Menyoal Sikap Organisasi KAMI yang Mendukung Khilafatul Muslimin

Menyoal Sikap Organisasi KAMI yang Mendukung Khilafatul Muslimin

- in Suara Kita
198
0
Menyoal Sikap Organisasi KAMI yang Mendukung Khilafatul Muslimin

Di tengah banyaknya kecaman dari masyarakat Islam serta organisasi Islam di Indonesia. Perihal mencuat-nya gerakan pengasong khilafah dalam gerakan khilafatul muslimin ini. Tampaknya, Komisioner organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat dengan (KAMI) di daerah Karawang, yaitu Elyasa Budianto. Justru mendukung keberadaan khilafatul muslimin tersebut dan membenarkan konsep menegakkan negara khilafah tersebut.

Bahkan di dalam wawancaranya, pada 4/6/2022, dikutip dari detikjabar.com. Elyasa Budianto menyatakan bahwasanya “Memang KAMI menyetujui Khilafah karena kita sebagai muslim sudah diajarkan dalam Islam itu konsep kenegaraan istilahnya khilafah, kalau pemimpin itu khalif. Dan KAMI tidak mengharamkan Khalifatul Muslimin. Sebagai muslim Saya mengikuti samina wa’atoqna itu ajaran agama kita” ujarnya.

Tentu, pernyataan sikap yang semacam ini, di satu sisi sangat-lah berbahaya secara (pengaruhnya) terhadap masyarakat awam yang kurang memahami agama. Pun, di sisi lain pernyataan yang demikian itu sangat jelas problematis-keliru dan mutlak tidak bisa kita benarkan. Sebab, kita harus mempersoalkan pernyataan sikap yang demikian. Karena ini akan menjadi problem dan akan berdampak buruk bagi pola-pikir masyarakat.

Sebab, sebagai sesuatu yang sangat mutlak untuk kita pahami. Bahwa, khilafah itu bukan ajaran agama Islam. Bahkan, pemahaman yang semacam ini sudah begitu lamanya terpancar dalam pemikiran masyarakat Islam di Indonesia. Maka, wajar ketika mereka menolak gerakan itu. Bahkan, mereka sudah paham bahwa di dalam Al-Qur’an itu sendiri, tidak ada satu-pun kebenaran etis dari-Nya yang memerintahkan menegakkan negara khilafah yang dimaksud.

Sebagaimana dalam banyak kitab sejarah tercatat. Bahwa khilafah adalah “bekas sejarah”. Dia adalah ide pemerintahan di masa lalu yang digagas dan bahkan tidak hanya umat Islam yang menggunakan sistem yang semacam itu. Jadi, segala sesuatu yang berkaitan dengan ide tentang sebuah sistem pemerintahan itu adalah (cara berpikir) umat manusia akan sebuah tatanan. Bukan petuah sakral atau-pun ajaran suci dalam agama. Apalagi Elyasa Budianto menyatakan dengan segala kekeliruannya. Bahwa gerakan khilafatul muslimin adalah dakwah Islam yang terbuka dan dibenarkan keberadaannya.

Pentingnya Segera Mungkin Regulasi Pemberantas Ideologi Khilafah

Maka, komitmen kita sebagai orang Indonesia yang peduli terhadap negara dan agama-Nya, kita perlu memberantas ideologi atau gerakan khilafah layaknya khilafatul muslimin ini. Karena, komplotan khilafatul muslimin ini sudah tersebar luas di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Maka, apa jadinya jika gerakan konvoi khilafatul muslimin semakin banyak. Hingga, banyak orang yang tersesat dan dibodohi dengan sebuah pemahaman bahwa khilafatul muslimin itu dianggap benar adanya.

Oleh sebab itulah, perlu adanya semacam regulasi hukum untuk menertibkan gerakan khilafatul muslimin ini. Karena jelas, ini adalah gerakan politik yang berupaya ingin menguasai negeri ini. Jangan mudah terpengaruh dengan narasi bahwa khilafah ajaran Islam dan khilafah dianggap praktik agama yang perlu ditegakkan.

Sebab, semua narasi yang semacam itu murni pengetahuan tidaklah benar. Jadi, komitmen pemerintah perlu tegas untuk segera menertibkan komplotan para pengasong khilafah ini. Meskipun, dari dulu kita sudah “muak” dengan narasi-narasi khilafah yang semacam itu. Tetapi, fakta mencuat-nya gerakan khilafatul muslimin adalah fakta bahwa pemerintah harus memberantas aktivitas yang sifatnya ideologis bertentangan dengan ideologi bangsa.            

Mengapa? karena jelas yang kita perjuangan adalah keselamatan, kenyamanan dan kedamaian umat Indonesia secara keseluruhan. Jadi, jangan terpengaruh dengan narasi bahwa negeri ini blum Islami atau-pun dianggap tidak sesuai agama-Nya. Karena, bangsa ini jelas dan mutlak telah mengambil prinsip etika-ajaran agama dan menyerap prinsip-prinsip tentang sebuah negara yang menjunjung tinggi rahmatan.

Facebook Comments