Menunggu Fatwa tentang Bahaya NII : Kenapa MUI Diam?

Menunggu Fatwa tentang Bahaya NII : Kenapa MUI Diam?

- in Suara Kita
272
0
Menunggu Fatwa tentang Bahaya NII : Kenapa MUI Diam?

Sumatera Barat dikejutkan dengan kehadiran Negara Islam Indonesia (NII) yang menurut kepolisian telah beranggotakan ribuan orang. Tidak hanya, seperti NII di Garut, Gerakan ini banyak juga menyasar generasi muda, bahkan anak-anak untuk didoktrin dan direkrut sebagai bagian dari organisasi ini.

Kejadian ini patut menjadi kewaspadaan bersama. Pasalnya, NII sebagai gerakan subversif warisan sejarah masa lalu dari DI/TII ternyata masih eksis dengan ideologi dan misi yang sama. Bahkan NII di Sumbar ditenggerai mempunyai Gerakan untuk melengserkan pemerintahan saat ini sebelum digelarnya Pemilu 20224. Tidak hanya itu, secara ideologis NII masih sama dengan NII Kartosuwiryo yang ingin mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi Islam dan penerapan syariat Islam.

Tidak hanya pemantapan ideologis, Gerakan NII juga telah menyiapkan Gerakan fisik dengan pelatihan dan penyiapan senjata dan perencanaan aksi. Dan tentu saja yang memperihatinkan adalah modus yang sama dengan merekrut anak di bawah usia 13 tahun untuk direkrut dan dicuci otak.

Kenapa MUI Diam Tanpa Fatwa tentang NII

Gerakan mengatasnamakan agama dalam hal ini Islam harus mendapatkan respon tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah dan termasuk MUI. Terdapat masyarakat awam yang dijadikan korban indoktrinasi dengan ajaran-ajaran yang sesat dan membangkang yang bertentangan dengan nilai Islam. Bughat dalam Islam adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa ditelorir.

MUI yang selalu sigap dengan fatwa-fatwanya tentang Gerakan massa yang bertentangan dengan nilai Islam tampak diam. Tidak secepat memfatwakan Ahmadiyah, Syi’ah, atau aliran sesat lainnya. NII telah sekian lama dan banyak memakan korban, tetapi belum ada fatwa dari MUI tentang status NII dalam kacamata hukum Islam.

Kita boleh agak memuji terhadap MUI karena salah satu MUI di Kabupaten Garut telah mengeluarkan fatwa  HARAM terhadap Gerakan NII karena merongrong keutuhan NKRI. Bahkan NII yang bermaksud mau memerangi negara, sah bahkan wajib diperangi. Ketegasan MUI Kabupaten Garut penting agar memberikan panduan kepada masyarakat tentang Gerakan yang membawa nama Islam ini.

Kejadian di Sumbar hanya bagian kecil, setelah sebelumnya terjadi di Garut dan Lampung. Namun, sampai saat ini edukasi berbasis keagamaan atau lebih tepatnya melalui fatwa dari ormas keagamaan terutama MUI nyaris tidak terdengar. Bahkan hanya sekedar komen untuk kejadian ini tidak ditemukan. Padahal, rasanya anggota MUI sangat sensitif dengan isu nasional, terutama isu politik.

NII dalam bingkai isu keagamaan, terutama keislaman, hampir tidak mendapatkan porsi perhatian yang cukup menarik dari MUI. Padahal, sangat jelas ada organisasi yang terstruktur dan massif dengan memanfaatkan isu-isu agama untuk melakukan Gerakan yang menyimpang. Kemana suara dan fatwa MUI untuk meluruskan ajaran ini agar tidak memakan korban masyarakat awam di daerah lainnya.

Tentu saja kita masih sangat mengharapkan ketegasan serupa di tingkat pusat agar MUI memberikan fatwa yang tegas tentang ideologi, ajaran dan Gerakan NII yang tidak hanya bergerak di satu daerah, tetapi juga telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Korban dari doktrin yang memanipulasi agama yang dilakukan oleh NII adalah masyarakat awam, bahkan anak-anak usia di bawah umur.

Akhirnya, kita hanya berharap menunggu fatwa dari MUI sebagaimana fatwa-fatwa tegas lainnya terhadap aliran dan madhab pemikiran yang dianggap melecehkan agama. NII dalam kadar ideologi dan Gerakan tidak hanya melecehkan Islam, tetapi juga mengancam  kedaulatan negara. Semoga ada sedikit komentar dari MUI dan berujung keluarnya fatwa tentang NII.

Facebook Comments