secara pemahaman keagamaan sangat minim? Atau mereka memang sejak awal, sengaja masuk ke instansi negara untuk merasuki paham-paham radikalisme tersebut agar lebih mudah merusak dari dalam?

Semua pertanyaan di atas sebetulnya sangat menarik bagi kita untuk jadikan jalan di dalam melihat lebih jauh. Dari manakah asal-muasal ASN itu bisa terkontaminasi oleh virus radikalisme? Dari sini kita akan lebih cermat untuk mendalami. Baik secara basis keagamaan mereka, basis ikrar yang diutarakan, serta basis motif mereka bergabung ke ASN dan bagaimana kondisi sosial-historis yang dimilikinya sebelum bergabung ke instansi negara tersebut.

Pertama, dari basis keagamaan misalnya. Kemungkinan besar orang yang telah masuk atau lulus sebagai ASN, mereka diuji secara basis keagamaan. Sebagaimana, keagamaan yang bersifat egalitarian, membawa rahmat, penuh cinta kasih, tolerant dan akan selalu menjunjung NKRI.

Kedua, basis ikrar yang digunakan. Apakah mereka hanya berjanji di atas kesetiaan yang palsu? Tentu, ada dua kemungkinan. Pertama, jika dia bersaksi untuk setia pada Pancasila dan NKRI atas nama Tuhan dan kita suci-Nya, tetapi hanya sebatas (kepura-puraan), maka sample ini menunjukkan bahwa mereka ini memang telah sejak lama memiliki tujuan untuk menyebarkan paham radikalisme di kalangan instansi negara. Kedua, jika dia benar-benar berjanji setia pada NKRI dan Pancasila, namun ternyata mudah termakan provokasi radikalisme, maka hal demikian menunjukkan sebuah sample bahwa mereka (mudah goyah).

Ketiga, bagaimana jika kita lihat secara misi atau tujuan dia bergabung ke ASN. Apakah memang benar-benar setia untuk mengabdi kepada negara atau tidak? Serta bagaimana kondisi sosial-historis dia sebelum bergabung ke ASN. Jika ada fakta yang menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar ingin mengabdi ke negara dan secara kondisi sosial-historisnya tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke dalam wilayah (akar radikalisme), maka ini memiliki satu pemahaman penting bahwa dia memang dipengaruhi sejak bergabung menjadi ASN.

Jadi, dari tiga pertanyaan yang menghasilkan sebuah (persepsi, wacana kritis dan analitis) ini, sebetulnya memiliki dua faktor utama. Pertama, antara mereka memang sudah membawa paham atau ideologi radikalisme sejak dari awal. Atau, memang mereka menjadi (korban) provokasi dari pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin merusak segala komitmen yang mereka bangun dari pertama.

Sehingga, yang terpenting dari semua ini, sebetulnya memiliki satu kesimpulan akhir. Bagaimana, kita semua memiliki jalan untuk (membentengi) oara ASN atau para penjaga negara. Agar, mereka tetap berada pada (komitmen) pertama yang telah dijanjikan. Serta, mewaspadai mereka yang memang sejak lama telah berinisiatif untuk merusak dan menghancurkan NKRI. Dengan cara, mencoba untuk merasuki instansi negara.

Dari semua analisis dan argumentasi kritis di atas, kita akan menemukan titik benang merah. Bahwa, antara mereka yang terkontaminasi atau memang ada pihak-pihak yang memang sengaja bergabung dan menjabat sebagai ASN. Lalu, memiliki motif untuk menyebarkan paham-paham radikalisme-terorisme itu sendiri.            

Dua sampel ini, akan menjadi sarana kita untuk membentengi mereka para penjaga negara dengan komitmen-komitmen kebangsaan. Serta membangun sebuah kewaspadaan yang sangat penting. Perihal aktor-aktor “pengkhianat bangsa” yang mencoba menyebarkan paham-paham ideologi radikal perusak NKRI ini.

Facebook Comments