Mimbar Untuk Juru Damai, Bukan Juru Tikai

Mimbar Untuk Juru Damai, Bukan Juru Tikai

- in Suara Kita
222
0
Mimbar Untuk Juru Damai, Bukan Juru Tikai

Umat Islam, pada umumnya, menggunakan landasan al-Qur`an dan sunnah Nabi sebagai ajaran keagamaan. Tetapi realitas keberagaman dalam komunitas masyarakat Islam, kelompok dan gerakan keagamaan tak terhitung jumlahnya, di mana corak keberagaman-pun akan sama banyaknya dengan jumlah kelompok dan gerakan itu.

Secara garis besar, kelompok pemikiran Islam di bagi menjadi dua kategori, yakni pertama, kelompok modernis (al-taqaddumi), kemudian kemlompok tradisionalis atau konservatif (alraj’i).

Menurut Fahmi Huwaidi, menjelaskan bahwa kelompok modernis (al-taqaddumi) akan menekakan kepada aspek-aspek spiritualitas Islam. Sehingga kelompok ini akan nampak fleksibel dan adaptif, sekaligus akomodatif dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

Kelompok modernis, yang cenderung lebih fleksibel dan akomodatif serta mengedepankan spirit Islam, yang oleh karenanya menjunjung tinggi prinsip ta’alaw ila kalimatin sawa.

Sedangkan tradisonal konservatis akan nampak al mengedepankan aspek-aspek legal formal Islam yang dikembangkan oleh para fuqoha. Kelompok kedua ini, cukup membahayakan sebabakan menjadi fanatisme beragama.

Kelompok tradisonalisme lebih bersikap keras dan enggan untuk berkompromi dengan kelompok lain yang berbeda pandangan, seperti yang diperlihatkan oleh al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir, Hizb al-Tahrir di Palestina atau Jama’at Islamiyyah di Pakistan.

Tidak jarangan kedua kelompok ini saling bertentangan dalam pehaman keagamaan, sehingga nampak al-muthatharrifun (ekstrimis) sebagai lawan dari al-Mu’tadilun (moderat).

Mewaspadai Kelompok Juru Tikai

Dari dua kelompok ini, Indonesia harus mewaspadai kehadiran kelompok-kelompok tradisional yang mengarah kepada fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis.

Jika ini tidak diwaspadai, kerukuknan umat beragama di Indonesia bisa terganggu, sebab di Indonesia memiliki ragama suku dan pemahaman keagamaan, meskipun rujukan dan pedoman keagamaan sama, yakni al-Quran dan Hadist.

Kelompok fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis pada umumnya menjadi kelompok yang cendurung memiliki semangat dan antusiasme tinggi untuk mewujudkan umat islam yang seperti di zaman nabi dan sahabat.

Setiap kelompok fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis memiliki gaya dakwah terkadang cukup membahayakan kehidupan yang majemuk. Bahkan tidak jarang menggunakan cara kekerasan demi mewujudkan impiannya.

Ciri yang paling menonjol dari gerakan kelompok fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis dalam agama adalah tidak mau menerima perbedaan, terutama dalam pola pikir beragama.

Mereka sedemikian antusias untuk menerapkan ‘nilai-nilai Islam’, dan cenderung untuk mempertegas keberadaan eksistensi mereka yang berbeda dengan kelompok lain.

Perlu menjadi catat, bahwa kelompok fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis setiap agama pasti ada, seperti 2001, ada Biksu bernama Ashin Wirathu di Myanmar menyebarkan narasi kebencian terhadap Islam melalui mimbar keagamaan.

Dalam ceramah Ashin menarasikan Islam sebagai ancaman di Myanmar yang kemudian berujung pada bentrokan dan penindasan terhadap muslim di Myanmar.

Menjadi Juru Damai

Menyebarnya kelompok yang memiliki pemahamaham fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis tidak bisa dihindari. Bahkan di Indonesia sendiri sudah banyak terjadi pertikaian atasnama agama yang mengakibatkan trauma kepanjangan dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan sampai saat ini, di Indonesia, narasi intoleransi dan radikalisme masih cukup sering terdengar di mimbar-mimbar keagamaan. Di mana para pendakwah menyalahkan satu sama lain sehingga kerukunan beragama atau antara kelompok menjadi renggang.

Untuk mencegah narasi intoleransi dan radikalisme di rumah ibadah penting dilakukan untuk memotong akses kelompok radikal dalam memperdaya masyarakat dengan manipulasi ajaran agama.

Salah satu cara untuk menghindari pemahaman keagamaan fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis menghindari mimbar-mimbar yang isinya menjelekkan kelompok lain. Dengan cara sederhana ini, rantai pemahaman kelompok fanatisme, fundametalis, serta ekstrimis akan terputus.

Facebook Comments