Islam Rahmatallil’alamin, Menghidupi Pesan Syaikhina KH Maimun Zubair

Islam Rahmatallil’alamin, Menghidupi Pesan Syaikhina KH Maimun Zubair

- in Suara Kita
319
0
Islam Rahmatallil’alamin, Menghidupi Pesan Syaikhina KH Maimun Zubair

Selasa Pon, 5 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 5 Agustus 2019 umat Islam Indonesia berduka. Salah seorang ulama kharismatik, guru dari para kyai dan ribuan santri Indonesia telah kembali kepada Allah SWT. Salah satu generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini kembali meninggalkan kita.

Ribuan orang berduka, mengenang sosok Mbah KH Maimun Zubair yang sungguh luar biasa. Tidak terhitung begitu banyak sumbangsih yang telah diberikan kepada bangsa ini. Keteladanannya telah memberikan angin sejuk yang menyegarkan ditengah panasnya kondisi bangsa. Dedikasinya telah memperkokoh bangsa Indonesia dengan pancasila dan nilai-nilai nasionalisme warisan para pendiri bangsa.

Sungguh kita telah kehilangan, namun kita senantiasa percaya bahwa beliau tidak benar-benar meninggal. Meskipun secara ragawi telah berpisah, kita percaya hakikatnya beliau masih hidup.

Firman Allah SWT:

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

Artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”. (QS. Al-Baqarah : 154)
Referensi: https://tafsirweb.com/622-surat-al-baqarah-ayat-154.html

Mengenang pesan penting KH Maimun Zubair sebelum kepergiannya, pada tanggal 3 Mei 2019 dalam suatu acara bertajuk Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Bangsa yang diselenggarakan di Hotel Kartika Candra Jakarta Selatan, Syaikhina KH Maimun Zubair menyampaikan mengenai ajaran Islam yang benar-benar rahmatallilalamin. Kata-kata rahmatallil’alamin tidak hanya umtuk umat muslim saja, akan tetapi untuk semua pemeluk agama. Demikian juga al-Quran yang tidak hanya untuk umat Islam, tetapi untuk kebahagiaan seluruh umat manusia yang ada di permukaan bumi. Begitulah pesan beliau, mengingatkan kembali kepada umat muslim salah satu ajaran pokok dalam hidup yang perlu dipahami dan diresapi sungguh-sungguh ‘rahmatallil’alamin’.

Baca Juga : Menyelami Esensi Idul Adha dalam Membentuk Keluarga Sakinah

Islam yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Tidak memandang suku, agama, dan latar belakang manusia, agama Islam tetaplah menjadi rahmat. Jadi ada yang perlu dipertanyakan kembali jika orang lain masih merasa terganggu dengan kehadiran seorang muslim. Bukan merupakan cerminan Islam yang rahmatallilalamin jika yang keluar dari mulut dan perilaku seorang muslim membuat orang lain terganggu apalagi tersakiti.

Islam bukan hanya sekadar simbolis pada aksesoris manifestasi fisik seperti sorban, peci, janggut, sarung, dan lainnya. Akan tetapi lebih dari itu, Islam juga agama yang mencermikan perilaku dan budi pekerti yang luhur dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur universal yang berasal dari perasaan yang menyebarkan rahmat seperti toleran, rendah hati, menolong sesama, rukun, dan sebagainya. Inilah yang perlu dijaga. Dan jika belum bisa berbuat baik kepada orang lain minimal tidak melukai atau menyakiti orang lain.

Sebagaimana sifat Rahman Allah yang Dia berikan kepada seluruh makhluk di dunia ini tanpa memandangnya sebagi seorang muslim, kafir, ahli ibadah, atau ahli maksiat. Demikian pula manusia khususnya umat muslim yang perlu mengetahui bagaimana panutan Nabi SAW dalam berperilau sehari-hari. Tidak terbayang oleh kita Nabi SAW adalah orang yang kasar, pemarah, suka mencaci, dan menyalahkan orang lain. Nabi SAW adalah sebaik-baik manusia, sebaik-baik uswah (teladan). Hingga sekarang, keharuman akan budi pekertinya tetap semerbak, melintasi sejarah dari generasi ke generasi.

Inilah yang menjadi pekerjaan kita. Pekerjaan tidak pernah mengenal akhir, mewarisi dan mewariskan nilai-nilai yang Nabi SAW ajarkan, kemudian melalui para sahabat, tabiin, hingga sampai kepada para guru ulama kita sekarang. Nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang rahmatallil’alamin.

Semoga Syaikhina Simbah KH Maimun Zubair mendapat tempat terbaik disisi-Nya, dikumpulkan dengan para kekasih-Nya. Dan kita saat ini selaku aktor pengisi kehidupan di bumi ini, khususnya di Negara Indonesia tercinta, tetaplah menampilkan wajah Islam yang rahmatallilalamin sebagaimana yang Nabi SAW ajarkan melalui para ulama penerusnya. Lahulfatihah.

Facebook Comments