Selasa, 26 Januari, 2021
Informasi Damai
Suara Kita

Suara Kita

Perpres RAN PE dan Montase Radikalisme

Perpres RAN PE dan Montase Radikalisme
Suara Kita
Radikalisme dan terorisme di Indonesia sudah merupakan kejahatan yang bersifat postmodern. Istilah postmodern di sini hanyalah sebuah pembeda atas kejahatan-kejahatan yang tak lagi dapat dipahami dengan perspektif lama. Radikalisme di Indonesia, baik yang bercorak keagamaan maupun non-keagamaan, tak lagi bersifat terpusat seiring dengan konsep dan implementasi kekuasaan yang juga tak ...
Read more 0

Menyoal RAN PE : Menyempitkan Ruang Gerak Teroris melalui Pemolisian Masyarakat

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme-kemudian disebut RAN PE- Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Kebijakan ini merupakan langkah maji yang telah ditempu oleh bangsa ini dengan menyadari pentingnya regulasi yang memfokuskan pada pencegahan bibit awal timbulnya aksi kekerasan. Perpres RAN PE ini tentu tidak muncul secara instan. Proses pembahasan dan perumusan telah dimulai sejak tahun 2017 untuk menciptakan payung hukum kebijakan menanggulangi terorisme secara komprehensif. Pengertian komprehensif di sini dimaknai bahwa aksi kekerasan seperti terorisme tidak terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki penyebab yang tunggal. Karena sifatnya yang komprehensif, Perpres ini mengatur keterlibatan seluruh pihak termasuk kementerian, pemerintah daerah hingga masyarakat sipil. Ketika meletakkan masyarakat sipil sebagai bagian penting dalam pilar pencegahan ekstremisme dan radikalisme, tentu ini merupakan langkah yang sangat maju. Tidak banyak negara yang melibatkan masyarakat sipil secara partisipatif bahkan cenderung dibatasi. Pelibatan masyarakat tentu melepaskan image bahwa penanggulangan ekstremisme tidak saja dengan kerangka pendekata keamanan semata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Jangan Sesat Pikir tentang Pemolisian Masyarakat Sayangnya isu keterlibatan masyarakat ini disalahpahami dengan istilah yang provokatif misalnya munculnya potensi konflik horizontal yang melibatkan masyarakat dengan masyarakat. Isu pemolisian masyarakat nantinya akan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk main hakim sendiri. Inilah dasar dari pemikiran yang salah tafsir terhadap pemolisian masyarakat (community policing). Dalam setiap kejadian pasca teror selalu ada cerita begini. “ orangnya baik, tapi sangat tertutup, saya tidak menyangka dia terlibat aksi teror”. Respon masyarakat ketika ada tetangganya ternyata terlibat aksi teror selalu seragam dengan kalimat di atas. Artinya, sesungguhnya kecuekan, ketidakpedulian dan lemahnya deteksi dini masyarakat terhadap kelompok ekstrem di tengah mereka. Pada poin inilah sebenarnya pelibatan masyarakat dengan cara pemolisian masyarakat dengan cara pendampingan dan pengembangan daerah yang aktif dan peduli terhadap pencegahan ekstremisme di tengah lingkungan mereka menjadi sangat penting. Pemolisian masyarakat sebenarnya bukan hal baru. Bukan pula disesatkan dengan maksud masyarakat main hakim sendiri dengan melakukan penangkapan. Pemolisian masyarakat sebenarnya lebih pada meningkatkan daya tangkal, deteksi dini, dan kepedulian masyarakat dalam mencegah bibit ekstremisme sejak awal. Pada prakteknya pemolisian masyarakat ditujukan untuk meningkatkan profesionalitas Bhabinkamtibmas pada kepolisian yang menguatkan kemitraan masyarakat dan polisi. Pemolisian ini merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan ekstremisme di tengah masyarakat dengan cara meningkatkan sumber daya masyarakat dan terpenting kepedulian masyarakat. Patut dipahami bersama bahwa sejatinya ladang terbesar suburnya ekstremisme kekerasan di tengah masyarakat adalah ketidakpedulian masyarakat. Sikap acuh dan abai terhadap lingkungan menjadi oksigen yang luas bagi kelompok ekstrem untuk berdiam diri di tengah masyarakat. Tentu saja, kontrol dan pengawasan pemerintah melalui aparat yang ada tidak akan mampu mendeteksi secara penuh yang hal ini membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, RAN PE ini selain mengatur secara komprehensif juga sebagai upaya mempersempit ruang gerak kelompok ektremisme kekerasan yang dengan mudah melakukan infiltrasi di tengah masyarakat. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam wujud kemitraan strategis kepolisian dan masyarakat menjadi modal untuk mempersempit ruang gerak mereka. Tentu akan banyak narasi yang memelintir terhadap upaya mempersempit ruang gerak kelompok ekstremis tersebut. Namun, sekali lagi kerentanan akan muncul jika masyarakat menganggap abai terhadap potensi ancaman kelompok radikal dan ekstrem di lingkungan mereka. RAN PE ini harus disambut sebagai upaya negara melindungi masyarakat dengan cara melibatkan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Suara Kita
Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme-kemudian disebut RAN PE- Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Kebijakan ini merupakan langkah maji yang telah ditempu oleh bangsa ini dengan menyadari pentingnya regulasi yang memfokuskan pada pencegahan bibit awal timbulnya ...
Read more 0

Vaksinasi Masyarakat: Membunuh Virus Radikalisme Melalui Penguatan Kebangsaan

Vaksinasi Masyarakat: Membunuh Virus Radikalisme Melalui Penguatan Kebangsaan
Suara Kita
Virus radikalisme sejatinya tidak kalah berbahayanya dengan virus Corona. Virus radikalisme bisa merusak imunitas kolektif, afeknya tatanan sosial yang harmonis bisa rusak berantakan. Oleh sebab itulah, bukan hanya Covid-19 yang perlu kita carikan vaksinnya, melainkan juga radikalisme harus ditemukan vaksinnya sebagai anti-virus untuk memproteksi imunitas kolektif kita. Sebab, virus radikalisme ...
Read more 0

Pentingnya Vaksinasi dari Hoaks dan Ideologi Kekerasan

Pentingnya Vaksinasi dari Hoaks dan Ideologi Kekerasan
Suara Kita
Upaya pemerintah mengakhiri pandemi Covid-19, baik melalui pengenalan vaksin maupun vaksinasi mulai bersambut. Kendati masih menyisakan pro dan kontra terkait vaksin Covid-19 di tengah masyarakat. Silang pendapat perihalnya pun ramai. Pasalnya, ada saja seorang atau sekelompok orang yang secara tegas menolak vaksinasi. Penyebabnya banyak dan beragam, mulai dari kekurangtahuan masyarakat, ...
Read more 0

Bencana Alam Bukan Azab, tapi Pengingat agar Kita Selalu Menjaga Alam

Bencana Alam Bukan Azab, tapi Pengingat agar Kita Selalu Menjaga Alam
Suara Kita
Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai bencana alam silih berganti menimpa Indonesia. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada 1-16 Januari 2021, terjadi 136 bencana alam di Indonesia. Bencana alam yang terjadi didominasi oleh banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian ...
Read more 0

Urgensi Vaksinasi terhadap Narasi-Narasi Miring seputar Vaksinasi Covid-19

Urgensi Vaksinasi terhadap Narasi-Narasi Miring seputar Vaksinasi Covid-19
Suara Kita
Yang ditunggu-tunggu, yakni vaksinasi Covid-19 telah tiba. Dan, presiden Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin pada Rabu (13/1/2020) lalu. Ini adalah kabar gembira sekaligus harapan baru bagi kita semua untuk bisa kembali hidup normal seperti sediakala. Merdeka dari Covid-19 yang sejak Maret 2020 lalu memenjarakan kita dalam ...
Read more 0

Nalarmu juga Butuh Vaksin Agar Tidak Mudah Terpengaruh Hoax

Nalarmu juga Butuh Vaksin Agar Tidak Mudah Terpengaruh Hoax
Suara Kita
Virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan China kini telah menjadi pandemi global. Bukan sekedar ancaman kesehatan, pandemi telah merubah kehidupan masyarakat dari pola interaksi, komunikasi hingga berpikir. Bagaimana tidak, maraknya virus corona sejak awal juga ditandai dengan maraknya virus hoax yang bergentayangan. Sebaran ancaman virus covid-19 saat ini ...
Read more 0

Ada China di Balik Vaksinasi Corona: Hikayat Bahasa, Hikayat yang Nyata

Ada China di Balik Vaksinasi Corona: Hikayat Bahasa, Hikayat yang Nyata
Suara Kita
Diskursus pada dasarnya adalah sesuatu yang dominan sejak peristiwa “the linguistic turn” mengubah fondasi ilmu-ilmu humaniora—dan tentunya, dalam derajat tertentu, sains. Satu hal yang pasti, tak ada makhluk hidup yang sama sekali lepas dari bahasa. Ketika seekor anak kucing mengeong tanpa ketulungan dan ia terdiam sesudah induknya menyusuinya, kita tahu ...
Read more 0

Vaksinasi Nalar Publik: Melawan Hoaks dan Ideologi Kekerasan

Vaksinasi Nalar Publik: Melawan Hoaks dan Ideologi Kekerasan
Suara Kita
Babak baru pandemi dimulai ketika sejumlah negara melaksanakan vaksinasi massal. Hal ini merupakan berita bagus yang membangkitkan harapan kembalinya kehidupan normal layaknya pra-pandemi. Di Indonesia, suntikan pertama vaksin Covid-19 kepada Presiden Joko Widodo menandai program vaksinasi massal yang bertujuan membangun kekebalan kawanan (herd immunity) dan mengakhiri pandemi. Ironisnya, upaya pemerintah ...
Read more 0

Membangun Kekebalan Komunitas dari Virus Hoaks dan Ideologi Radikal

Membangun Kekebalan Komunitas dari Virus Hoaks dan Ideologi Radikal
Suara Kita
Datangnya vaksin Covid-19 produksi Sinovac ternyata tidak lantas membuat upaya mengendalikan pandemi menjadi lebih ringan. Bagaimana tidak? Ketika sebagian masyarakat menyambut vaksinasi Covid-19 dengan penuh optimisme, sebagian masyarakat justru tengah hanyut dalam arus resistensi yang dilatari oleh hoaks dan narasi radikalisasi.Munculnya wacana resistensi publik terhadap vaksinasi Covid-19 ialah tantangan berat ...
Read more 0