Filosofi Ketupat: Sarana Penyucian diri dan Ideologi di Hari Raya Idul Fitri

Filosofi Ketupat: Sarana Penyucian diri dan Ideologi di Hari Raya Idul Fitri

- in Suara Kita
210
0

Bangsa Indonesia dianugerahi keanekaragaman yang luar biasa oleh Sang Pencipta. Keragaman itu meliputi suku, ras, agama, dan budaya. Sebagai manusia kita tidak pernah meminta untuk menjadi bangsa multikultural. Namun kehendak Tuhan telah ditetapkan, melalui nenek moyang kita, bangsa ini dijadikan multikultural yang satu sama lain saling menguatkan. Pada satu sisi keragaman ini dapat dipandang sebagai karunia Sang Pencipta, namun di sisi yang lain keragaman ini mengandung kerawanan konflik apabila semua elemen salah dalam mengelolanya.

Oleh karena itu, para pendiri NKRI sepakat mempergunakan filsafat dan Ideologi Bhineka Tunggal Ika menjadi pegangan anak-anak bangsa. Sangat disayangkan, akhir-akhir ini anak-anak bangsa kehilangan kiblatnya, filsafat yang digunakan untuk menopang bangsa dialih fungsikan isi dan pemahamannya untuk menerjang bangsa sendiri. Sehingga fungsi ideologi ini mulai tergantikan oleh ideologi baru yang sengaja disusupkan. Dari sini, kita dapat bertanya kepada mereka, dimana letak kesalahan ideologi ini hingga pantas diganti?

Telah banyak kerusakan yang diakibatkan oleh penyusupan ideologi baru ini. Mulai dari pembokaran makam orang non muslim, pengusiran paksa warga non muslim, penutupan paksa warung-warung makanan di siang Ramadlan, dan puncaknya pasca pergelaran pesta demokrasi, dimana masa yang tidak terima atas kekalahan salah satu pasangan melakukan unjuk rasa yang diikuti oleh penyusupan sejumlah orang yang bertujuan mengacaukan suasana. Akhirnya banyak korban yang berjatuhan sampai ada yang meninggal dunia.

Hal ini bisa terjadi karena paara penerus bangsa telah mengabaikan ideologi luhur bangsa. Pengabaian ini akibat keserakahan dan egoisme masing-masing kelompok ataupun individu sebagai bangsa Indonesia yang berbentuk kultural ini. Sehingga menjadikan kita babak belur akibat permusuhan yang terus menerus diciptakan.

Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, marilah kita kembali mensucikan ideologi kita dari pemahaman dan penghayatan yang keliru. Mengkaji kembali makna Bhineka serta filosofisnya bagi negara. Kita perlu mengenang kembali budaya bangsa sebagai wujud filosofi Bhineka. Kemudian kita terapkan pesan tersirat dari kebudayaan itu. Melalui tradisi dan budaya kebhinekaan yang terkandung dalam Idul Fitri, kita dapat memaknai dan menerapkannya untuk mempererat perstuan.

Misalnya dalam budaya Jawa kita sering melihat ketupat sebagai jamuan makanan saat Idul Fitri. Diajarkan oleh Sunan Kalijaga, ketupat mempunyai makna tersendiri sebagai Ngaku Lepat (mengakui kesalahan). Hal ini merupakan langkah pertama memperbaiki disintregrasi bangsa. Semua pihak yang terlibat dalam permusuhan, harus sama-sama mengakui kesalahan dan saling memaafkan.

Kemudian apabila dibelah menjadi dua, akan ditemukan warna putih di kedua sisi ketupat. Hal ini menandakan sucinya hati dan jiwa setelah saling memaafkan. Tidak ada sedikitpun kebencian yang akan tertanam setelah semua pihak saling memaafkan.

Setelah menjadi ketupat, tidak lengkap apabila tidak dibuat menjadi makanan seperti halnya ketoprak. Ketoprak sendiri terdiri dari ketupat, bumbu kacang, kecambah, bawang goring, dan bahan lainnya. Kesemuanya itu saling membutuhkan untuk disebut sebagai ketoprak. Walaupun ketupat sendiri sudah bisa dimakan, namun masih terasa hambar jika tidak ditambahkan bahan yang lainnya.

Seperti halnya bangsa Indonesia, setiap individu ataupun kelompok saling membutuhkan satu sama lain. Baik suku jawa atau Madura,Islam atau Kristen, kaya atau miskin ataupun kelompok yang lainnya semuanya harus bersatu untuk disebut sebagai Indonesia. Walaupun ada individu atau kelompok yang merasa mampu hidup sendiri, namun pada kenyataannya tetap membutuhkan bantuan dari yang lainnya.

Oleh karena itu, semangat persatuan harus dihidupkan kembali. Menyegarkan kembali ideologi Bhineka bukan menggantinya dengan ideologi yang belum teruji kesaktiannya. Mari tegakkan Indonesia menjadi negara yang bersatu dengan ideologi Bhineka.

Facebook Comments