Menyoal Tuduhan 2 Pendakwah Sesat

Menyoal Tuduhan 2 Pendakwah Sesat

- in Narasi
483
0
Menyoal Tuduhan 2 Pendakwah Sesat

Tak lekang tuduhan Islamophobia terhadap pemerintah, karena berupaya ingin memberantas akar-rumput kelompok radikal di negeri ini. Kali ini, para pendakwah yang gemar menyiarkan ajaran Islam pembawa maslahat mulai dituduh sesat. Seperti Habib Husein Ja’far Al-haddar dan Habib Ahmad Bin Hasan Alaydrus.

Lantas, yang menjadi pertanyaan kita hari ini, mengapa mereka dituduh sesat? Di manakah letak kesesatannya? Sebab, kalau kita amati, dua sosok Habib sekaligus pendakwah ini selalu membawa ajaran-ajaran Islam yang penuh cinta kasih. Mereka begitu konsisten mengangkat kebenaran Islam yang bisa membawa kemaslahatan umat. Semua isi ceramahnya memegang teguh prinsip rahmatan lil alamain. Berjuang menjaga keutuhan NKRI. Agar hidup dalam keharmonisan dan bisa saling menghargai satu-sama lain.

Cobalah kita pahami nasihat Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Bahwasanya “Jangan melihat Siapa yang berbicara, tetapi lihatlah apa yang dibicarakan”. Kalau kita berdasar pada pemahaman ini, tentunya sebagai kekeliruan yang sangat besar. Ketika kita menuduh sesat terhadap seseorang yang berbicara banyak hal dalam konteks dakwah yang bisa membawa kebaikan, kemanfaatan dan kemaslahatan dalam segala hal.

Motif Penyesatan Para Pendakwah Pembawa Maslahat

Saya rasa, ada semacam motif di balik tuduhan sesat terhadap Habib Husein Ja’far Al-haddar dan Habib Ahmad Bin Hasan Alaydrus. Di mana, ada semacam “kebencian” sekaligus “kegagalan” kelompok tertentu. Ketika, dua sosok Habib dan pendakwah ini gencar menyampaikan ajaran Islam yang membawa keamanan dan kedamaian umat. Karena, ini secara otomatis akan mereduksi dan mematahkan ajaran radikal yang gencar merusak mengatasnamakan ajaran Islam.

Sebab, kekeliruan yang sangat besar. Ketika tuduhan sesat itu lahir atas sentiment terhadap aliran tertentu. Jelas, ini adalah motif intolerant yang membentang di dalamnya. Membawa satu keyakinan publik bahwa aliran Syi’ah dianggap sesat dan perlu dimusnahkan di negeri ini. Sehingga, ini menjadi strategi baru untuk bersifat diskriminatif terhadap aliran kepercayaan di Indonesia yang sangat dilindungi.

Namun, terlepas dari itu. Cobalah kita pahami segala dakwah yang disampaikan dua sosok Habib sekaligus pendakwah yang dituduh sesat itu. Adakah ajaran kesesatan yang mengajak kita membunuh, membenci, memusuhi, merusak tatanan dan bertindak zhalim terhadap mereka yang berbeda keyakinan? Pertanyaan ini kalau kita melihat semua isi ceramahnya dari dua sosok tersebut, sejatinya jauh dari tuduhan kesesatan itu sendiri.

Bahkan, semua yang disampaikan itu selalu condong membawa kedamaian diri, membawa kemaslahatan, kemanfaatan dan kemanfaatan bagi NKRI. Maka, dari sinilah sebetulnya kita bisa menemukan titik terang. Bahwa, tuduhan kesesatan itu terletak ke dalam dua motif. Pertama, bersifat sentiment terhadap aliran tertentu dan berupaya menutupi misi dakwah ajaran Islam yang membawa maslahat bagi tatanan.

Jelas, kalau kita boleh jujur. Semua isi dakwah yang disampaikan oleh dua sosok Habib sekaligus pendakwah itu selalu bertolak-belakang dengan ajaran kelompok radikal. Seperti contoh, dakwahnya Habib Husein Ja’far Al-Haddar. Beliau selalu kontra dan menantang ajaran Islam yang keras, radikal dan penuh kebencian terhadap mereka yang berbeda keyakinan.

Kelompok Radikal Sangat Tidak Menyukai Dakwah Islam Maslahat

Dari penjabaran di atas, sejatinya kita bisa menemukan benang merah. Perihal, mengapa pendakwah pembawa maslahat itu dituduh sesat? Tentu titik terangnya adalah kelompok radikal. Di mana, komplotan perusak bangsa ini jelas sangat tidak menyukai para pendakwah yang membawa ajaran Islam yang penuh kedamaian, menyatukan dan membawa maslahat bagi tatanan umat.

Sama-halnya ketika ada kebijakan pemerintah yang sengaja ingin memberantas habis jaringan kelompok radikal. Di situ mulai ada banyak tuduhan Islamophobia. Guna, melemahkan kebijakan pemberantasan itu. Maka, dari sini kita bisa memahami motif di balik tuduhan sesat terhadap para pendakwah yang istiqamah membawa ajaran Islam yang bisa membawa maslahat bagi tatanan umat itu.

Facebook Comments