Jangan Takut Akidahmu Goyah, Beginilah Cara Bertoleransi dan Batasan-nya!

Jangan Takut Akidahmu Goyah, Beginilah Cara Bertoleransi dan Batasan-nya!

- in Suara Kita
409
0
Jangan Takut Akidahmu Goyah, Beginilah Cara Bertoleransi dan Batasan-nya!

Saya sepakat. Bahwa, toleransi itu adalah praktik sosial yang saling menghargai. Tetapi, di dalam kenyataan sosial-masyarakat kita, tidak semudah menerima pemahaman yang semacam itu. Karena masih ada begitu banyak yang merasa khawatir. Ketika berhubungan dengan mereka yang beda keyakinan, (khawatir) akan menyebabkan akidah mereka goyah. Sehingga, dari kenyataan yang semacam inilah, saya memiliki penjelasan yang reflektif. Perihal bagaimana cara ber-toleransi dan seperti apa batas-batasannya. 

Pertama, mungkin ada yang masih khawatir mendengar istilah (menerima perbedaan) untuk saling menghargai. Sebagaimana, hal yang semacam itu lalu dianggap (menerima/meyakini) agama lain. Padahal, menerima perbedaan itu bukan berarti “percampuran” akidah. Tetapi, kita bisa berlaku untuk tidak saling mengganggu, tidak merasa benar, lalu mereka dianggap salah dan memberikan kebebasan beragama satu-sama lain. Artinya, biarkan mereka beribadah dengan tenang dan kita juga bisa beribadah secara tenang pula.

Kedua, toleransi beragama juga berkaitan dengan cara kita menjalin hubungan sosial dengan mereka yang berbeda keyakinan. Tentunya, ini bukan perihal akidah. Karena, sebetulnya tidak ada hal-hal yang sensitif menyangkut perihal keimanan. Pun tidak ada kaitannya dengan “jual-beli” akidah atau menggadaikan akidah.

Sebab, ini persoalan hubungan sosial-kemanusiaan kita saja. Atau, ini perihal persaudaraan kita sebagai (umat manusia). Sebagaimana, kita adalah makhluk sosial, maka tidak terlepas dari orang lain. Sebagaimana ungkapan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, bahwa “Jika dia bukan saudaramu dalam Iman, Maka dia adalah saudaramu dalam kemanusiaan”.

Jadi, toleransi yang berkaitan dengan hubungan sosial itu kita bisa saling tolong menolong. Jika bersebelahan, bisa saling tegur-sapa, saling bertamu, menjenguk ketika sakit dan hidup secara harmonis. Tentu, ini sekali lagi saya katakan. Bahwa tidak ada kaitannya dengan perihal akidah. Sebab, toleransi adalah tuntunan kita sebagai manusia yang perlu terikat satu-sama lain tanpa perpecahan karena agama. Pun, agama saja justru melarang perpecahan dan memerintahkan persaudaraan.

Ketiga, secara batasan, toleransi memiliki beberapa tata-etika. Sebagaimana, kita tidak boleh memaksakan satu ajaran kepada yang lain. Kita tidak boleh meniru ibadah atau cara-cara spiritual yang dilakukan oleh mereka yang berbeda. Sebagaimana, ayat lakum dinukum waliyadin. Bahwa, ibadah-mu ya ibadah-mu dan ibadahku, ya ibadahku. Jadi tidak boleh mencampuradukkan perihal ubudiyah yang prinsipil semacam itu dan kita harus memberikan kebebasan satu-sama lain.

Sebab, toleransi itu hanya perihal cara kita menjalani hubungan sosial-kemanusiaan dan tidak boleh saling mengganggu satu sama lain. Bahkan, toleransi itu justru akan memiliki dua fungsi bagi kita. Misalnya, dengan menjaga toleransi sebagaimana yang saya sebutkan di atas, niscaya kita akan lebih tenang beribadah dan memperbaiki akidah dengan cara-cara amaliah dan lain sebagainya.

Karena, wujud dari toleransi adalah menjaga dari pertumpahan darah, permusuhan dan peperangan antar umat yang berbeda. Selain itu, kita juga bisa menjalani kehidupan sosial yang aman, nyaman damai dan tenteram satu-sama lain. Jadi, toleransi dengan segala fungsinya itu tidak akan menjadikan akidah kita itu goyah.

Sebab, toleransi itu hanya perihal tata-etika kita dalam menjalani kehidupan sosial. Bagaimana cara kita bisa bersama, saling tolong-menolong dan bisa hidup harmonis. Dengan harapan, perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk kita menjaga hubungan kemanusiaan kita.            

Oleh karena itulah. Jangan khawatir akidah kita akan goyah karena toleransi. Sebab, ber-toleransi itu justru menjaga akidah kita masing-masing supaya tidak saling membunuh. Sebab, dengan toleransi, kita justru akan mengalami ketenangan dan kenyamanan dalam beribadah. Karena tidak saling mengganggu dan tidak ber-tumpah-darah karena perbedaan itu.

Facebook Comments