Mengulang Historitas Persatuan Nusantara

Mengulang Historitas Persatuan Nusantara

- in Suara Kita
179
0

Secara geografis, Indonesia menjadi negara kepulauan dengan wilayah lautan dua pertiga lebih besar daripada daratan. Fakta ini bisa dilihat pada garis pantai yang hampir ada di seluruh pulau di Indonesia. Sehingga Indonesia mendapat gelar sebagai negara yang mempunyai garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. Selain itu, secara historis, pantai yang ada di Indonesia mempunyai kekuatan besar untuk menyatukan seluruh wilayah Indonesia.

Dimulai dari Sumpah Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara, dirinya mengembara dan memulai pertarungan politiknya. Hampir di setiap kerajaan, ada unsur ekonomi yang ditujukan pada aspek kemaritiman. Dari situ, Gajah Mada terus mendorong beberapa kerajaan untuk bekerjasama dan menaruh keseluruhannya di bawah panji Nusantara. Jadi muatan historis Nusantara kental akan kerelaan semua pihak untuk melepaskan egonya, dan memilih menyatukan diri dalam satu kesatuan Nusantara.

Dilihat dari namanya, Nusantara terdiri dari dua kata, yaitu “nusa” yang berarti pulau dan “antara” yang berarti luar. Dimana dapat diartikan jika nama Nusantara merujuk pada wilayah Indonesia yang berupa kepulauan. Nama ini tercatat dalam Kitab Nagarakertagama yang dilengkapi dengan luasan wilayah Nusantara yang mencapai Sulawesi, Papua Barat, sebagian wilayah Maluku, Malaysia, Filipina, Brunei, dan Singapura.

Keseluruhan wilayah tersebut menjadi bukti akan keseriusan semua pihak untuk mengabdi dan menyatakan janji akan kemurnian persatuan yang mereka miliki. Tidak peduli wilayah mereka dahulu menjadi penghasil tambang yang besar ataupun mempunyai pengaruh besar dalam sektor kemaritiman, hal yang paling penting dalam pembangunan Nusantara adalah niat untuk saling melengkapi dan menjadi kuat secara bersama.

Bukti Kuatnya Persatuan

Bukti kuatnya persatuan Indonesia telah berulang kali dibuktikan melalui serangkaian peristiwa, baik berupa konflik ataupun kesepakatan-kesepakatan besar yang telah diambil bangsa ini. Yang paling kentara dari rasa persatuan Indonesia adalah momen peperangan melawan pihak penjajah. Dimana Indonesia yang hanya bermodalkan senjata sederhana berhasil mengusir pihak penjajah dengan persenjataan lengkap dan pasukan terlatih.

Di sisi lain, semangat solidaritas-lah yang menjadi kunci dari serangan psikologis yang diarahkan ke pihak penjajah. Sebelum melakukan peperangan, nyali pihak penjajah terasa ciut melihat solidaritas luar biasa yang ditunjukkan oleh pejuang Indonesia. Sehingga di medan perang, muncul rasa takut, khawatir, atau bahkan rasa kalah, yang mana dilihat sebagai celah oleh pasukan Indonesia untuk memperoleh kemenangan.

Dalam aspek diplomasi, pernah para tokoh Indonesia berdebat untuk menentukan ideologi yang nantinya mendasari terbentuknya Indonesia. Penyusunan tersebut memakan waktu lama karena pentingnya arti ideologi itu sendiri bagi bangsa Indonesia. Pada akhirnya, dihasilkan keputusan bersama yang menelurkan 5 butir ajaran yang mencirikan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, pada poin pertama, muncul perbedaan pendapat karena dianggap condong pada salah satu agama, dan meminggirkan agama lainnya. Sehingga poin pertama direvisi dan diganti dengan nilai-nilai yang lebih mewakili seluruh masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, untuk menghargai kesepakatan yang telah dibentuk sebelumnya, diabadikanlah 5 poin dasar yang pertama dengan nama Piagam Jakarta. Sedangkan 5 nilai dasar baru dinamakan Pancasila. Hingga kini, Pancasila terus dijadikan acuan untuk mendorong kehidupan bangsa Indonesia ke arah yang dicita-citakan para pendahulu.

Semangat Persatuan Bangsa dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Modal persatuan inilah yang juga ingin ditelurkan dalam pembentukan ibu kota baru, yang diresmikan dengan nama Nusantara. Faktor historis dari nama tersebut menjadi doa agar kedepannya Indonesia semakin kuat akan nilai persatuannya. Sehingga Indonesia terlihat gagah di mata negara tetangga, dan bisa menjalin kerjasama karena kuatnya jaringan yang dibangun.

Kemudian dalam negeri sendiri, masyarakat Indonesia akan bergotong royong untuk suksesi pemerintahan kedepan. Menelurkan ide-ide cemerlang dan cenderung tidak memaksakan kehendak sendiri. Sehingga keputusan yang dihasilkan didalamnya benar-benar mencakup semangat memajukan bangsa Indonesia kedepan.

Dilain pihak, ibu kota yang baru akan menjadi ikon sekaligus contoh wujud semangat persatuan yang diwariskan oleh para pendahulu. Maka momentum pembentukan ibu kota akan menjadi seremonial yang mengawali nilai-nilai persatuan ke seluruh daerah lainnya.

Facebook Comments