Kesuksesan Penyebaran Islam di Nusantara Meniru Strategi Dakwah Rasulullah

Kesuksesan Penyebaran Islam di Nusantara Meniru Strategi Dakwah Rasulullah

- in Suara Kita
194
0

Dakwah merupakan salah satu cara untuk melakukan perubahan sosial. Esensi dakwah adalah mengajak untuk melakukan kebaikan dan perubahan diri. Karena sebagai sebuah Gerakan penyadaran dan perubahan, dakwah membutuhkan metode yang tepat agar tujuan tercapai. Tidak mudah mengajak seseorang, apalagi berdakwah.

Salah satu yang bisa ambil pelajaran penting adalah metode dakwah penyebaran agama Islam di Indonesia. Islam masuk ke Indonesia dengan penuh kedamaian. Dan berita besarnya adalah Islam menjadi agama mayoritas di negeri yang beragam ini, bahkan di seluruh dunia. Menjadi terheran-heran, strategi seeprti apa dan metode seperti apa yang menyebabkan Islam tidak hanya mayoritas, tetapi melekat hingga saat ini?

Ajaran Islam yang disampaikan oleh para pendakwah mampu diterima dengan baik oleh masyarakat karena melalui pendekatan dakwah secara kultural. Dakwah kultural merupakan sebuah model penyampaian misi Islam yang lebih terbuka, toleran, dengan mengakomodir budaya dan adat masyarakat setempat. Karena alasan inilah Islam di Nusantara mampu menyatu dalam kultur budaya dan juga agama.

Islam di Nusantara mampu menaungi kebudayaan dengan rasa tolerannya, bukan malah menghilangkan kebudayaan dan tradisi yang sudah ada. Islam hanya meluruskan perilaku masyarakat yang melanggar norma dan etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat agar dampak buruknya tidak menyebar dan menjadi penyakit dalam masyarakat. Masyarakat harus dibimbing dan diarahkan kepada hal-hal positif yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan strategi dakwah yang sejatinya dilakukan oleh Rasulullah, yakni dengan pendekatan budaya yaitu proses dakwah yang mempertimbangkan unsur keagamaan dan corak budaya yang ada di tempat itu. Dakwah yang dilakukan Rasulullah tidak pernah menggerus budaya dan tradisi Arab secara keseluruhan. Islam yang hadir di tanah Arab banyak mengadopsi budaya dan tradisi Arab.

Kita sebagai umat islam harus mampu memperlihatkan bahwa Islam mampu memberikan nilai toleransi dan kebenaran, bukan malah menjadi musuh budaya dan tradisi yang ada, namun Islam mampu mencerahkan tradisi dan budaya dalam naungan Islam. Dengan cara dakwah kultural, Islam di Indonesia masuk dengan kebudayaan yang sampai detik ini telah dibuktikan dengan umat Islam terbesar di dunia. Artinya, pendekatan dakwah intra dan antar budaya akan mampu membuat masyarakat merasa damai tanpa adanya keributan atau bahkan kerusuhan. Dan damai adalah perwujudan dari dasar Islam sebagai agama perdamaian.

Karakter perdamaian inilah yang menjadi semangat Islam mampu beradaptasi dengan zaman dan tempat. Budaya merupakan cara hidup yang berkembang dalam suatu wilayah dan diwariskan dari generasi kegerasi berikutnya. Budaya mencakup akal budi dan cara berfikir. Jadi bisa dibilang budaya merupakan sebuah hasil cipta, karya dan karsa yang dipelajari dari kebiasaan yang dibangun oleh lingkungan yang ada.

Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki beragam budaya yang tentunya memiliki karakter dan keunikannya masing-masing. Di Jawa, misalnya, masyarakatnya sebagian besar gemar dan senang dengan hal yang berbau kesenian, sehingga cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Wali Songo yakni menggunakan kesenian sebagai media dakwahnya.

Sebelum Islam masuk ke tanah Jawa, masyarakat banyak yang memeluk agama Hindu dan Budha, bahkan animisme. Penyebaran agama Islam kala itu bukan dimulai dengan peperangan, atau sekedar menginjak-injak kepercayaan dan kebudayaan yang berkembang disana. Para Wali Songo tidak secara langsung menentang kebiasaan-kebiasaan lama yang tumbuh berkembang di masyarakat namun justru menjadikan tradisi tersebut sebagai sarana dakwah.

Contohnya saja seperti wayang. Wayang merupakan media yang digunakan Wali Songo untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Cikal bakal wayang berasal dari wayang yang gambarnya mirip manusia dan lakonnya bersumber dari sejarah sekitar zaman Majapahit, ceritanya tentunya disisipkan unsur-unsur moral ke-Islaman.

Sampai kini wayang masih banyak dijumpai dalam pementasan secara ofline maupun online. Itu artinya, wayang mampu bertahan sebagai media dakwah Wali Songo yang cukup sukses di Indonesia. Begitu juga pada zaman Rasulullah dan sahabat berdakwah juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Sayyidina Umar bin Khattab pernah menyampaikan di hadapan majlis “sampaikanlah ajaran Islam sesuai kadar kemampuan mereka”. Yang artinya Rasul dan para sahabat berdakwah secara kultural. Jika dilihat, Rasulullah kala itu mendekati kaumnya dengan cara dan kebiasaan mereka. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa serta merta merubah pola pikir seseorang secara langsung dan mendadak. Dan kondisi arab sekarang dan dahulu sangatlah berbeda. Yang pasti, Rasulullah tidak pernah memberikan contoh umatnya untuk saling menghakimi maupun tidak menghormati kepercayaan yang dianut orang lain.

Facebook Comments