Menjaga Ruang Maya dari Kebisingan Politik Identitas

Menjaga Ruang Maya dari Kebisingan Politik Identitas

- in Suara Kita
167
0
Menjaga Ruang Maya dari Kebisingan Politik Identitas

Saat ini memang benar adanya apabila dunia maya menjadi tempat manusia untuk berkeluh kesah, bermeditasi, sampai dengan digunakan pemecah solusi. Namun, di lain pihak ruang maya juga dimanfaatkan sebagian orang untuk kepentingan politik yang merugikan orang lain. Maka tidak mengherankan apabila sosial media bisa melahirkan ujaran kebencian, hoax sampai dengan provokasi. Karena kenyataannya kebebasan dalam bersosial media memang sulit terkontrol. Hingga menyebabkan seseorang mengungkapkan kebaikan menurutnya tapi lupa bahwa itu  belum tentu baik untuk orang lain.

Hal inilah yang ditakutkan mengapa ruang maya harus benar-benar di kontrol dengan santun. Bahwasanya menjelang Pemilu 2024 politik identitas seringkali dimanfaatkan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab untuk saling memprovokasi dan menjatuhkan satu dengan yang lainya. Terlebih politik identitas ini seringkali menggiring opini yang menyasar agama dan keberagaman yang ada di bangsa Indonesia.

Kondisi ini mengharuskan setiap dari kita untuk cerdas dalam sosial media maupun ketika berinteraksi secara nyata.  Bahwasanya serangan politik identitas bisa menyerang psikis seseorang, kemudian menjadi rancun yang membuat seseorang memiliki sikap untuk saling membenci dan siap memprovokasi. Ketika hal tersebut sudah membayangi kehidupan seseorang, maka yang tersisa hanya pikiran-pikiran negatif terhadap orang-orang yang berlawanan dengannya. 

Sedangkan ketika kita mengkaji ideologi bangsa Indonesia, selalu ditekankan betapa pentingnya kebersamaan dan kemanusiaan. Sebab, berangkat konsep inilah manusia mampu memahami perbedaan yang di bangsa Indonesia bisa dipecahkan dan menjadi kerukunan dalam hidup bersosial tanpa ada ketakutan. Dari sini juga  bangsa Indonesia bisa menjadi negara yang terkenal dengan bangsa yang toleran.

Fakta ini memberikan edukasi kepada setiap manusia, bahwa yang paling berharga dalam hidup adalah kebersamaan. Ketika kebersamaan  sudah menjalar dalam hidup bersosial, maka kesantunan juga akan selalu mengiringinya. Maka jaga lisanmu dan selalu waspada dalam bersosial media. Karena kita bisa menjadi bagian di dalam kejahatan yang sebenarnya tidak kita ketahui.

Istilah lisanmu seperti tajamnya pedang memang benar adanya, namun sekarang tidak hanya lisan yang bisa membunuh karakter seseorang. Melalui jari-jemari kita juga bisa memprovokasi dan melahirkan kebencian terhadap orang lain melalui ruang maya. 

Untuk itu, di tengah kebisingan tentang politik identitas menjelang pemilu 2024 sekarang ini. Kita yang waras dalam bermedia sosial harus siap memanfaatkan dunia maya sebagai panggung perdamaian. Dengan kata lain, media sosial dimanfaatkan untuk menyuarakan kerukunan, memberikan sebuah penjelasan pentingnya mencintai dan menjaga negeri ini  dengan sepenuh hati. Sehingga seseorang mengerti bagaimana menjaga dan menghargai setiap apa yang ada di dalamnya.

Apabila cinta kasih senantiasa disuarakan dalam dunia maya. Maka, ujaran kebencian dan provokasi tidak akan menghiasi sosial media. Begitu juga sebaliknya apabila ujaran kebencian dan provokasi seringkali ada di dinding-dinding media sosial. Maka hal tersebut bisa memberikan efek pada keretakan suatu bangsa. Sebab, ujaran kebencian bisa melahirkan stigma negatif yang bisa berujung pada ketidakpercayaan antara satu dengan yang lainnya. Terlebih ujaran kebencian tersebut mengarah pada hal-hal yang sensitif. Seperti suku, agama, etnis, dan lain sebagainya.

 Dari sini kita harus selalu memiliki prinsip, bahwa perdamaian tercipta tidak hanya untuk satu orang, tetapi untuk setiap penduduk bangsa. Maka jaga dan rawat negeri yang makmur ini dengan baik. Sampai kita bisa mengerti bagaimana rasa memiliki dan menghargai. Jangan pernah mau diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan persatuan kitalah yang akan menjadi jembatan untuk membangun kerukunan.

Bersama-sama kita akan membangun rasa toleransi tanpa ada kebencian. Baik itu melalui media sosial ataupun tindakan langsung. Karena hal itulah yang akan berpengaruh pada karakter seseorang. Hingga seseorang bisa menemukan jati dirinya dalam memahami keindahan bangsa.

Facebook Comments