Metode Dakwah Gaungkan Persatuan di Dunia Maya

Metode Dakwah Gaungkan Persatuan di Dunia Maya

- in Suara Kita
487
1
Metode Dakwah Gaungkan Persatuan di Dunia Maya

Berbicara tentang dakwah tidak akan asing lagi terdengar bagi telinga kita , menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dakwah merupakan suatu Propaganda penyiaran dan pengembangan di kalangan masyarakan dimana menyerukan untuk memeluk , mempelajari serta mengamalkan ajaran agama.

Dalam buku “Desain Ilmu Dakwah” yang di tulis oleh Muhammad Sulthon , Dakwah merupakan suatu aktifitas lisan dan tulisan mengenai usaha untuk menyeru , mengajak , dan memanggil manusia untuk beriman dan mentaati Allah SWT sesuai dengan garis aqidah dan syari’at serta Akhlak yang Islamiyah.

Berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi berupa Internet tidak menyurutkan aktifitas dakwah, bahkan dengan adanya perkembangan tersebut membuat lebih mudahnya seorang da’i untuk mencapai objek atau sasaran dakwah dengan memanfaatkan platfrom yang tersedia di jagat Dunia Maya diantaranya melalui Website dan Media Sosial. Hal ini di buktikan dengan hadirnya akun serta situs-situs yang berisi dakwah Islamiyah.

Namun ketika terjadinya gejolak dan gesekan politik di bumi pertiwi ini , sontak membuat saya sedikit prihatin dimana saya melihat di Media Sosial umumnya sesama bangsa Indonesia bahkan sesama muslim saling mengejek , mencela bahkan sampai memberikan gelar yang buruk dikarenakan perbedaan pandangan politik .

Sengketa Politik pun kian memanas , dan secara tiba-tiba muncul lah akun-akun serta website dimana mengaku menyebarkan dakwah Islam akan tetapi yang membuat saya terheran-heran akun tersebut bukan berusaha untuk mendinginkan situasi melainkan justru memprofokasi dengan narasi-narasi kebencian. Kesan yang saya lihat bukanlah menyebarkan ajaran agama Islam melainkan mengemukakan sebuah manifesto politis. Akibatnya terjadilah perdebatan yang di bumbui dengan isu SARA yang membuat semakin terpecahnya bangsa Indonesia.

Baca juga : Dakwah Online: E-Learning Membanguan Karakter Generasi Digital

Sahabat damai sejatinya kita semua pasti tau bahwasanya dalam ajaran agama Islam seapapun kondisinya kita sangat di larang oleh Allah Swt untuk memaki , mencela , bahkan sampai memberikan gelar yang buruk .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q        s Al Hujarat : 11)

Dalam konteks dakwah sendiri , tidak perneh di benarkan dengan narasi kebencian justru dengan hikmah dan penlajaran yang baik .

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs An Nahal : 125)

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَـمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka mulailah dengan (berucap) kata-kata yang baik. (HR. Al-Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 2346)

Tepat Kamis malam , 27 Juni 2019 Mahkamah Konstitusi telah final menentukan putusan mengenai sengketa Pilpres tahun ini , dibalik semua kisruh dan permasalahan yang terjadi marilah kita semua kembali ke fitrah kita sebagai bangsa Indonesia yang dikenal dengan Persatuan dan Kesatuan dalam membangun sebuah negara .

Sebagai seorang muslim , hal yang perlu kita lakukan saat ini ialah Berdakwah dengan cara menggaungkan persatuan di dunia maya, dimulai dengan cara mengemukakan narasi perdamaian serta persatuan dan cinta tanah air.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Qs Al Hujarat : 10).

Dalam Berdakwah tentu kita harus menggunakan metode-metode yang tepat agar dakwah kita di terima . Secara umum Metode Dakwah yang menurut saya cocok di lakukan di Dunia Maya yaitu :

  1. Metode Dakwah Ammah , merupakan dakwah yang di tunjukan kepada orang banyak atau masyarakat umum tanpa adanya hubungan yang intensif metode ini bisa juga sejalan dengan Dakwah Bil-Hikmah dimana disampaikan dengan cara bijaksana mengedepankan persuasif yang membuat objek dakwah tidak merasa di paksa dimana ini diharapkan tidak memunculkan konflik . Di Dunia maya dakwah seperti ini bisa dilakukan dengan cara memposting video di media sosial berisi tentang pesan dakwah dalam menjaga serta mempertahankan ukuwah persatuan baik itu kepada saudara seiman dan juga kepada saudara sebangsa setanah air tanpa mencap atau merendahkan dengan orang yang kita nilai tidak sependapat .
  2. Metode Dakwah Bil Kitabah, merupakan dakwah tulisan, pada masa sekarang yang penuh dengan kemajuan baik dibidang ilmu pengetahuan maupun ilmu teknologi, semuanya sudah serba canggih, hal ini menjadikan manusia modern menjadi sangat sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga waktu untuk mendengarkan ataupun menghadiri sebuah forum tabligh sudah sangatlah sedikit, maka dari itu dakwah bil kitabah sangatlah cocok untuk manusia modern. Dakwah ini dapat juga dikonsidikan dengan berbagai karakter masyarakat modern saat ini diantaranya masyarakat yang malu bertanya. Di Dunia maya sendiri Dakwah Bil Kitabah bisa di isi dengan tulisan-tulisan baik di website atau di beranda media sosial dengan berupa edukasi dengan menggunakan narasi yang sejuk dalam memberikan pengetahuan tentang ajaran Islam terutama persatuan dalam sudut pandang Ukuwah Wathaniyah (Saling Menjaga kerukunan antar umat beragama dan membudidayakan rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada didalam negara kesatuan republik indonesia serta bersama sama menjunjung tinggi martabat bangsa dimata bangsa lain).

Untuk itu sahabat damai marilah kita Fasthabiqul Khairat (Berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan cara berdakwah mengaungkan persatuan dan perdamaian di dunia maya bahkan kalau bisa juga di dunia nyata, dengan metode dakwah yang rasanya dikira pas dan sesuai dengan passion kita dalam menyikapi gesekan politik , agar kita tidak termasuk golongan orang yang perusak .

أَلاَ أُخْبِركُمُ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّياَمِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوْا: بَلَى، قَالَ: صَلاَحُ ذَاتِ البَيْنِ؛ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ البَيْنِ هِيَ الحَالِقَةُ

Maukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama daripada puasa, shalat dan sedekah ? Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasûlullâh.” Beliau bersabda, “Yaitu mendamaikan perselisihan diantara kamu, karena rusaknya perdamaian diantara kamu adalah pencukur (perusak agama)”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Facebook Comments