Hakikat “Umat Indonesia”

Hakikat “Umat Indonesia”

- in Suara Kita
684
0
Hakikat “Umat Indonesia”

Saya sering-kali menyebut “realitas sosial-keagamaan” yang hidup di negeri ini, dengan sebuah slogan (umat Indonesia). Sebab, Saya hanya ingin menunjukkan bahwa, pranata “Civil society” masyarakat kita di negeri, sejatinya memiliki “ikatan yang spesial” dan (men-ciri-khas).

Karena, di tengah keragaman umat yang ada,  kita tampaknya bisa eksis tanpa (perpecahan dan konflik) dengan sebuah “sinyal penghubung” yang menyatukan kita. Yaitu (persaudaraan-kebangsaan). Di sinilah yang saya maksud sebagai “umat Indonesia”. Di mana, masyarakat hidup dalam siklus perbedaan, tetapi menyatu dalam persaudaraan.

Bahkan, slogan “umat Indonesia” ini, sejatinya tidak hanya berdasarkan asumsi belaka yang saya miliki. Tetapi, ini memiliki korelasi etis atas kebenaran Allah SWT di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 103. Dengan sebuah kata “Wa’tashimuu bihablillaahi jamii’aw wa laa tafarroqu”. Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (Agama Allah SWT) dan janganlah kamu (bercerai-berai)”.

Pun, Saya sering-kali bertanya-tanya, kenapa Allah SWT di dalam Al-Qur’an, (surat An-Nahl:93) meniscayakan sebuah diksi “Walau Syaaa-allohu laja’alakum ummataw waahidatan”? Yaitu: (seandainya) Allah (berkendak), niscaya Dia menjadikanmu satu umat saja.

Di sini, kata (pengandaian) jika kita pahami, sebetulnya bersifat “conditional sentence” atau Fi’il madhi yang memiliki acuan khusus terhadap diksi kesimpulan di akhir. Sebagaimana, korelasi khususnya, diksi (pengandaian) di sini, berdampingan dengan sebuah diksi (kehendak/ketetapan).

Artinya, ini bisa “dikatakan” secara interpretatif makna, bahwa perbedaan-perbedaan itu, sebetulnya bersifat “ketetapan” yang tidak boleh disangkal. Karena Allah SWT jauh lebih mengetahui hal demikian dari pada “asumsi-asumsi” kita yang kadang penuh kebencian dan tindakan buruk terhadap mereka yang berbeda agama.

Bahkan, ada begitu banyak ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk bersaudara, jangan berpecah-belah dan jauhilah kemungkaran. Hal ini sebetulnya sangat menandakan, bahwa “agama” secara entitas nilai, tidak ada satu-pun nilai subtantif yang mengarah ke dalam aturan untuk berbuat kemungkaran dan menegasi umat agama lain.

Jadi, siapa-pun yang berpegang teguh atas (Agama Allah SWT) itu, tampaknya akan bersaudara. Tentu, spirit berpegang terhadap Agama Allah SWT yang memiliki korelasi atas sikap (persatuan) itu, telah disebut dalam kata “Wazkuruu ni’matallohi ‘alaikum” (QS. Ali-Imran:103). Karena secara historis, di era (jahiliah) umat manusia sering-kali bermusuhan. Sehingga, dengan datangnya kebenaran agama-Nya inilah, yang akan menjadi kita untuk bisa (bersatu dan bersaudara).

Sebagaimana pemahaman yang semacam ini, telah dibenarkan dalam potongan ayat Al-Qur’an. Dalam kata “Fa ‘allafa baina quluubikum fa ashbahtum bini’ matihii ikhwaanaa”(Qs. Ali-Imran:103). Bahwa, “Allah SWT mempersatukan (hatimu), sehingga, dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara”.

Jadi, sebetulnya dapat kita pahami. Bahwa dari semua contoh ayat di atas, memiliki korelasi khusus terhadap slogan yang saya katakan sebagai “umat Indonesia” tersebut. Mengacu ke dalam realitas masyarakat kita yang begitu kompleks dan beragam. Lalu, di tengah keragaman itu ada spirit yang (menyatukan dan menghubungkan) semua perbedaan itu menjadi (persaudaraan-kebangsaan).

Pun, slogan “umat Indonesia” lebih spesifik terhadap hasrat yang sebetulnya perlu kita tanam di negeri ini. Bagaimana kita memiliki konsep keagamaan yang berbeda, tetapi di hadapan spirit “umat Indonesia’ kita sebetulnya bersaudara. Dengan prinsip, kita saling menghargai, saling memberi ruang dan saling memberikan kenyamanan satu sama lain.            

Oleh karena itulah, kita perlu memperkuat apa yang saya sebut sebagai “umat Indonesia” tersebut. Kenapa? Karena ini adalah jati diri kita yang sebenarnya. Yaitu berbeda-beda tetapi menyatu dalam simbol (persaudaraan-kebangsaan). Pun, hal demikian telah dibenarkan oleh (Al-Qur’an). Maka, bisa saya katakan dengan jelas, bahwa slogan “umat Indonesia” merupakan jalan etis yang menjadi jalan bagi tiap-tiap umat yang beragam untuk bersaudara dalam semangat kebangsaan.

Facebook Comments