Hilangnya Dakwah dengan Akhlak Jadikan Disintegrasi

Hilangnya Dakwah dengan Akhlak Jadikan Disintegrasi

- in Suara Kita
208
1
Hilangnya Dakwah dengan Akhlak Jadikan Disintegrasi

Disintegrasi merupakan sesuatu yang harus dihindari di era sekarang. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan kebersamaan dan keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia. Potensi disintegrasi ini semakin terlihat di kalangan masyarakat atas kurangnya toleransi di antara mereka. Setidaknya toleransi itu di wujudkan dalam lingkup seagama maupun dengan agama lainnya, termasuk di dalamnya adalah dalam konteks dakwah. Kemajemukan keberagamaan harus diiringi dengan toleransi yang tinggi di antara ummat beragama. Dengan demikian, dakwah yang dilakukan oleh para penceramah, khatib dan lainnya harus berusaha membuat suasana kondusif agar potensi disitegrasi tidak lahir.

Dakwah merupakan bagian terpenting dalam kehidupan agama. Sehingga melalui dakwah inilah ajaran sebuah agama dapat tersampaikan ke pemeluknya dengan baik dan sekaligus keberadaan agama akan dapat berkembang dengan baik pula. Oleh karenanya menjadi penting dalam mengelola dan menyampaikan materi dakwah agar tidak menjadi konflik tertentu baik dalam sesama agama maupun antar agama lain. Dengan demikian, kondisi masyarakat terjaga kondusif seiring dengan beragamnya masyarakat.

Konten dakwah seharusnya merangkul dan mengajak kebaikan bukan sebaliknya. Dakwah yang menimbulkan kebencian dan luka dalam hati sesama manusia akan menimbulkan kebencian juga bahkan lebih dari itu cenderung merusak dimensi kemanusiaan pula. Islam yang ramah dan Islam santun harus digaungkan terus menerus. Dengan demikian, dalam menegakkan dimensi kemanusiaan akan baik setidaknya dakwah mampu merangkul jiwa-jiwa kemanusiaan.

Islam lahir berawal dari akhlak dan teladan mulia dari Sang Rasul. Akhlak ini merupakan sebuah perangai, tingkah laku dan tabi’at yang dilaksanakan seseorang dalam kehidupannya secara baik yang dijalankan oleh Nabui selalu bersumber pada al-Qur’an. Hal tersebut kemudian terlihat dari perkembangan Islam dari awal kelahiran hingga menjadi sebuah komunitas besar di Madinah. Beragam jenis tantangan dan hambatan lahir silih beganti bahkan sampai melahirkan embargo terhadap Nabi dan keluarganya. Hal tersebut menjadikan peristiwa penting dalam Islam dan perkembangan selanjutnya melalui hijrah.

Kisah sukses dakwah Nabi Muhammad saw. seharunya menjadi teladan bagi pengikut dan ummatnya. Teladan itu adalah akhlak yang mulia atau akhlak al-karimah. Hal tersebut sebagaimana sabda beliau sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. Akhlak inilah yang menjadi bagian kehidupan keseharian Nabi saw. sehingga Islam menjadi berkembang dengan baik. Dengan demikian, akhlak mulia ini adalah bagian terpenting dalam perkembangan Islam.

Baca Juga : Revitalisasi Dakwah Profetik Virtual

Pada pribadi Muhammad saw. terdapat akhlak yang mulia. Hal tersebut sebagaimana ungkapan Aisyah r.a., Isteri Nabi Muhammad saw. yang menjelaskan akhlak suaminya dengan akhlaknya adalah al-Qur’an. Kenyatan ini terlihat dalam watak dan kepribadiannya yang agung yang selalu dicontoh ummatnya dan dikaji oleh ulama dengan beragam kitab. Akhlak itu antara lain lemah lembut, sabar, seirama apa yang dikatakan dan diperbuat dan sebagainya. Dengan demikian,  melalui akhlak inilah Muhammad saw. mengajarkan Islam yang baik dan diterima dengan baik pula oleh masyarakat luas.

Akhlak adalah terkait hubungan personal sesama manusia baik mereka satu agama atau agama berlainan. Kemanusiaan akan hancur tatkala hubungan kemanusiaan tercabit-cabit. Akhlak ini dapat diperluas dalam konteks kekinian dan kebangsaan di NKRI. Bingkai kenegaraan Pancasila yang menjadi bagian kehidupan berbangsa juga harus ditegakkan sesuai dengan kehidupan kebersamaan dalam negara. Dengan demikian, Islam berkembang dengan balutan kebaikan hubungan personal Nabi saw. dengan masyarakat di sekeliling yang selalu menjaga hubungan kehangatan di antara manusia yang dalam konteks Indonesia adalah persatuan menjai kunci utama.

Tema-tema dakwah seharusnya menyejukkan dengan tanpa mengkaji hal-hal yang menjadi keyakinan agama lain. Kesadaran tersebut harus tertanam pada mereka yang berkecimpung dalam dunia dakwah. Misi sebagai pendakwah harus dikaitkan dengan misi kenabian yaitu dengan akhlak yang mulia yang tidak berjiwa sempit. Dengan demikian, melalui pemahaman yang sama atas akhlak dalam berdakwah menjadikan hubungan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terjamin lancar dengan persatuan seluruh komponen bangsa.

Dakwah di atas juga termasuk dalam beragam kegiatan dalam berinteraksi dengan orang lain termasuk lewat khutbah Jum’at. Di mana dalam kegiatan tersebut sering terjadi lahirnya tema-tema yang memperkeruh kebersamaan yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Sehingga hal tersebut perlu tetap mengamalkan akhlak yang baik yang dijelaskan Nabi saw. sebagai orang yang beriman yang paling sempurna adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Sehingga akhlaknya seorang Islam harus ditegakkan di mana pun dan kapanpun termasuk dalam berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas di era sekarang yang dikenal dengan dunia maya yang tidak ada sekat satu dengan lainnya.  Dengan demikian, perbuatan dan perkataan sebagai seorang tokoh akan baik jika selalu memegang teguh aklak mulia sebagai mana dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Facebook Comments