Inilah 3 Dosa Lembaga Pendidikan Terhadap Agama dan Negara

Inilah 3 Dosa Lembaga Pendidikan Terhadap Agama dan Negara

- in Narasi
226
0
Inilah 3 Dosa Lembaga Pendidikan Terhadap Agama dan Negara

Ada 3 dosa lembaga pendidikan terhadap agama dan negara yang harus dihentikan. Yaitu; praktik pemaksaan menggunakan jilbab, diskriminasi dan sikap intolerant terhadap (murid yang berbeda keyakinan). Mengapa? karena tiga hal ini di satu sisi akan merobek ajaran etis agama-Nya dan di sisi lain akan melahirkan generasi bangsa yang akan merusak tatanan negaranya sendiri.

Sebab, di dalam ajaran agama itu sama-sekali tidak ada paksaan apalagi dalam hal menggunakan jilbab. Bahkan, agama sangat melarang keras sikap diskriminatif dan sikap intolerant yang berdampak pada kerusakan terhadap tatanan negara (NKR). Maka, dari sinilah secara korelatif, kita harus menghentikan 3 hal tersebut yang menjadi dosa lembaga pendidikan terhadap agama dan negara.  

Sikap Pemaksaan/Jilbabisasi

Misalnya yang pertama, praktik jilbabisasi atau pemaksaan menggunakan jilbab. Tentu, yang menjadi persoalan terbesar adalah (sikap memaksa) bukan soal jilbabnya. Di mana, sikap pemaksaan ini akan menanamkan karakter dan mental para generasi bangsa yang akan sulit menerima perbedaan dan bersifat radikal serta eksklusif terhadap keragaman di dalam tubuh NKRI ini. Tentu, agama tidak mengajarkan pemaksaan yang semacam itu.

Misalnya, kelak ketika mereka sudah dewasa. Pasti memiliki mental (egois, radikal dan maunya sendiri). Seperti, ketika tidak sepemikiran, satu pandangan atau tidak sepaham serta tidak seagama dengannya. Maka, kondisi yang semacam bisa saja akan bertindak kekerasan, mencari masalah, eksklusif, membawa konflik dan bahkan bersikap frontal.

Jadi, di sinilah letak (dosa lembaga pendidikan) ketika anak-anak di sekolah telah diajarkan tentang sikap pemaksaan. Lewat, sikap pemaksaan menggunakan jilbab itu. Karena, ini bukan tentang (larangan menggunakan jilbab) atau (bukan anti jilbab). Melainkan, sikap pemaksaan itulah yang menjadi problem terbesar yang akan menjadikan anak-anak berwatak (merusak) tatanan NKRI.

Sikap Diskriminatif

Begitu juga dengan yang kedua, sikap diskriminatif. Di mana, ini masuk dalam kategori (dosa lembaga pendidikan) terhadap agama dan negara yang harus dihentikan. Sebagaimana, ada begitu banyak sikap diskriminatif terhadap anak-anak di lembaga pendidikan yang sejatinya ini akan membangun mental racun bagi generasi bangsa di masa depan. Misalnya, sikap bullying, membeda-bedakan anak, kasih-sayang sepihak dan lain sebagainya yang sifatnya diskriminatif. Hal ini sering-kali terjadi karena beda keyakinan, segi kepintaran, status sosial dan lain sebagainya.

Mengapa sikap diskriminatif masuk dalam kategori dosa agama dan negara? Karena di satu sisi agama tidak membenarkan praktik diskriminatif, karena agama menjunjung tinggi kemanusiaan. Serta, sikap diskriminatif juga akan membawa dampak mudharat bagi persatuan bangsa.

Karena, ini juga berkaitan dengan apa yang saya sebutkan di atas. Bahwa, apa yang diajarkan, apa yang disampaikan dan apa yang dipraktikkan di lembaga pendidikan akan menjadi (cerminan, gambaran, acuan dan tiruan) bagi anak-anak kelak. Sebagaimana, gugur akan digugu dan ditiru. Jadi, sikap diskriminatif yang semacam ini akan tertanam dalam memori pikiran mereka.

Sehingga, di situlah mereka akan jauh lebih ganas dan sangat diskriminatif dalam segala hal. Baik dalam hubungan sosial yang membeda-bedakan statusnya, bahasanya, budayanya atau bahkan keyakinan agamanya. Mereka akan bersikap diskriminatif terhadap segala yang berbeda dengan dirinya dan akan memperlakukan diskriminatif terhadap segala perbedaan. Sehingga, sikap yang semacam ini jelas sebagai virus yang membahayakan bagi NKRI.

Praktik Intolerant di Lembaga Pendidikan

Selain sikap pemaksaan/jilbabisasi dan sikap diskriminatif. Ada dosa lembaga pendidikan yang secara nyata akan membuat generasi bangsa bersikap yang bisa menghancurkan NKRI. Yaitu sikap intoleransi terhadap perbedaan di lembaga pendidikan.

Seperti yang kita lihat sejak dulu. Ada banyak praktik intoleransi yang terbangun. Seperti gagalnya pemilihan OSIS karena yang terpilih non-Muslim. Ini menjadi problem besar yang menjadi dosa lembaga pendidikan. Mengapa? karena kelak ketika mereka dewasa. Sikap intoleransi akan menjadi (kebiasaan yang mendarah-daging).

Misalnya, dia akan mau berteman, bergaul, bertetangga atau memilih pemimpin atas dasar (keyakinan agama) miliknya. Ini mengarah ke dalam (politik identitas). Selain itu, dirinya akan acuh dan kurang respect. Maka, dari sinilah kita harus menghentikan dosa lembaga pendidikan ini dengan membuang sikap-sikap yang demikian.

Facebook Comments