Ladang Subur Penyebaran Radikalisme-Terorisme adalah Konflik

Ladang Subur Penyebaran Radikalisme-Terorisme adalah Konflik

- in Narasi
260
0
Ladang Subur Penyebaran Radikalisme-Terorisme adalah Konflik

Saya sangat tidak sepakat. Ketika segala persoalan, baik persoalan kebangsaan atau persoalan sosial yang kita hadapi. Selalu diselesaikan dengan cara-cara arogan dan kekanak-kanakan. Layaknya memunculkan sebuah konflik. Dengan dalih, demi kewibawaan bangsa yang “tangguh”. Lalu perilaku-perilaku yang tak bermoral itu dianggap perilaku yang tegas untuk bangsa.

Padahal, jalan konflik justru membuat kelompok radikal semakin mudah bekerja merusak tatanan ini. Mengapa? konflik adalah ladang subur bagi penyebaran virus radikalisme-terorisme. Karena, tujuan dari segala misi yang dibangun kelompok radikal-teroris adalah menghancurkan NKRI dengan cara memunculkan konflik dan perpecahan.

Artinya apa? ketika kita dalam segala persoalan mudah memunculkan konflik. Maka secara otomatis kita “membantu” atau meringankan pekerjaan kelompok radikal untuk merusak tatanan ini. Jadi, waspadalah dan jauhi segala yang berkaitan dengan konflik. Karena ini akan menjadi “bumerang” yang akan bisa mengorbankan bangsa ini.  

Membasmi Kelompok Radikal dengan Menjauhi Konflik

Kita harus belajar dari negara Timur Tengah yang dipenuhi dengan kecamuk peperangan dan kehancuran. Akibat, kurangnya menghindari konflik. Sehingga, kelompok radikal semakin memanfaatkan momentum itu untuk memperkeruh keadaan dan semakin membawa tatanan penuh dengan peperangan atau pertumpahan darah.

Jadi, sebelum terlambat. Kita harus segera mungkin untuk bisa menyelamatkan bangsa ini dari kelompok radikal. Dengan menjauhi konflik dan segala pertikaian. Artinya, kita tidak perlu mengangkat senjata atau mengeluarkan biaya mahal untuk menghentikan peperangan. Sebab, jalan untuk membasmi kelompok radikal dalam taraf (ideologis) adalah menjauhi segala yang berkaitan dengan konflik.

Karena, kita bisa menyelesaikan segala persoalan seperti persoalan kebangsaan atau persoalan sosial. Dengan cara-cara yang sifatnya santun, mengedepankan dialog dan menyelesaikan dengan cara-cara yang bebas dari pertikaian atau konflik. Artinya, kita harus menyelesaikan masalah tanpa harus memunculkan masalah baru. Kita bisa melakukan itu. Karena ini adalah peluang bagi kita untuk membersihkan bangsa ini dari kelompok radikal.

Misalnya, jika memungkinkan kita untuk melakukan aksi menyampaikan aspirasi (demo). Terkait kenaikan BBM. Tentu, yang dapat kita lakukan adalah lakukan itu dengan cara-cara yang santun dan dapat menampung segala tujuan yang kita inginkan. Yaitu mencari solusi atau memecahkan masalah terkait kenaikan harga BBM. Bukan mencari masalah dan semakin memperburuk keadaan dengan memunculkan konflik atau anarkisme.

Pentingnya Menjaga Stabilitas dan Kedamaian dalam Hidup Berbangsa

Tentu, kita tidak mau NKRI menjadi negara yang dipenuhi dengan konflik dan kecamuk perang layaknya Timur Tengah. Maka, yang dapat kita lakukan adalah tetap menjaga stabilitas sosial agar tetap harmonis dan berada dalam keamanan. Serta menjaga kedamaian dan keharmonisan satu sama lain. Juga, semakin memperkuat toleransi dan kebersamaan.

Di situlah kunci pentingnya menjaga bangsa ini agar tidak menjadi negara yang dipenuhi dengan kekacauan, kerusakan dan konflik berdarah. Sebab, ketika kita tidak bisa menjaga stabilitas sosial dan realitas justru dipenuhi dengan konflik dan pertikaian. Maka, ini akan semakin  mudah dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Agar, bangsa ini semakin rusak dan berpecah-belah. Serta konflik berdarah tidak bisa terelakkan.

Maka, sebagaimana yang saya sebutkan di awal. Bahwa, konflik sejatinya akan semakin mempermudah pekerjaan kelompok radikal. Yaitu untuk menghancurkan NKRI agar dipenuhi dengan konflik dan kerusakan. Maka, dari sinilah kita harus menjaga stabilitas sosial dan menjaga kedamaian dalam hidup berbangsa dan bernegara kita. Karena itu adalah kunci jika kita masih tidak menginginkan bangsa ini menjadi negara yang dipenuhi dengan konflik dan pertumpahan darah dalam kecamuk peperangan.

Facebook Comments