Menjahit Ulang Komitmen dan Loyalitas ASN terhadap NKRI!

Menjahit Ulang Komitmen dan Loyalitas ASN terhadap NKRI!

- in Suara Kita
424
0
Menjahit Ulang Komitmen dan Loyalitas ASN terhadap NKRI!

Saya rasa, mewabah-nya ideologi radikal-intolerant di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, sejatinya “bukan” sebagai fenomena krisis ideologi kebangsaan. Melainkan, mereka sedang mengalami “robeknya” komitmen dan loyalitas terhadap NKRI.  

Maka, di sinilah letak strategis bagi kita. Untuk menjahit ulang sebuah komitmen dan loyalitas ASN terhadap NKRI yang telah robek. Agar, spirit mereka di dalam menjaga NKRI itu kembali pulih. Sehingga, mereka bisa terus berjuang untuk melawan segala ancaman yang ada dan bisa terus membangun bangsa ini menjadi lebih baik.

Bahkan, ada perbedaan yang paling mendasar. Antara orang yang terkontaminasi virus radikal-intolerant karena dipengaruhi oleh “ketidakpahaman” terhadap komitmen kebangsaan. Dengan, mereka yang memang telah memahami prinsip kebangsaan, tetapi masih terkontaminasi virus radikal-intolerant. Karena dipengaruhi oleh robeknya komitmen dan loyalitas terhadap NKRI.

Dari dua tipe ini, kita akan memahami, bahwa hal yang sangat membahayakan bagi kita adalah orang yang memang memahami tentang prinsip kebangsaan, tetapi mereka terkontaminasi oleh virus radikal-intolerant. Layaknya para ASN ini. Karena, dipengaruhi oleh komitmen dan loyalitas mereka terhadap NKRI yang mulai robek. Tentu, jika ini dibiarkan, niscaya NKRI ini akan mudah dihancurkan secara teratur, disiplin dan transparan. 

Sebab, orang-orang yang telah bergabung dalam sebuah instansi negara, itu sangat tidak mungkin mereka tidak paham Pancasila. Bahkan, sangat tidak mungkin mereka itu tidak paham tentang konsep agama yang tolerant. Bahkan, sangat tidak mungkin mereka tidak mengerti tentang prinsip persatuan di tengah keragaman.

Sebab, mereka itu semuanya orang-orang pintar yang terpilih untuk bisa menjaga NKRI. Tetapi, kenapa masih terkontaminasi virus radikal-intolerant? Maka, di sinilah yang saya maksud dengan robeknya komitmen dan loyalitas para ASN terhadap NKRI itu sendiri.

Karena, status mereka yang telah berikrar untuk setia pada Pancasila dan menjunjung tinggi NKRI itu agar tidak diracuni oleh virus ideologi apa-pun. Termasuk ideologi radikal-intolerant. Di mana, ideologi ini akan melemahkan Pancasila serta akan memporak-porandakan NKRI itu sendiri.

Tentunya, ini akan kembali terhadap sebuah komitmen dan loyalitas yang dimilikinya. Karena, selama mereka para ASN masih kuat dengan komitmen untuk menjaga NKRI dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, maka mereka-mereka ini sangat tidak mungkin terpengaruh dengan ideologi apa-pun yang berupaya untuk merusak keduanya. Tetapi, selama komitmen dan loyalitas mereka melemah, niscaya ini akan sangat berdampak besar terhadap segala perannya dalam menjaga NKRI dan ideologi Pancasila itu sendiri.

Sebagaimana bukti nyata, bahwa para ASN di Indonesia masih berada dalam “ancaman” ideologi radikal-intolerant. Karena, telah banyak survey yang menyatakan bahwa para ASN itu menjadi terkaget utama kelompok radikal-intolerant. Bahkan, tidak hanya bersifat ideologis. Ada juga yang memang telah bergabung ke dalam kelompok ini dengan memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ASN.

Dari sini jelas saya katakan bukan sebagai fenomena krisis ideologis mereka para ASN terkontaminasi oleh ideologi radikal-intolerant itu. Melainkan, komitmen dan loyalitas mereka terhadap NKRI yang sedang robek. Maka, dari kondisi yang semacam inilah, kita memiliki tanggung-jawab untuk (menjahitnya kembali) sebuah komitmen dan loyalitas para ASN terhadap NKRI. Agar, mereka bisa kembali berada dalam tugas dan tanggung-jawabnya sebagai penjaga negara.            

Tentunya, dengan menjahit kembali komitmen dan loyalitas para penjaga negara layaknya ASN untuk setia pada NKRI. Karena, sebuah komitmen dan loyalitas merupakan hal yang berharga dan penting untuk dipertahankan bagi para penjaga negara. Sebab, ketika komitmen dan loyalitas ini robek, maka di situlah mereka akan mudah teracuni oleh virus yang ingin menghancurkan NKRI itu sendiri.

Facebook Comments