Mewaspadai 4 metode Propaganda Khilafah dan Radikalisme di Masjid

Mewaspadai 4 metode Propaganda Khilafah dan Radikalisme di Masjid

- in Suara Kita
249
0
Mewaspadai 4 metode Propaganda Khilafah dan Radikalisme di Masjid

Imbauan kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amr. Perihal pentingnya waspada terhadap propaganda kelompok radikal di rumah ibadah. Sejatinya merupakan sikap yang positif. Di mana, potensi keterpaparan di kalangan ASN dan seluruh masyarakat secara umum sangatlah rentan. Maka, di sinilah imbauan itu sebagai pengingat untuk selalu waspada.

Jadi, imbauan kepala BNPT ini, sama-sekali bukan Islamophobia. Sebab, pernyataan tersebut adalah alarm penting dan itu tugas Beliau untuk menjaga bangsa ini terbebas dari penularan virus radikal. Sebagaimana, fenomena keterpaparan atau kontaminasi virus radikal atau virus khilafah, Itu sejatinya dipengaruhi oleh kurangnya kewaspadaan diri atau kurangnya rasa perhatian kita. Akan bahayanya virus tersebut.

Jadi, imbauan itu adalah cara mengingatkan kita bersama. Bahwa, propaganda virus radikal-khilafah itu ada di mana saja, kapan saja dan siapa saja bisa terpapar. Jadi, sekali lagi kita harus paham betul. Bahwa, ini dalam konteks (kewaspadaan). Guna, sebagai bekal (kesadaran/kehati-hatian) kita bersama atas fenomena penyebaran virus khilafah dan radikalisme di Masjid. Karena, ketika kita tidak dibekali imbauan yang semacam itu, sejatinya kita akan menjadi lalai. Bahkan kurang berhati-hati dan kurang self-personality.

Mengenali 4 Ciri Propaganda Khilafah dan Radikalisme di Masjid  

Setidaknya ada empat ciri propaganda khilafah dan radikalisme di Masjid yang harus kita hindari. Pertama, sering-kali “menyelinap” dengan motif, mengadakan pengajian rutin di Masjid. Kedua, sering-kali diselipkan ke dalam kultum; harian atau-pun pada saat shalat Jum’at berjamaah. Ketiga, di papan informasi, biasanya sering-kali ditempel semacam kertas, surat, buletin dll tentang ajakan khilafah dan radikalisme. Keempat, sering-kali mengadakan training.

Pertama, propaganda khilafah dan radikalisme di Masjid itu “sering-kali” memanfaatkan moment. Seperti membuat semacam pengajian rutin di Masjid. Sebab, momentum yang semacam ini, akan jauh lebih mudah memancing masyarakat agar tertarik hadir. Maka, di sinilah mulai ada semacam penggorengan narasi. Tentang pentingnya jihad, khilafah atau negara Islam di Indonesia.

Fenomena yang semacam ini tentu kita perlu waspadai. Maka, gunakanlah sikap kehati-hatian dan kesadaran kita untuk menyaring. Misalnya ketika kita datang ke salah satu Masjid. Kita tidak perlu bertanya apakah pengajian itu berbau radikal atau tidak. Cukup kita pahami dan kenali corak-nya seperti apa. Dan ketika ternyata positif membangun propaganda khilafah, maka di situlah kita hindari dan kewajiban kita untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.

Kedua, propaganda khilafah dan radikalisme ini juga memiliki motif seperti mengisi kultum atau khotbah. Baik sehari-hari (waktu shalat 5 waktu). Atau-pun menjelang jamaah shalat Jum’at. Maka, hal yang semacam ini rawan terjadi. Biasanya, ada semacam oknum penceramah di atas mimbar. Lalu membawakan tema yang berkaitan dengan khilafah atau radikalisme. Lalu, disuguhkan narasi agar kita mengikuti alur pemahaman yang demikian. Dan perkuat dengan (melegitimasi) ayat secara politik agar umat terprovokasi.

Ketiga, hal yang sering-kali rawan masuknya propaganda khilafah dan radikalisme secara (transparan). Juga dilakukan dengan menempelkan semacam kertas, surat, buletin dll di papan baca/informasi di Masjid. Hal ini biasanya ada semacam ajakan-ajakan untuk berjihad, ajakan bisnis syariah atau ajakan dalam motif memperdalam ilmu agama. Lalu dicantumkan nomor yang bersangkutan. Lalu di sinilah orang kadang banyak terkecoh dengan motif yang semacam ini. Maka, di sinilah kita harus selalu ekstra waspada.

Keempat, sering-kali Masjid dijadikan tempat training. Entah training yang berbau syariah atau training menjadi muslim sejati dll. Sebab, motif yang semacam ini banyak digelar di beberapa Masjid, baik di pedesaan atau-pun perkotaan. Sehingga, kewaspadaan kita adalah tetap (ekstra hati-hati) dan selalu menggunakan nalar berpikir kita yang kritis. Agar, kita bisa memilih dan memilah mana yang akan membawa mudharat bagi kita seperti (propaganda khilafah dan radikalisme). Serta mana yang membawa manfaat dan kebaikan bagi kita untuk diikuti.            

Maka, kesimpulan penting dari tulisan ini adalah (mengombinasikan) empat corak atau empat karakter yang saya sebutkan di atas. Sebagai wawasan dasar yang sangat penting bagi kita. Untuk selalu waspada dan memahami betul. Agar, tidak mudah terkecoh dengan propaganda khilafah dan radikalisme yang tengah memanfaatkan Masjid. Maka, sekali lagi kita harus paham. Bahwa, tidak ada masjid yang radikal. Melainkan, kita harus waspada terhadap kelompok radikal yang memanfaatkan Masjid.

Facebook Comments