Kedekatan dan Keteladan Ibu adalah Daya Tangkal Radikalisme Anak

Kedekatan dan Keteladan Ibu adalah Daya Tangkal Radikalisme Anak

- in Suara Kita
166
1
Kedekatan dan Keteladan Ibu adalah Daya Tangkal Radikalisme Anak

Penyebaran paham radikal kini cukup mengkhawatirkan. Sebaran narasi ini telah masuk ke berbagai lini kehidupan bangsa, bahkan sekarang anak-anak sudah mulai dilirik menjadi bagian korban. Beberapa kasus telah ditemukan Bahan ajar dan buku yang bermuatan radikalisme yang beredar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pintu lain yang tidak bisa dinafikan dari penyebaran radikalisme di kalangan anak adalah media sosial. Media sosial saat ini sudah tidak menyehatkan dengan semakin banyaknya konten kebencian, intoleransi, dan ajakan kekerasan yang dapat menumbuhkan bibit radikalisme di kalangan anak.

Apabila konten-konten yang bernuansa intoleran ini dibiarkan bukan tidak mungkin bisa menyebabkan anak menjadi radikal, dan pada tingkat tertentu anak bisa terkena paham teror dengan siap menjadi pelaku teror. Ketakutan ini bukan sekedar mengada-ngada, karena beberapa kasus teror justru dilakukan oleh generasi muda.

Ibu sebagai Teman Dekat Anak

Di sinilah saya kira bahwa peran ibu sangat dibutuhkan untuk mendidik dan melindungi anak dari bahaya paham intoleran dan radikal yang dapat merusak mental dan pandangan anak. Kenapa ibu? Perempuan atau ibu memiliki kemampuan untuk meredam ego. Di samping itu, ibu juga lebih cenderung dingin secara emosional dalam menghadapi persoalan yang dihadapi oleh anak.

Kekuatan emosi tersebut menjadikan ibu mampu melihat segala persoalan yang terjadi secara utuh dan mendapatkan solusi yang efektif bagi anak. Ibu memiliki peranan besar dalam menghadapi persoalan keluarga, begitu juga dalam proses mendidik anak. Tak terkecuali peran ibu dalam mencegah penyebaran sikap intoleran dan radikal pada anak.

Baca Juga : Meneguhkan Agama Ramah Anak

Karena itulah, penting bagi seorang ibu mengupgrade pengetahuannya tentang agama dan kebhinekaan supaya bisa menyalurkan pengetahuan tersebut kepada anak-anaknya. Penyebaran paham radikalisme khususnya di Indonesia tidak hanya menyebar melalui buku dan pergaulan saja, namun melalui sosial media yang berdampak cepat. Seketika anak dapat dengan mudah mengakses berbagai konten di dunia maya. Jika tidak diberikan dasar yang kuat, bukan tidak mungkin anak akan mudah terpengaruh.

Ibu harus bisa meluangkan sedikit waktunya untuk menemani dan mengajarkan nilai dan norma yang baik kepada anaknya. Ibu dapat menjadi guru privat bagi anaknya untuk lebih mengenal tentang nilai-nilai pancasila yang merupakan akar budaya agar anak mampu belajar untuk bergotong royong dan saling menghormati sejak dini.

Pendidikan Keteladanan Ibu

Tumbuh kembang anak dari kecil hingga remaja adalah mampelajari apa yang diharapkan oleh kelompok kepada dirinya dan kemudian membentuk perilaku agar sesuai dengan harapan sosial. Konsep moral yang dikembangkan oleh Kohlberg lebih menekankan pada alasan yang menjadi dasar seseorang bisa melakukan sesuatu tindakan tersebut. Hal ini di sebut sebagai penalaran moral (E.B Hurlock, 1990: 25).

Ibu memiliki tugas untuk selalu mengajari dan selalu mendampingi anak ketika anak sedang mempelajari sesuatu yang baru yang didapat dari lingkungannya. Mengajari anak dapat dilakukan dengan cara melakukan perbuatan terpuji, membiasakan diri untuk bersikap terpuji dan berempati kepada sesama mahluk di hadapan anak. Karena sifat dasar anak adalah peniru ulung, keteladanan ibu merupakan materi pelajaran terbaik.

Ada ungkapan buah tak jauh jatuh dari pohonnya. Hal ini mengisyaratkan, apa yang di lakukan orang tua akan menjadi cerminan dari sikap dan tindakan anak. Oleh karena itu membenahi diri dan selalu berusaha berperilaku baik terhadap sesama menjadi langkah awal pendidikan ibu agar anak memiliki nilai dan tindakan yang sama. Seorang ibu harus menunjukkan sikap terbuka, moderat, menghargai perbedaan dan suka menolong sesama yang secara tidak sengaja merupakan pelajaran berharga bagi pembentukan karakter anak.

Seorang ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa yang baik. Ibu adalah tiang utama sebuah keluarga. Seorang ibu harus mampu menjadi sahabat yang baik untuk anak-anaknya agar anak menjadi nyaman dan bisa mengutarakan segala masalah yang dihadapinya.

Dengan cara ini ibu dapat mengontrol anak-anaknya termasuk menanamkan karakter anti radikalisme. Seorang ibu yang lebih dekat dengan anaknya dari kecil mampu mengetahui perubahan perilaku anak-anaknya. Kedekatan dan kepedulian ibu menjadi alat pendeteksi dini yang efektif agar paham radikal tidak menyasar anak-anaknya.

Facebook Comments