Kedermawanan adalah Kepahlawanan di Tengah Covid-19

Kedermawanan adalah Kepahlawanan di Tengah Covid-19

- in Suara Kita
1098
0
Kedermawanan adalah Kepahlawanan di Tengah Covid-19

Corona menyisakan banyak problem. Anak yatim, ekonomi sulit karena kerjaan terhenti, kebutuhan biaya untuk berobat, dan segala kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Fenomena Corona menyajikan kita data bahwa anak-anak bangsa banyak yang sedang dalam keadaan kesulitan. Gelontoran dana pemerintah tentu tidak cukup untuk mengatasi kerumitan ini seluruhnya. Pembangunan RS khusus Corona, alokasi dana untuk kesehatan dan sosial, tetap tidak memadai untuk memulihkan keadaan.

Dibutuhkan dukungan dari semua anak bangsa yang masih memiliki kemampuan. Baik berbentuk dana, fasilitas, semangat dan lain-lain. Karena Corona adalah wabah yang menimpa Indonesia, maka semua elemen bangsa harus bersinergi, bersama-sama dan bersatu untuk menanganinya.

Semangat seperti ini sejatinya merupakan spirit kepahlawanan yang diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan dari penjajahan. Mereka suka rela menyumbangkan dana, pikiran dan segala yang bermanfaat untuk perjuangan. Kedermawanan anak-anak bangsa pada saat perang kemerdekaan atau pada perang mempertahankan kemerdekaan, seperti peristiwa heroik pada 10 November di Surabaya, mengingatkan kepada kita semua bahwa kedermawanan anak-anak bangsa terpatri. Meski dalam suasana perang, kedermawanan tidak kehilangan ruang.

Kepahlawanan, dalam kondisi seperti saat ini, mestinya hadir dalam semangat untuk membantu saudara-saudara sebangsa yang menjadi korban Covid-19, baik yang terdampak langsung maupun tidak. Hari ini, bangsa ini membutuhkan banyak pahlawan untuk mengorbankan apa saja yang dimilikinya demi meringankan beban negara dan saudara sebangsa. Secara pribadi maupun organisasi keagamaan dan LSM harus bergerak semampu upaya dan daya untuk mengurangi kerumitan yang menimpa Indonesia. Inilah bentuk kepahlawanan kita hari ini.

Kepahlawanan kita semua sedang diuji. Hari ini kita dipanggil oleh negara untuk aktif berkontribusi menuntaskan masalah yang diakibatkan oleh Corona. Kalau hal dilakukan, badai Corona pasti berlalu. Keterpurukan ekonomi dan segala macam efek yang timbul akibat Covid-19 akan teratasi. Indonesia tidak akan goyah dan lumpuh. Setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan.  

Kepahlawanan anak-anak bangsa yang masih memiliki kemampuan terpanggil untuk menyumbangkan apa saja. Naluri kemanusiaan kita semua terpanggil untuk tergerak melihat realitas sosial yang tengah kita hadapi saat ini. Kita terpanggil untuk menunjukkan, bahwa semangat gotong royong, kerelaan, dan perasaan sebagai saudara sebangsa tetap melekat dalam jiwa-jiwa rakyat Indonesia, dan akan berlangsung terus sampai nanti. Sehingga persatuan tetap erat terbina sebagai modal membangun negara ke depan lebih maju lagi. Dan, dengan semangat seperti ini, tatanan sosial yang nyaman akan selalu menghiasi Indonesia.

Gerakan swadaya yang timbul dari kesadaran terdalam jiwa anak bangsa merupakan implementasi dari jiwa kepahlawanan. Bahwa semangat kepahlawanan selalu hadir dalam relung-relung sanubari seluruh penduduk Indonesia di setiap generasi. Dan, yang paling dibutuhkan saat ini adalah pengorbanan untuk kedermawanan dan kerelaan.

Tindakan nyata kedermawanan dan kerelaan untuk membantu saudara sebangsa, nantinya, dan dengan sendirinya akan menghapus habis seluruh aktivitas yang mengarah pada perpecahan. Dengan membantu sesama saudara sebangsa kita akan menimbulkan sikap mental kepedulian yang tidak mempersoalkan perbedaan. Dengan demikian, persatuan akan tambah erat.

Maka, sangat disayangkan kalau dalam situasi seperti ini ada anak bangsa yang justru melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada perpecahan. Seperti radikalisme dan terorisme. Sebab akan menimbulkan beban ganda kepada rakyat Indonesia. Beban kerumitan dampak Corona dan beban retaknya persatuan akibat adu domba kaum radikal.

Untuk itu, mari jadikan momentum Hari Pahlawan sebagai spirit perjuangan menegakkan sendi-sendi kehidupan bernegara yang menjamin adanya ruang-ruang kedamaian, keadilan dan persatuan. Pada saat ini, kita yang memiliki kemampuan dipanggil untuk berjuang mengentaskan dampak-dampak krusial Corona yang menimpa sebagian besar rakyat Indonesia. Disamping itu, bukankah kedermawanan dan kerelaan untuk berbagai juga anjuran agama?

Facebook Comments