Hijrah Bersama Mengikuti Perintah Nabi agar Terhindar dari Narasi Perpecahan

Hijrah Bersama Mengikuti Perintah Nabi agar Terhindar dari Narasi Perpecahan

- in Suara Kita
81
0
Hijrah Bersama Mengikuti Perintah Nabi agar Terhindar dari Narasi Perpecahan

Saat ini, sosial media kita dipenuhi dengan virus konten narasi kebencian, permusuhan, fitnah, saling menghujat dan bernuansa konflik. Bahkan, fenomena saling melaporkan ke ranah hukum mulai menjadi trend. Saling menampilkan diri di sosial media dengan karakter “merasa paling benar” dan “merasa dizhalimi” hingga kondisi yang semacam ini semakin merapuhkan tatanan sosial kita di negeri ini.

Kenyataan ini tentunya tidak terlepas dari kelalaian kita bersama. Dengan pesan yang selalu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Yaitu pentingnya menjaga dan pentingnya berhati-hati di dalam berucap (menjaga lisan) kita sendiri. Utamanya di sosial media.

Sebab, dalam kenyataan sosial yang kita hadapi saat ini. Banyak di antara kita yang berbicara tanpa mengukur, tanpa berpikir ulang dan tanpa kehati-hatian. Lalu begitu mudahnya berbicara tanpa ada kontrol. Maka, hal ini sering-kali terjebak ke dalam narasi yang akan memunculkan perpecahan. Seperti terjebak ke arah fitnah, kebencian, provokatif, menghujat dan memecah-belah.

Bahkan, banyak kasus-kasus yang Saya temui di sosial media kita. Mereka saling melaporkan dan saling mengumbar kebencian. Karena disebabkan oleh problem pertama. Yaitu kurangnya menjaga dan hati-hati di dalam berucap (menjaga lisan) kita.

Mari Hijrah Bersama Mengikuti Perintah Nabi, untuk Berhati-hati dalam Berucap

Kita harus paham satu hal. Bahwa, akar dari narasi kebencian dan pemecah-belah itu dimulai dari kurangnya kehati-hatian dan lalai-nya kita di dalam menjaga lisan. Sehingga, potensi-potensi buruk selanjutnya mulai bermunculan dan menjadi bara api segala permusuhan itu membakar hubungan sosial.

Maka, dari sinilah pentingnya bagi kita. Untuk berhati-hati di dalam berucap. Dengan tetap menjaga dan selalu hati-hati ketika ingin menyampaikan pendapat, menyampaikan argumentasi, narasi apalagi yang berkaitan dengan komentar-komentar yang sifatnya respons sosial. Karena, ketika kita tidak berhati-hati, terkadang kita terjebak ke dalam satu kondisi di mana, lisan kita bisa terarah ke dalam narasi-narasi atau ucapan yang bisa merobek persatuan kita.

Misalnya, tanpa kita sadari lalu kita terus berbicara tanpa mengontrol dan tanpa kehati-hatian. Sehingga, hal yang demikian terkadang bisa menyinggung seseorang, bisa melukai perasaan orang dan bahkan bisa membuat amarah seseorang. Tentu, kita biasanya “tidak menyadari” dengan apa yang kita ucapkan. Karena begitu asyik berbicara dan tanpa mengontrol serta tanpa berhati-hati dengan apa yang dibicarakan.

Maka, dari sinilah terkadang muncul semacam polemik. Gara-gara keteledoran kita untuk menjaga lisan kita. Padahal, Nabi Muhammad SAW itu selalu mengajarkan kepada kita semua dan selalu menasihati. Bahwa, menjaga lisan itu adalah hal yang paling penting. Sebab, lisan kita bisa berdampak besar terhadap kehidupan kita secara sosial. Karena akan memunculkan semacam masalah jika tidak berhati-hati dan akan memunculkan maslahah jika kita selalu menjaga dan penuh kehati-hatian.

Peran Tokoh atau Ulama untuk Menggandeng Masyarakat Agar Berhati-Hati dan Menjaga Lisan

Tokoh nasional, ulama dan pihak yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Itu perlu mengupayakan semacam edukasi dan arahan. Agar, masyarakat bisa selalu berhati-hati di dalam menjaga lisan. Utamanya di sosial media untuk bisa selalu menjaga dan mengontrol segala yang kita buat. Agar, tidak menyinggung, menyakiti, melukai atau memunculkan konflik.

Karena, segala narasi kebencian, perpecahan dan konflik itu selalu berawal dari kurangnya kita menjaga lisan dalam berucap. Maka, di sinilah pentingnya bagi tokoh, ulama dan orang berpengaruh di masyarakat. Untuk bersama-sama menggandeng tangan untuk saling menjaga lisan atau ucapan. Baik di sosial media atau di dunia nyata. Semata, demi menjaga bangsa ini agar tidak terjadi perpecahan dan konflik.

Facebook Comments