Hari Pahlawan: Momentum Menjaga NKRI dari Propaganda Radikalisme-Terorisme

Hari Pahlawan: Momentum Menjaga NKRI dari Propaganda Radikalisme-Terorisme

- in Suara Kita
752
0
Hari Pahlawan: Momentum Menjaga NKRI dari Propaganda Radikalisme-Terorisme

Tanggal 10 November merupakan momen paling bersejarah dan berharga bagi bangsa Indonesia. Karena, pada tanggal ini terjadi suatu peristiwa besar, yakni perlawanan bangsa Indonesia saat mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Tidak heran, apabila setiap 10 November seluruh bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang kisah-kisah dan aksi-aksi heroik mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, 76 tahun lalu.

Tanpa perjuangan dari para pahlawan dengan segala jerih-payahnya, tentu saja kemerdekaan bangsa Indonesia tidak akan tercapai seperti yang kita rasakan saat ini. Mereka rela mengorbankan segalanya, baik dari segi materi, jiwa-raga dan bahkan nyawa-pun mereka korbankan demi kepentingan bangsa Indonesia. Namun demikian, perjuangan para pahlawan tersebut kini telah dicederai oleh sebagian kelompok (radikal-terorisme) dengan menganggap NKRI sebagai negara “thogut”, sehingga perlu diganti sistem pemerintahannya dengan penerapan syariat Islam (negara Islam).

Bahkan lebih dari itu, untuk mencapai tujuannya tidak jarang mereka melakukan aksi-aksi kekerasan, memaksakan kehendak, memanipulasi teks kitab suci (agama) sebagai justifikasi atas tindakannya hingga aksi pemboman, sebagaimana yang terjadi dari tahun 2002 hingga 2018 lalu dengan hancurnya tiga gereja sekaligus.

Tentu, keberadaan kelompok ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Pasalnya, ia tidak sekadar paham melainkan bertransformasi menjadi aksi, sehingga eksistensinya menjadi ancaman nyata bagi keutuhan dan kesatuan NKRI serta pemecah-belah bangsa. Karenanya, peringatan Hari Pahlawan di tahun 2021 ini, merupakan momentum yang tepat untuk merekatkan bangsa dan menjaga NKRI dari segala propaganda kelompok radikalisme-terorisme.

Segala upaya perlu kita lakukan untuk membendungnya. Di antaranya adalah dengan meneladani semangat pergerakan para pahlawan dalam memperjuangkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Salah satu sikap yang patut diteladani adalah, ihwal toleransinya. Seperti sudah jamak diketahui bahwa para pahlawan yang ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan tersebut bukan sekadar dari kalangan umat Islam. Melainkan dari beragam keyakinan (agama), etnis, suku dan lain sebagainya. Itu artinya, bangsa ini dibangun berlandaskan pada multikulturalisme yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri.

Melihat kenyataan tersebut, maka menjadi suatu keniscayaan bagi kita semua, khususnya kaum milenial untuk selalu menggalakkan dan mempraktikkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara. Sebab, tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme-terorisme berawal dari memudarnya sikap toleransi antar sesama warganegara.

Apalagi di era teknologi seperti saat ini, dimana kaum milenial lebih banyak aktif di jagat maya daripada kehidupan nyata, maka dapat dengan mudah mereka dijejali paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, seperti paham radikal-ekstremis dan terorisme sebagaimana marak terjadi akhir-akhir ini di negara Indonesia.

Pun, yang tidak kala urgennya adalah membangun semangat patriotisme dan cinta Tanah Air (nasionalisme) dalam jiwa kita. Semakin kuat sikap patriotisme dan nasionalisme kita, rasa kepemilikan akan bangsa ini juga semakin kuat. Sehingga, segala hal yang dapat mengancam terhadap bangsa ini menjadi tanggung jawabnya untuk membendung serta memperbaikinya.

Selain itu, penguatan akan wawasan kebangsaan juga menjadi sesuatu yang sangat urgen untuk digalakkan sedini mungkin. Karena, wawasan kebangsaan merupakan suatu cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bahkan lebih dari itu, wawasan kebangsaan juga mengamanatkan kepada seluruh elemen bangsa agar menempatkan kesatuan, persatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas segala-galanya, baik kepentingan pribadi maupun kelompok yang dapat merugikan terhadap bangsa Indonesia.

Maka dari itu, jika hal ini dilakukan bukan mustahil generasi penerus bangsa ini menjadi generasi yang tangguh dan sanggup mengemban amanah dan warisan dari para pahlawan bangsa, yakni menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan tetap berpegang teguh pada ideologi Pancasila. Selamat Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2021. Wallahu A’lam

Facebook Comments