Mubaligh dan Upaya Deradikalisasi Dunia Maya

Mubaligh dan Upaya Deradikalisasi Dunia Maya

- in Suara Kita
134
1
Mubaligh dan Upaya Deradikalisasi Dunia Maya

Kemunculan mubaligh baru di Indonesia kian bertambah banyak. Kemunculan itu tidak lepas dari eksistensi agama Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia. Berkembangnya mubaligh di Indonesia memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendengarkan ceramah tentang ke-Islaman. Orang yang ingin mendengarkan ceramah dari mubaligh kini tidak harus berkunjung di lapangan tempat pengajian, namun mereka cukup membuka Youtube dan mencari nama mubaligh yang ingin didengarkan ceramahnya.

Banyak pilihan karakter seorang mubaligh yang bisa diundang dalam rangkaian suatu acara. Ada mubaligh dengan karakter yang menggambarkan ajaran Islam dengan contoh yang membuat jamaah tertawa. Ada mubaligh dengan karakter serius sehingga jamaahnya juga serius seperti mubaligh yang membawakan materi dakwahnya. Semua itu merupakan cara dakwah setiap mubaligh untuk memberikan kemudahan pemahaman ke-Islaman kepada para jamaahnya. Selain itu, karakter jamaah pun berbeda-beda sehingga seorang mubaligh perlu mengerti kondisi para jamaahnya.

Keaktifan mubaligh dalam menyiarkan agama Islam kepada masyarakat luas kini dibantu oleh dunia maya. Setiap kali berceramah di suatu tempat direkam dan diupload di Youtube, Facebook atau media sosial yang lainnya. Namun yang amat disayangkan adalah ajaran-ajaran yang disampaikan terkadang bersifat provokatif dan tidak jarang menjelek-jelekkan orang lain. Sehingga Islam yang seharusnya cinta akan kedamian berubah menjadi Islam yang suka mencela hingga kekerasan terhadap agama lain.

Mubaligh-mubaligh seperti inilah yang wajib dihindari oleh masyarakat Indonesia. Ajaran-ajaran yang sifatnya mengajak pada gerakan radikal ini marak bertebaran di media sosial. Jika kita mencari suatu hukum Islam di Google atau di Youtube yang muncul adalah mubaligh yang sering kali mengajarkan radikal dalam beragama, salah satu ajakan ajarannya adalah menolak Pancasila dan mendirikan negara Islam. Seseorang yang ingin mencari mubaligh harus menimbang dan mengetahui latar belakang siapa mubaligh ini, jangan asal-asalan begitu saja. Seperti yang ramai selama sepekan kemarin seorang mubaligh yang memberikan ceramah sejarah mengatakan bahwa pulau Jawa, Sumatera dan lainnya berasal dari bahasa Arab.

Baca Juga : Moderasi dan Toleransi untuk Kerukunan di Jagad Media!

Mubaligh yang mempunyai ilmu cocoklogi inilah yang perlu diwaspadai, karena asal dalam menyampaikan materi kepada para jamaahnya. Hal ini yang bisa menyesatkan jamaah sehingga para jamaah menceritakan hal serupa kepada keluarga, saudara dan temannya. Apa yang terjadi ? akan terjadi kesesatan yang berkelanjutan atau kesesatan yang bersifat jariyah. Jika tersesat seperti ini bisa diluruskan, namun yang lebih ditakutkan adalah ketika seseorang mendengarkan pengajian mubaligh dari dunia maya berteriak “jihad” dan terpengaruh nekat mengebom hingga menghilangkan nyawa orang lain maka ini sangat berbahaya dan menjadikan “Islamophobia” bagi pemeluk agama lain, bahkan orang Islam sendiri.

Deradikalisasi Dunia Maya

Mubaligh merupakan seseorang yang mengerti tentang agama Islam, ia mampu menyampaikan ajaran Islam sehingga para jamaahnya paham tentang Islam. Mubaligh mempunyai andil besar dalam memobilisasi jamaah guna menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin. Dengan bekal belajar dari pesantren ke pesantren dari kiai satu ke kiai yang lainnya diharapkan mampu membendung gerakan radikal yang mengatas namakan agama Islam. Dibantu dengan media sosial maka mubaligh yang mempunyai latar belakang pesantren dan ilmu yang mendalam diharapkan mampu memenuhi beranda dunia maya dan menggeser mereka yang mengatas namakan ustadz tapi hanya belajar dari Youtube.

Gus Muwafiq, Gus Mifta dan Gus Baha adalah contoh mubaligh yang harus ditiru. Beliau-beliau ini memberikan pesan-pesan Islam yang menyejukan meskipun berbeda karakter. Gus Muwafiq tinggi besar dengan ulasan ke-Indonesian yang kuat, Gus Miftah dengan gaya nyentriknya mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat di desa-desa, Gus Baha dengan gaya sederhana berbaju putih, memakai sarung dan kopyah putih serta ilmu fiqh yang mendalam. Ulasan-ulasan yang disampaikan mereka seharusnya memenuhi dunia maya untuk menyejukkan pandangan-pandangan keislaman di Indonesia dan menangkal mubaligh yang mengajarkan agama dengan radikal.

Negara Arab Saudi yang merupakan negara tumbuh kembangnya gerakan wahabi kini mencoba menerapkan Islam yang moderat dengan cara memecat para pejabat yang berpandangan radikal. Upaya itu terus digagas untuk menciptakan kondisi yang aman dan damai serta menghindari “Islamophobia”. Kita wajib bersyukur dengan sejarah panjang masuknya Islam ke Indonesia dengan jalan damai sehingga memberikan pelajaran bahwa Islam adalah agama yang mampu memberikan keseimbangan atas perbedaan yang ada. Untuk menjaga keutuhan dan perdamaian negara Indonesia ini peran mubaligh seperti Gus Muwafiq, Gus Miftah dan Gus Baha sangatlah diperlukan.

Sebagai masyarakat yang masih membutuhkan siraman rohani memilih mubaligh sangatlah penting. Mengerti latar belakang mubaligh yang ingin di undang ataupun di dengarkan ceramahnya melalui dunia maya menjadi faktor utama, hal ini berguna untuk menguatkan gerakan deradikalisasi melalui mubaligh yang ingin memecah belah Indonesia dengan pemahaman agama yang kontroversi. Masyarakat Indonesia harus sadar betul dalam hal ini, karena jika salah memilih mubaligh tidak bisa dipungkuri anak cucu kita nantinya juga berada di jalan salah pula. Mengutip perkataan Gus Mus “Islam adalah agama cinta, kasih sayang dan persaudaraan. Lalu kenapa ada orang yang menebar kedengkian dan kebencian dan atas namanya menyebar permusuhan dan persekutuan?”.

Facebook Comments