Darurat NII: Negara Tidak Boleh Kalah!

Darurat NII: Negara Tidak Boleh Kalah!

- in Suara Kita
200
0
Darurat NII: Negara Tidak Boleh Kalah!

Belum begitu lama, terkait kontaminasi gerakan NII yang terjadi di Garut, Lampung dan beberapa daerah lainnya. Kini, kabar yang sangat mengejutkan datang dari Sumatera Barat. NII mulai kembali mencuat ke permukaan. Tepatnya di Sumatera Barat. Mereka mulai mewabah, membaiat masyarakat dan miris-nya, kelompok NII mulai menyasar anak bangsa di bawa umur. Sekitar 77 Anak dibaiat ke dalam komplotan penjahat perusak bangsa (berkedok agama) ini. 

Tentunya, negara tidak boleh kalah dengan adanya penyebaran kelompok NII ini. Jangan biarkan komplotan preman berkedok agama ini terus meracuni masyarakat. Saatnya untuk membangun semacam regulasi yang ketat. Guna memberantas segala penyebaran paham atau gerakan NII perusak NKRI dan anti-Pancasila ini.

Sebab, kita adalah bangsa yang sangat besar. Maka, kita sebagai negara yang besar, tidak boleh kalah dengan hal ini. Tentu, senjata terpenting kita adalah kebersamaan dan kekompakan di berbagai ranah. Sebagai kunci utama, penanggulangan untuk memberantas ideologi atau paham yang ingin menghancurkan NKRI dan ingin merobohkan Pancasila.

Dalam konteks memutus ideologi NII, sebetulnya negara memiliki banyak jalan. Secara paradigmatis misalnya. Keberadaan kelompok NII memang nyata secara orientasi dan kegiatan yang dibangun. Memiliki tujuan-tujuan politik berbungkus agama dan basis-nya akan sangat berimbas ke dalam wilayah pelanggaran kemanusiaan. Maka, dalam konteks ini, saya rasa peran mereka yang bergerak dalam bidang HAM perlu membangun semacam sosialisasi terhadap masyarakat “awam” secara khusus perihal bahayanya kelompok yang sering-kali menamakan kebenaran-Nya untuk membangun kesejahteraan dan keamanan. Tetapi pada hakikatnya, mereka ini akan bertindak zhalim di negeri ini.   

Pun, secara edukatif, saya rasa di negeri ini perlu adanya semacam peranan yang efektif secara pendidikan. Utamanya dalam konteks pendidikan keagamaan dan membangun semacam korelasi tentang pendidikan kenegaraan (nasionalisme). Sebab, kekhawatiran terbesar saya, mereka yang mulai melakukan pembaiatan terhadap kelompok NII, masih tergolong minim secara keagamaan dan “awam” perihal kebangsaan. Maka, hal ini sangat rentang bagi siapa-pun akan terkontaminasi oleh virus tersebut.

Karena, ada begitu banyak fakta yang saya amati. Hampir mereka yang mau melakukan pembaiatan terhadap kelompok anti NKRI dan anti Pancasila itu, karena ada semacam doktrin. Di mana, seseorang mulai diajarkan tentang konsep kenegaraan berbasis keagamaan. Serta, memunculkan secara fitnah-fitnah perihal kondisi bangsa ini. Maka, di sinilah keinginan untuk bergabung dalam komplotan penjahat ini begitu kuat dan akut. Sehingga, orang dengan mudahnya melapangkan dirinya untuk mau melakukan apa-pun, termasuk melakukan bom bunuh diri misalnya.

Begitu juga sebagai basis penguat berbasis inteligensi dan hukum. Pihak-pihak yang berwajib layaknya dari instansi TNI dan Polri memiliki jalur intensif. Untuk bergerak sesuai dengan mekanisme, bidang dan keahliannya untuk membabat habis akar-rumput keberadaan kelompok NII.  Karena, segala yang berkaitan kelompok atau ideologi apa-pun, secara khusus NII, wajib untuk diberantas. Karena jelas, mereka anti NKRI dan anti dengan Pancasila. Maka, secara orientasi mereka pasti memiliki basis tujuan yang akan melanggar pranata hukum atau prinsip kehidupan sosial yang ada.            

Oleh karena itulah, negara tidak boleh kalah perihal penyebaran ideologi NII ini. Tentunya, kekompakan adalah hal utama, guna memutus rantai penyebaran virus tersebut. Sebagaimana yang saya jelaskan di atas, pentingnya membangun semacam sinergi pencegahan atau regulasi yang sifatnya kolaboratif secara disipliner. Baik secara hukum, secara paradigmatis mau-pun secara edukatif untuk memutus mata-rantai penularan ideologi NII. Jadi, sekali lagi saya katakan. Bahwa, negara tidak boleh kalah dengan segerombolan penjahat berkedok agama ini.

Facebook Comments