NII Bukan Hanya Musuh Negara, Tetapi Juga Musuh Agama!

NII Bukan Hanya Musuh Negara, Tetapi Juga Musuh Agama!

- in Suara Kita
149
0
NII Bukan Hanya Musuh Negara, Tetapi Juga Musuh Agama!

Kita perlu jernih dengan satu hal. Bahwa, perjalanan panjang gerakan Negara Islam Indonesia (NII) sejak dulu, lahir bukan sebagai kepentingan agama. Melainkan kepentingan politik kekuasaan yang memanfaatkan agama. Sebab, jargon negara Islam yang diserukan oleh R. M. Kartosoewiryo (dalang NII) ini, hanyalah sebuah “alat” politis. Agar, umat Islam bergerak untuk melakukan Makar terhadap pemerintahan Soekarno. Dengan dalih menegakkan negara berbasis syariat itu.

Jadi, gerakan NII ini sejatinya bukan hanya musuh negara. Tetapi, NII ini juga musuh agama yang harus kita perangi bersama. Karena, eksis-nya gerakan ideologi NII yang begitu rapat dan transparan, sebetulnya dipengaruhi oleh kurangnya labelisasi, pemahaman atau bahkan kurangnya kesadaran masyarakat. Bahwa kelompok NII ini dianggap pro dengan agama. Sehingga, keberadaannya terus diselimuti.        

Lantas, fakta apa yang mendasari kelompok NII ini sebagai musuh agama? Pertama, secara orientasi “ide” tentang negara Islam dan negara syariat Islam yang ada di Indonesia ini lahir dari sebuah kepentingan di tengah ketidakpuasan seorang R. M. Kartosoewiryo terhadap pemerintahan yang sah di era Soekarno.

Tentunya, dia tidak bisa hanya bergerak sendiri untuk melakukan gerakan Makar. Maka, di sinilah ide untuk memanfaatkan kesucian agama. Dengan dalih, bahwa pemerintahan di negeri ini tidak sesuai dengan ajaran-Nya dan perlu dihanguskan. Sehingga, label syariat Islam itu dengan segala kepentingan untuk menguasai tatanan mulai digerakkan. Artinya, ini gerakan “politik kotor” yang disucikan dengan dalih kebenaran agama yang suci.

Maka, fakta ini seharusnya membuat kita sadar betul. Sebagai umat beragama, kita seharusnya lebih care terhadap agama kita. Dengan membangun kesadaran penting. Perihal kelompok NII ini tidak layak untuk dibela. Karena jelas, kelompok NII tidak hanya sekadar musuh negara, melainkan juga musuh agama yang harus kita musnahkan keberadaannya.

Karena, ini sama halnya menodai kehormatan agama-Nya untuk melakukan tindakan-tindakan yang non-adiluhung. Sebab, kepentingan kekuasaan, anti keharmonisan sosial dan penuh kebencian terhadap mereka yang berbeda. Ini sebagai satu problem penting yang sangat-sangat bisa merusak kehormatan agama-Nya jika kita biarkan begitu saja.

Jadi, kelompok NII ini tidak hanya sekadar musuh negara. Sebagaimana, prinsip NKRI dan Pancasila itu selalu mereka tolak dan memiliki sasaran untuk menghancurkan keduanya. Dengan dalih, tidak sesuai dengan ajaran-Nya dan perlu dihancurkan keberadaannya. Padahal, dugaan yang semacam itu jelas tidak-lah benar akan adanya. Karena, prinsip kebangsaan yang kita miliki, sejatinya telah memiliki intisari nilai-nilai agama secara fungsional bagi tatanan kemanusiaan dan peradaban bangsa ini.

Oleh karena itulah, kita perlu adanya semacam labeling atau prinsip pemahaman dari masyarakat secara umum. Untuk menyadari betul, bahwa kelompok NII tidak hanya musuh negara. Melainkan juga musuh agama. Jadi, sebagai umat beragama yang baik, kita juga perlu andil memerangi dan memberantas kelompok NII ini.            

Sebab, kuatnya mereka dan eksis-nya mereka tidak lain karena kurangnya semacam narasi secara psikologis yang tumbuh dalam diri masyarakat. Bahwa, NII dianggap sebagai bentuk dari kepentingan agama dan tanpa menyadari bahwa kelompok NII ini fakta dan nyata sebagai musuh agama itu sendiri. Karena memanfaatkan agama-Nya untuk kekuasaan dan bahkan bisa saja melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak tatanan sosial kita di negeri ini.

Facebook Comments