Membangkitkan Semangat Nasionalisme dan Bergerak Melawan Ekstremisme

Membangkitkan Semangat Nasionalisme dan Bergerak Melawan Ekstremisme

- in Suara Kita
201
1
Membangkitkan Semangat Nasionalisme dan Bergerak Melawan Ekstremisme

Semakin rendahnya semangat nasionalisme para bangsa yang disebabkan oleh munculnya ideologi transnasional, Semestinya semangat nasionalisme terus di pupuk dan di bangkitkan kembali sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air dan upaya mempertahankan perjuangan para pahlawan untuk membangkitkan nasionalisme bangsa Indonesia dengan mengimplementasikan sila-sila Pancasila. Semangat nasionalisme bukan sekadar diucapkan lisan, melainkan harus dengan aksi nyata bergerak melawan ekstremisme sebagai ancaman kebangsaan.

Nasionalisme merupakan perasaan cinta yang tinggi ataupun bangga terhadap tanah air serta tidak merendahkan atau menganggap rendah bangsa lain. Nasionalisme biasa disebut dengan semangat kebangsaan. Dalam bidang politik, nasionalisme memiliki beberapa prinsip antara lain: prinsip kebebasan, prinsip kesatuan, prinsip kesamarataan, dan prinsip kepribadian untuk memanifestasikan pembentukan dan pelestarian negara nasional.

Semangat nasionalisme ( kebangsaan ) dapat melekat dalam diri yang dipengaruhi beberapa unsur, diantaranya: peranan, watak, batas, bahasa, peralatan nasional, lingkungan, dan agama. Sebab, semangat nasionalisme tidak bisa muncul dengan sendiri. Jiwa nasionalisme dapat lebih memperkokoh akar negara.

Tujuan membangkitkan semangat nasionalisme selain menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Tanah Air, juga dapat menjamin kemauan dan kekuatan mempertahankan masyarakat melawan musuh dari luar yang mencoba merusak tatanan negara sehingga menimbulkan semangat rela berkorban untuk negara serta menghilangkan ekstremisme dari warga negara. Dengan begitu, sangat dibutuhkan persatuan antar warga negara untuk sama-sama memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dengan membangkitkan semangat nasionalisme, bergerak melawan provokator negara yang membawa paham ekstremisme.

Adanya provokator negara bisa berpotensi mengancam perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Sejatinya provokator negara adalah seseorang yang mengkhianati negara. Seorang pengkhianat negara harus dimusnahkan dari kehidupan kebangsaan demi kenyamanan dan ketentraman warga negara. Munculnya mereka ( pengkhianat negara ) bisa dikarenakan adanya rasa benci terhadap negara maupun pengelola negara, tidak menerima perbedaan yang ada di dalam negara, serta rendahnya semangat nasionalisme.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam al quran surah Al-Anfal ayat 27 “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” Tanah Air titipan dari Allah yang di amanahkan kepada hamba-Nya untuk ditempati dan melaksanakan seluruh perintah-Nya. Untuk itulah, hamba-hambaNya dianjurkan menjaga, melindungi, dan mencintai Tanah Air sebagai penyempurna iman dan bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta alam semesta.

Ekstremisme adalah suatu paham yang identik dengan kekerasan dalam memerangi negara dan bangsanya serta paham ini melampaui batas dalam membela sesuatu. Siapapun yang memerangi negara maupun bangsanya harus dilawan tetapi tanpa kekerasan, melainkan dengan menunjukkan bangkitnya semangat nasionalisme sehingga tidak mudah dipengaruhi olehnya (ekstremisme).

Ekstremisme merugikan negara maupun agama, sebab ekstremisme melibatkan agama sebagai topeng agar mudah memengaruhi. Dengan begitu, sebagai warga negara perlu Menjaga ideologi negara yang merupakan kewajiban. Semestinya mendukung penuh pada gerakan untuk melawan ekstremisme. Ekstremisme berkeinginan untuk merusak bahkan mengganti ideologi Pancasila, sebab tidak menyukai perbedaan dan menganggap kepercayaan orang lain salah. Padahal sebenarnya ‘perbedaan’ adalah takdir dari Allah. Tidak menyukai perbedaan sama saja dengan melawan takdir-Nya.            

Oleh sebab itu, membangkitkan semangat nasionalisme bangsa suatu keharusan demi memperkokoh ‘akar negara’ sehingga tidak mudah terpecah-belahkan. Selain itu bergerak melawan Ekstremisme sebagai upaya mempertahankan keutuhan, dan perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Facebook Comments