Memviralkan Konten Perdamaian di Bulan Ramadhan

Memviralkan Konten Perdamaian di Bulan Ramadhan

- in Suara Kita
216
0
Memviralkan Konten Perdamaian di Bulan Ramadhan

Media sosial (medsos) telah menjelma menjadi kekuatan dahsyat nan luar biasa dalam pembentukan opini publik di era digital dewasa ini. Dibandingkan dengan media konvensional ataupun tercetak, medsos mempunyai potensi lebih cepat dalam produksi dan diseminasi informasinya. Bahkan, hanya sekali klik, secepat kilat informasi di medsos mampu melesat tanpa sekat.

Dengan keunggulan yang demikian di momentum bulan Ramadhan ini tentu medsos dapat berperan dalam menyebarkan pesan-pesan damai dan ujaran kasih sayang. Apalagi, di bulan Ramadhan ini, kita umat Islam diajarkan untuk selalu meningkatkan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesame makhluk Allah SWT.

Realita menunjukkan pascapemilu 2019 ujaran kebencian bukannya redup, malah justru semakin berkobar antara kedua pendukung paslon di medsos. Manakala ujaran kebencian sudah sedemikian masif, perang melawannya bulan lagi soal akal sehat atau kecanggihan teknologi, akan tetapi cara-cara halus dengan menanamkan kesadaran ujaran kasih sayang di medsos. Apalagi, moment bulan Ramadhan inilah sangat tepat untuk mengetuk hati para netizen agar sadar bahwa kita hidup di dunia diajarkan untuk saling menyayangi bukan membenci.

Oleh karenanya, sebagai generasi digital natives, di bulan suci ini sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana penebar ujaran kasih sayang. Caranya ialah menggunakan medsos secara bijak dengan memproduksi, mengakses, dan menyebarkan informasi yang sehat. Konten medsos terkait ujaran kebencian, adu domba, dan kampanye hitam harus dihindari. Kita harus sebarkan konten-konten positif ujaran kasih sayang. Kita jangan mudah terprovokasi emosional untuk menyebarkan ujaran kebencian.

Baca juga : Ramadan: Refleksi Solidaritas Terhadap Minoritas

Lebih lanjut, medsos sebagai corong publik harus bisa hadir sebagai mitra, bersimbiosis mutualisme dengan pemerintah, rakyat, perusahaan  IT, programer, dan praktisi IT lainnya. Semua entitas itu dapat bekerja sama untuk memberantas ujaran kebencian di jagat maya ataupun di medsos. Mengingat, Jurgen Habermas dalam Stucturwandel der Offentlichkeit mengungkapkan bahwa ruang publik bisa menjembatani antara negara dengan masyarakat sipil.

Seiring dengan berjalannya waktu, medsos yang merupakan ruang publik paling populer perlu adanya penanaman kasih sayang dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam keluarga orang tua harus mampu menjadi kontrol anak-anaknya dalam bermedsos. Anak dididik sedini mungkin untuk mengakses informasi positif bernuansa positif terkait ujaran kasih sayang.

Penanaman kasih sayang di sekolah bisa dilakukan dengan menggencarkan budaya saling tolong menolong dalam kebaikan di sekolah. Revolusi dalam pendidikan literasi kasih sayang juga dapat dilakukan dengan langkah konkrit seperti membaca kritis dan menulis etis. Fisher (1993) berujar, literasi merupakan kegiatan membaca-berpikir-menulis. Artinya kita dalam membaca informasi di medsos bukan sekadar membaca, akan tetapi menganalisis, mengkritisi, dan evaluasi mana informasi positif mana informasi provokatif, sehingga informasi yang kita dapatkan benar-benar bernuansa kasih sayang. Pun demikian dalam kita menulis segala sesuatu di jagat maya, informasi yang kita tabur bukanlah ujaran kebencian, tetapi ujaran kasih sayang.

Kalau membaca dan menulis kritis telah dilakukan maka informasi yang kita bagikan pun adalah informasi kasih sayang dan damai. Ruang gerak ujaran kebenciaan justru akan mudah kita putus dan tutup dengan adanya membaca dan menulis kritis. Semua itu tentunya membutuhkan suatu gerakan pendidikan literasi kasih sayang yang masif di jagat maya atau medsos.

Sementara, pendidikan literasi kasih sayang di masyarakat jagat maya di bulan Ramadhan ini dilakukan dengan kampanye (ajakan) kasih sayang antar sesame dan anti-ujaran kebencian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memviralkan konten-konten positif yang sejuk melalui poster atau ronteg yang biasanya marak di pasang di jalanan pada saat bulan Ramadhan. Harapannya dengan adanya berbagai tindakan kongrit tersebut terlebih di bulan Ramadhan ini, masyarakat akan sadar bahwa kita dianjurkan untuk kasih sayang terhadap sesame baik di dunia nyata maupun di jagat maya, sehingga persatuan dan keutuhan bangsa dapat tetap terjaga, semoga.

Facebook Comments